Millen, Raisa, dan Mesum di Bintaro

Beberapa waktu lalu, tiba-tiba aja Binsar nge-DM saya lewat Instagram ngajak ngobrol ngalor ngidul dengan diakhiri pesan kira-kira seperti ini: “Eh, biar lu ga bosan, coba nulis deh sehari sekali. Entah cerita atau sajak.”

Saya ga tau kenapa Binsar tiba-tiba nulis gitu, karena konteks obrolan kita waktu itu soal terapi akupresur yang sedang saya jalankan untuk Bell’s Palsy saya. Tapi, pesan dari Binsar ini cukup memotivasi saya untuk cari-cari topik apa lagi yang kira-kira bisa ditulis, karena kebetulan untuk sajak dan puisi, skill saya nyaris nihil. 😛

Dan lalu, rentetan kejadian-kejadian yang jadi viral di sosial media di Nusantara akhir-akhir ini akhirnya memaksa saya untuk mencurahkan pemikiran saya terkait isu-isu yang antara penting dan ga penting itu.

Isu apa? Apa lagi kalau bukan kasus video oral sex-nya Millen Cyrus yang keponakannya Ashanti, #HariPatahHatiNasional karena pernikahan Raisa dan Hamish Daud, dan yang terakhir video penggrebekan sepasang ABG yang lagi asyik masyuk di Bintaro.

Melihat respon orang-orang soal isu-isu ini, saya langsung teringat karakter manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis. Menurut beliau, salah satu karakter manusia Indonesia diantaranya adalah hipokrit atau munafik.

Continue reading “Millen, Raisa, dan Mesum di Bintaro”