Pertama Kali Belanja di Ebay: KW – Kylie Matte Liquid Lipstick (Birthday Edition)

Diawali dengan business planning buat BeautiQ, saya mulai cari tau soal e-commerce baik di dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah Ebay, yang merupakan salah satu dedengkot e-commerce di seluruh dunia.

Walaupun saya udah tau popularitas Ebay ga diragukan, tapi untuk pengalaman belanja di Ebay sebagai customer saya masih kalah dari Akin, adik cowo saya. Waktu adik saya udah sering banget dapet kiriman paket dari luar negeri yang isinya belanjaan lewat Ebay, saya baru coba liat-liat apa yang kira-kira bisa dicoba buat percobaan pertama saya belanja di situs e-commerce ini.

Ga perlu berpikir dua kali, karena satu-satunya racun tiap kali belanja online buat saya adalah lipstik, otomatis ketika saya mulai mempertimbangkan untuk percobaan belanja di Ebay, saya langsung pilih kategori Health & Beauty yang dilanjutkan dengan Make-Up dan Lips untuk pilih-pilih barang.

Siapa sangka, ternyata produk make-up di Ebay ini murah meriah dengan ongkir yang bahkan lebih murah daripada kalau beli di situs e-commerce nasional!

Dan karena coba-coba dan saya murahan, pilihan saya pun jatuh ke racun bernama lipstik dengan headline yang cukup melemahkan iman perempuan-perempuan seperti saya: 6pcs Long Lasting Makeup Beauty Liquid Matte Lip Gloss Waterproof Lipstick Set.

Pengiriman dari Cina, harga cuma USD 4.75 atau sekitar IDR 60ribuan dengan ongkir kurang dari IDR 4ribuan, jelas saya ga pake mikir dua kali buat beli.

Harga ga nyampe IDR 70ribu dapet lipstik 6 biji? Shut up and take my money! *anaknya impulsif 😛

Continue Reading

Jalan-Jalan Seminggu di Tiga Negeri: Hongkong-Macao-Bangkok

Hallo beautravelers! 😀

Tadi siang di grup Backpacker Internasional ada salah satu member-nya yang bernama Mbak Priska bilang kalau dia dapat libur lebaran selama 6 hari untuk tahun depan dan sedang mempertimbangkan antara Hongkong dan Bangkok-Pattaya.

Dia bertanya-tanya apakah memungkinkan untuk mengunjungi kedua negara tersebut dalam seminggu, dan karena rute birthday trip saya tahun ini adalah Hongkong-Macao-Bangkok dihabiskan dalam satu minggu, saya pun langsung pede bilang bisa.

Tapi waktu ditanya apakah saya pernah nulis blog-nya, saya baru ngeh kalau saya ga pernah betul-betul review birthday trip saya ini di blog. Saya cuma pernah nulis sekilas tentang Bangkok, tapi ngga perjalanan saya di Hongkong kecuali beberapa postingan yang pernah saya tulis di Ransel Ungu (EN).

Dan thanks to Mbak Priska, sekarang saya jadi dapet wangsit untuk nulis tentang jalan-jalan seminggu di tiga negeri ini: Hongkong-Macao-Bangkok.

Continue Reading

Millen, Raisa, dan Mesum di Bintaro

Beberapa waktu lalu, tiba-tiba aja Binsar nge-DM saya lewat Instagram ngajak ngobrol ngalor ngidul dengan diakhiri pesan kira-kira seperti ini: “Eh, biar lu ga bosan, coba nulis deh sehari sekali. Entah cerita atau sajak.”

Saya ga tau kenapa Binsar tiba-tiba nulis gitu, karena konteks obrolan kita waktu itu soal terapi akupresur yang sedang saya jalankan untuk Bell’s Palsy saya. Tapi, pesan dari Binsar ini cukup memotivasi saya untuk cari-cari topik apa lagi yang kira-kira bisa ditulis, karena kebetulan untuk sajak dan puisi, skill saya nyaris nihil. 😛

Dan lalu, rentetan kejadian-kejadian yang jadi viral di sosial media di Nusantara akhir-akhir ini akhirnya memaksa saya untuk mencurahkan pemikiran saya terkait isu-isu yang antara penting dan ga penting itu.

Isu apa? Apa lagi kalau bukan kasus video oral sex-nya Millen Cyrus yang keponakannya Ashanti, #HariPatahHatiNasional karena pernikahan Raisa dan Hamish Daud, dan yang terakhir video penggrebekan sepasang ABG yang lagi asyik masyuk di Bintaro.

Melihat respon orang-orang soal isu-isu ini, saya langsung teringat karakter manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis. Menurut beliau, salah satu karakter manusia Indonesia diantaranya adalah hipokrit atau munafik.

Continue Reading

Wangsit Batik dan Cantik di Balik BeautiQ

Sebetulnya, bahkan sejak saya mulai terbang dan sering pulang-pergi jadi bocah petualang, ibu saya yang visioner seringkali menasehati saya untuk bisa ‘menghasilkan’ tiap kali saya jalan-jalan.

Dalam Bahasa Sunda-nya yang kental, bukan sekali dua kali beliau berkata, “Kalau senang jalan-jalan tuh, ya jangan cuma senang jalannya aja. Cari tau donk apa yang kira-kira bisa dijual dari sana atau yang bisa dibawa dari sini supaya ga cuma senang, tapi menghasilkan uang.”

Dulu saya ga pernah menghiraukan apa kata beliau karena memang pada dasarnya saya adalah tipe traveler yang paling males diribetin sama budaya titip-titipin yang mendarah daging di Indonesia ini.

Pikir saya, boro-boro mikirin apa yang bisa dijual, cucian muat di koper aja udah alhamdulillah.

Continue Reading