Tips Jalan-Jalan Cantik Ala Ransel Ungu

Awal pertama saya memutuskan untuk membuat konsep blog beautraveler alasannya adalah karena saya senang sekali jalan-jalan cantik yang terlihat mewah padahal menggunakan budget yang seadanya.

Sebagai seorang perempuan yang keliatannya feminin, saya ga bisa jalan-jalan ke luar tanpa make-up. Dan ketika hampir semua orang gandrung jalan-jalan ala backpacker, saya sadar diri kalau gaya jalan-jalan ala backpacker itu ga cocok sama saya karena saya ga mau compact powder saya pecah hanya karena saya mengandalkan satu ransel aja selama perjalanan. 😛

Kalau kalian tipe perempuan yang doyan jalan-jalan dan juga dandan seperti saya, kalian pasti ga setuju dengan pernyataan kalau female traveler itu identik dengan perempuan jiwa petualang yang tidak memprioritaskan penampilan. Tapi, kalau diantara kalian masih merasa kenyataannya seperti itu, maka saya undang untuk berdebat karena saya percaya kalau seorang perempuan bisa berjiwa petualang tanpa menghilangkan kegemarannya akan bersolek.

Atau kalian perempuan pecinta gincu yang bermimpi untuk berpetualang di Machu Picchu suatu saat nanti seperti saya? Yuk mari disimak.

Diawali dari niat, dilanjutkan dengan riset.

Setelah tau negara atau kota apa yang ingin saya kunjungi, biasanya saya langsung melakukan riset untuk rencana perjalanan saya ini. Dimulai dari hal-hal esensial seperti harga tiket, akomodasi, sampai tempat-tempat apa saja yang ingin dikunjungi selama disana.

Saya bukan traveler yang anti ikut tur, tapi saya lebih sering jalan-jalan independen yang membebaskan saya untuk berkreasi dengan rencana perjalanan saya. Tapi saya juga ga bisa terlalu spontan kalau jalan-jalan, karena saya pengen ketika saya sampai di tempat destinasi saya, saya udah punya gambaran arah dan tujuan saya.

Tiap liburan, saya terbiasa untuk bikin daftar acara secara mendetail supaya setidaknya saya tau rencana seharian apa saja yang akan saya lakukan.

Dengan riset, setidaknya saya bisa menghitung estimasi jarak satu tempat yang ingin saya kunjungi ke tempat lainnya. Selain itu, saya juga biasa cari tau transportasi apa yang bisa saya jadikan alternatif kalau jaraknya tidak memungkinkan ditempuh dengan berjalan kaki dan berapa kisaran budget yang harus disediakan.

Daftar rencana perjalanan ini penting untuk saya, karena walaupun ga pernah 100% akurat dengan kenyataannya sesampai saya di destinasi liburan saya, tapi sangat membantu untuk memutuskan tempat mana yang lebih ingin saya kunjungi kalau waktu atau situasi saat itu tidak memungkinkan untuk mengunjungi semua tempat yang ada di dalam daftar.

Sebagai seorang mantan trolley dolly, koper sifatnya esensial bagi saya.

Kalau ditanya ada berapa koper yang saya punya, jujur saya punya koper hampir seluruh ukuran. 😛

Ini adalah foto gabungan koper saya dan roommates saya jaman saya masih terbang. Seengganya, saya punya koper semua ukuran, dari 18 inch (yang biasa saya pakai terbang selama jadi pramugari), 24 inch dan 28 inch.

Dan memang sampai saat ini, saya lebih nyaman jalan-jalan menggunakan koper daripada harus mengandalkan satu tas backpack aja. Inget, isi barang bawaan saya itu termasuk bedak dan blush-on. Saya ga mau blush-on saya pecah cuma karena ketumpuk-tumpuk sama barang lain di ransel. Haha.

Sejauh ini 3 koper inilah yang menjadi teman hidup saya tiap kali liburan. Untuk saya pribadi, koper 18 inch biasanya cukup buat liburan jarak pendek untuk stay selama 2-3 hari. Kalau pakai budget airline, saya biasanya beli checked-in baggage 15 kg pulang pergi untuk koper ini.

Sedangkan untuk koper 24 inch biasanya saya pakai untuk liburan dengan jangka yang cukup panjang dengan estimasi sekitar 1 sampai 3 minggu dengan asumsi menggunakan jasa laundry selama liburan. Untuk koper ini, saya biasanya beli checked-in baggage 15 kg untuk pergi dan 20kg untuk pulang dengan asumsi perintilan dan cucian akan bikin koper semakin berat. 😛

Untuk koper yang paling besar, saya jarang bawa untuk liburan karena koper yang besar ini saya bawa untuk perjalanan jauh dan untuk rentang yang lebih panjang. Misalnya, ketika saya masih tinggal di Jeddah dan perlu koper yang besar supaya muat lebih banyak Indomie. HAHA.

Dan pastinya… Ransel Ungu!

Seperti yang saya sempat jelaskan, alasan saya menamakan blog saya ini Ransel Ungu karena saya punya ransel berwarna ungu yang menjadi bagian hidup sejak saya masih duduk di bangku SD. Hingga saat ini, ransel yang sama jugalah yang menjadi teman jalan-jalan saya hampir kemanapun saya pergi.

Kalau koper berguna untuk menyimpan baju dan seluruh perintilan dandan, ransel saya perlukan untuk menemani saya selama jalan-jalan untuk menyimpan barang-barang saya seperti dompet, passport dan juga kamera.

Ransel kecil yang masih terlihat cantik di foto, tapi juga muat cukup banyak barang. Apapun sesuai dengan gaya kalian masing-masing, tapi saya ga menyarankan untuk cuma bawa sling bag ketika jalan-jalan. Kenapa? Karena kemungkinan besar tipe-tipe perempuan yang bawa sling bag ketika liburan adalah tipe perempuan yang bikin susah orang karena nantinya malah nitip-nitip barang ke orang yang tasnya lebih besar.

Dan pengorbanannya adalah di penginapan!

Mau liburan cantik tapi kere dan ga mau ngeluarin banyak duit, maka harus ada pengorbanan yang dilakukan. Saya biasanya memangkas cost liburan saya di akomodasi dengan mencari penginapan yang semurah mungkin. Tapi, walaupun mencari penginapan yang paling murah, biasanya saya mencari akomodasi yang setidaknya akan membuat saya nyaman.

Semurah apapun penginapannya, sebisa mungkin saya mencari penginapan yang menawarkan fasilitas single bed dengan kamar mandi di dalam. Ini penting karena waktu tidur, mandi dan dandan adalah sanctuary buat saya, hukumnya sakral. 😛

Kamar ter-zzz yang pernah saya book karena menawarkan harga single room yang paling murah di Hongkong. Dengan harga murah, kamar mandi cuma sepetak, ubin habis dengan koper dan kamar mandi yang sempit.

Untungnya, saya sendiri bukan orang yang ribet soal penginapan selama saya bisa punya tempat untuk saya sendiri setelah cape jalan-jalan.

Dan yang terpenting, bawa baju paling bagus yang bisa bikin terlihat cantik di foto…

Saya ini tipenya jarang beli baju, dan baju saya selama liburan ya itu-itu aja. Tapi, memang saya punya baju-baju tertentu yang cuma saya pakai ketika saya liburan dengan harapan bagus dan terlihat cantik di foto. Kenapa? Karena aura positif saya selalu muncul ketika liburan dan dengan baju bagus, maka kecantikan saya semakin terpancar. Asik.

Salah seorang teman saya sempat kasih komentar kalau saya terlihat chic di foto. Little did she know, baju yang saya pakai untuk liburan hampir ga pernah berubah sejak tahun 2013.

Dan apapun yang terjadi, selalu sediakan lipstik setiap saat. Itu yang saya lakukan waktu saya jalan-jalan ke Bromo sendirian. Badan boleh belum mandi karena kedinginan dan harus ngejar sunrise di Penandjakan, tapi lipstik jangan ketinggalan. #prinsip

Da apa atuh Neneng teh orang Sunda yang terkenal suka-dandan.

Rekomendasi: Brun Brun Paris

Ngomong-ngomong soal baju nih, sejak saya terbang dan sering dapet layover pendek, saya biasanya lebih memilih baju dengan bentuk terusan atau dress untuk meringankan beban bawaan saya di koper. Buat kamu-kamu yang doyan pake rok seperti saya, dress bisa dijadikan pilihan selama kalian ga pergi ke tempat yang cuaca-nya kurang dari 20 derajat Celcius. Cantik boleh, saltum jangan.

Kira-kira, seperti inilah tips jalan-jalan cantik ala saya yang mengandalkan liburan mewah yang instagram-worthy dengan budget yang cocok untuk teman-teman sesama kelas pekerja seperti saya. Kamu punya tips tambahan gimana liburan bisa terlihat mewah padahal kere? Tinggalkan komentar dan cheerio! 😉

2 thoughts on “Tips Jalan-Jalan Cantik Ala Ransel Ungu

    1. kalo cowo judulnya apa ya mas? jalan-jalan ganteng gitu ceritanya? mending mas bikin artikel sendiri, buat nambah2 insight aku soal jalan2 ala lelaki. hahaha. 😛

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.