Waroenk Idea, Tempat Nongkrong Cozy Hemat Biaya dan Banyak Acara di Tengah Rakyat Jelata

Hallo semuanya! 😀

Kemarin saya dan beberapa teman dari Blogger BDG dapet undangan untuk gathering di salah satu tempat makan yang baru buka, namanya Waroenk Idea.

Dari awal dikasihtau lokasinya yang ada di Hotel Idea’s yang lokasinya di Kiaracondong, sebenernya saya langsung bertanya-tanya, ada apa di Kiaracondong?

Bahkan, di jalan menuju kesana, karena kemarin saya dianter sama si Heri, saya sampai nanya ke si Heri, kira-kira kalau misalnya dia harus nginep di Hotel Idea’s, selain dari segi harga dan fasilitas yang ditawarkan, kira-kira apa lagi yang bakal jadi pertimbangan dia buat nginep disana.

Si Heri sebagai driver Grab sejati langsung menjawab mantap: lokasinya cuma sekitar 10 menit dari TSM, dan juga gak jauh dari stasiun Kircon. Tapiiii, si Heri menambahkan kalau dia kayaknya gak mau nginep daerah situ karena daerahnya deket pub. Pub-rik. 😐

Sebel banget dengernya ya Allah, punya sepupu sampah begitu kelakuannya. Tapi ya sudah lah yah.

Baiklah, balik lagi ke Waroenk Idea ini…

Waroenk Idea @ Hotel Idea’s, Kiaracondong

Waroenk Idea di Hotel Idea's, Bandung
Display di tanggal menuju Waroenk Idea.
Bang Aswi dari Blogger BDG dan Mas Mugi dari Hotel Idea’s lagi menjelaskan tentang Waroenk Idea dan Hotel Idea’s.

Waroenk Idea ini ada di lantai 4 Hotel Idea’s ini. Jadi, keseluruhan hotel Idea’s ini ada 3 lantai yang dijadikan kamar, sedangkan lantai terakhir ya jadi Waroenk Idea ini. Waroenk Idea ini juga jadi lokasi sarapan pagi untuk para tamu hotel.

Waktu dibilang rooftop, sebenernya ekspektasi saya agak-agak mikir bakal rooftop jenis outdoor macem helipad gitu. HAHA. Tapi ternyata tidak, saudara-saudara…

Pas kesana, saya telat karena salah liat jam. Jadi pas dateng acara udah dimulai.

Waktu itu Bang Aswi lagi sambutan dari Blogger BDG sebelum dilanjutkan oleh perkenalan dari pihak Hotel Idea’s yang diwakili oleh Mas Mugi selaku Sales & Marketing-nya.

Dari situ, baru deh ketauan kalau misalnya Waroenk Idea ini baru dibuka bulan lalu walaupun hotelnya sendiri udah buka sejak 9 Mei 2015.

Pas nyebut anniversary hotelnya, saya langsung mellow karena berarti Hotel Idea’s ini pertama kali dibuka pas ulang tahun Disco yang ke-9. 🙁

Buat yang mungkin belum tau Disco itu siapa, Disco adalah almarhum kucing saya yang meninggal awal tahun ini. Tahun ini, harusnya dia ulang tahun ke-12 barengan sama Hotel Idea’s yang anniversary ke-3. Oke, skip yah.

Nah, dalam rangka soft launching Waroenk Idea sendiri, saat ini ada diskon 30% untuk setiap pembelian buat pelajar dengan menunjukkan kartu pelajar. Berlaku sampai tanggal 1 Mei aja. Setelah 1 Mei, khusus buat pelajar masih bisa menikmati diskon 20% di Waroenk Idea ini.

Terus, apa kira-kira yang seru di Waroenk Idea ini?

Waroenk Idea: Bird’s Eye View Kepadatan Penduduk Kota Bandung

Pemandangan yang bisa dilihat dari Waroenk Idea.
Ada yang bisa hitung ada berapa atap rumah yang tertangkap di foto ini?

Siapa tau ada yang belum pernah denger sebelumnya, berdasarkan sensus penduduk tahun 2009, ada tiga wilayah di Kota Bandung yang diduga merupakan wilayah terpadat di dunia: Cicadas, Kiaracondong, dan Bandung Kulon.

Dan kepadatan penduduk di Kiaracondong ini terpampang jelas dari Waroenk Idea yang berlokasi di rooftop ini seolah-olah disini jadi spot buat membuktikan kalau kepadatan penduduk di atas 13.000 jiwa per kilometer persegi itu bukan omong kosong.

Pas liat lagi, jangankan ada berapa jiwa yang tinggal di daerah sana, ngitung atap rumahnya aja susah. Ditambah dempet-dempet banget. Potret nyata rakyat jelata. 😛

Kabar baiknya adalah, Waroenk Idea ini menawarkan makanan dan minuman yang banyak banget pilihan dengan harga yang bersahabat. Bahkan nih yah, dengan IDR 15ribuan aja kamu udah bisa makan siang kenyang disana. Enak banget khan?!

Konsep Waroenk Idea: Paket Murah untuk Acara Meriah dengan Suasana Wah!

Spot paling cozy dengan sofa di tengah-tengah Waroenk Idea.
Spot modjok ala Waroenk Idea.

Kalau dari luas tempat sih sebetulnya bisa dibilang Waroenk Idea ini sangat minimalis, karena luasnya gak terlalu besar. Tapi, dari segi interior sih menurut saya gak kalah kok sama kafe-kafe high-end yang jualan ambience. 🙂

Spotnya ada di sofa tengah yang cukup besar dan cocok buat nongkrong rame-rame sama temen segeng, ditambah beberapa spot di deket jendela buat menikmati pemandangan perumahan rakyat ala Kiaracondong.

Beberapa spot juga cocok buat mojok, siapa tau situ baru jadian eymmm.. Dunia jadi berasa milik berdua. 😛

Layout meeting yang dipake buat acara kemarin.

Tapiiii, selain itu juga Waroenk Idea ini cocok banget buat digital nomad ala-ala kalau lagi bosen kerja dari kantor atau rumah. Kenapa? Karena selain ada spot yang lumayan enak buat dipake kerja sendiri, wifi di Waroenk Idea ini juga kenceng sis!

Tapi, Waroenk Idea ini juga gak cuma cocok buat nongkrong-nongkrong doang karena mereka juga punya paket meeting selain juga paket acara-acara lain seperti ulang tahun atau bahkan wedding dengan harga yang cukup terjangkau. 😀

Iya, jadi kalau misalnya kantor kamu punya rencana buat ngadain acara meeting di luar, Waroenk Idea menyediakan reservasi tempat untuk acara-acara yang bisa disesuaikan sama kebutuhan kamu.

Berdasarkan info dari Mas Mugi, untuk classroom layout, ruang meeting di Waroenk Idea bisa muat untuk 100 orang. Jadi cocok banget kalau mungkin kantor kamu ada rencana buat ngadain training disini. Sedangkan buat wedding, biasanya seluruh area akan di-block selama acara untuk kapasitas sekitar 200 pax.

Untuk acara-acara khusus kayak meeting atau wedding, disediakan menu buffet dengan harga yang dijamin bersahabat. Pas saya liat daftar menu, untuk a la carte-nya juga gak mahal kok. Seenggaknya cocok sih buat harga pelajar, karena menunya beragam dengan harga dimulai dari IDR 10ribuan aja.

Mumpung bentar lagi puasa, Mas Mugi juga sempet kasih info kalau mereka juga bakal ada paket buka puasa dengan menu buffet juga lho, kayaknya pas banget buat kamu yang mungkin sekolah atau sempet ngantor di daerah Kiaracondong terus buka puasa sekalian reuni sama temen-temen lama. 😀 

Acara Rutin di Waroenk Idea

Pintu masuk Waroenk Idea.
Sebagai seorang grammar nazi, satu-satunya hal yang mengganggu dari typography ini adalah typo untuk kata ‘birthday’. 🙁

Yang seru adalah, karena selain acara yang bisa dicustomize sesuai dengan kebutuhan, Waroenk Idea ini juga ngadain acara rutin yang sulit banget buat dilewatin. Apalagi kalau misalnya kamu kebetulan mungkin tinggal di daerah Bandung Timur, atau banyak beraktifitas di daerah sana.

Beberapa acara rutin yang pasti diadakan di Waroenk Idea diantaranya acara akustik yang pasti diadakan setiap malam Minggu setiap jam 8 sampai 10 malam.

Selain itu, buat para bobotoh pun kalau misalnya gak kebagian nonton di stadion bisa banget ke Waroenk Idea karena mereka punya acara nonton bareng setiap kali Persib main.

Dan gak cuma itu, karena sebentar lagi Piala Dunia juga main, mereka udah punya lisensi untuk ngadain acara nobar juga.

Ini penting ya, geng… Kenapa? Karena ini pernah kejadian sama saya waktu di Jakarta pas Piala Dunia 2014 dan karena di kosan ade saya gak ada TV, akhirnya saya ke tempat yang ceritanya ada acara nobar buat nonton pertandingan perdana Brazil vs Kroasia. Tau donk ya kalau pertandingan ini krusial buat fans Kroasia seperti saya? #AjmoHrvatska

Jadi, waktu itu, gara-gara tempat yang saya datengin ternyata gak punya lisensi resmi untuk ngadain acara nonton bareng, alhasil acara pertandingan gak muncul dan saya gak nonton keseluruhan 45 menit pertama karena harus pindah tempat ke Kemang. Padahal kosan ade saya itu daerah Cipete.

Nah, dari sini kita bisa belajar kalau mau nonton bareng pun gak bisa sembarangan, untuk menghindari hal-hal yang gak diinginkan kayak saya nonton Brazil vs Kroasia di Brazil 4 tahun yang lalu. Dan kamu gak perlu kuatir, karena Waroenk Idea ini adalah salah satu tempat yang punya lisensi resmi buat ngadain nonton bareng ini. 😀

Menu Seru di Waroenk Idea

Contoh menu makanan di Waroenk Idea.
Barista di Waroenk Idea, Mas Tito yang lagi meracik kopi bersama rekan kerjanya.

Untuk menu makanan sendiri, saya sih ngacungin jempol buat Waroenk Idea karena jenisnya betul-betul beragam. Dari mulai menu nasi goreng sampai steak semuanya ada disini, ditambah juga menu kopi pilihan dengan harga yang juga bersahabat.

Kalau berdasarkan rekomendasi dari Mas Mugi sebagai pihak internal dari Waroenk Idea sendiri, menu andalan di Waroenk Idea ini untuk makanan ada sop buntut dan juga iga bakar. Sedangkan untuk kopinya yang jadi andalan ada charcoal caffe latte.

Sayangnya, waktu kemarin kesana menu andalan sop buntut dan iga bakarnya habis. Akhirnya, saya gak bisa bicara banyak soal itu karena emang belum nyoba.

Saya sendiri akhirnya memutuskan buat pesan tom yam dan jus stroberi untuk menu makan kemarin. Yang lain ada yang pesen nasi goreng kambing dan beberapa menu makanan lainnya walaupun saya gak nyoba semuanya.

Sebagian makanan yang kita pesan di gathering blogger BDG kemarin.
Beberapa minuman yang kita coba. Pesanan saya sendiri jus stroberi.

Untuk opini mengenai rasa sendiri, saya cuma bisa kasih beberapa opini mengenai menu yang saya coba aja yah karena gak semuanya.

Selain pesanan saya yang kemarin order tom yam sama jus stroberi, saya juga sempet cobain pizza Margarita punya Nadiva. Selain itu, di akhir acara saya juga sempet coba Vietnam Drip untuk kopi-nya.

Terus, gimana rasanya? Apakah rasa makanannya seenak suasana di Waroenk Idea?!

Maklum, saya pernah coba di salah satu kafe di Bandung yang suasananya enak banget, harganya lumayan mahal, tapi ternyata rasanya gak enak. Jadi, saya agak trauma tiap kali makan ke tempat yang suasananya cozy gini. *bukan anak kafe 😛

Dan hasilnyaaaaa, oke… Saya bikin sub-bagian buat beberapa menu yang sempet saya coba di Waroenk Idea ini yah biar lebih gampang jelasinnya. 😀

Makanan yang sempet saya coba: Tom Yam dan Pizza Regina Margaritha 

Daftar menu makanan yang saya coba di Waroenk Idea kemarin.
Tampilan tom yam-nya Waroenk Idea yang kurang instagrammable.

Oke, jadi menu pertama yang pengen saya review adalah menu tom yam-nya. Jujur sih, saya agak kecewa pas pesanan tom yam saya dateng. Kenapa? Karena tampilannya kurang menarik.

Sebetulnya gak akan jadi masalah buat saya, karena emang saya tipe orang yang memprioritaskan rasa makanan. Tapi, lain ceritanya kalau saya harus bikin review kayak gini. *ini juga lah alasan saya kenapa gak mau jadi foodie hahaha 😀

Ketika saya harus review sesuatu tapi dari foto gak keliatan menarik, saya kuatir orang yang mampir di laman blog saya jadi males baca. Padahal, tom yam-nya Waroenk Idea ini sebenernya enak!

Dari segi tampilan, yang saya liat sih kayaknya karena efek mangkok yang kegedean sehingga pas liat itu isi sup-nya jadi keliatan kosong dan kebanyakan kuah. Padahal sebenernya, kalau misalnya tom yam-nya disajikan di mangkok yang lebih kecil, mungkin tampilannya bakal lebih indah dipandang mata.

Pizza Regina Margaritha di Waroenk Idea.

Sedangkan untuk pizza Regina Margaritha dapet minta dari Novida, saya emang tipe orang yang lebih suka pizza tipis kayak pizza-nya Waroenk Idea ini. Jadi, untuk tekstur pizza sih saya lumayan suka. 🙂

Cuma, karena Novida ternyata tipe pemakan yang tuangin seluruh saus diatas pizza-nya, jujur saya kurang suka sama rasa saus-nya yang agak terlalu manis buat lidah saya. Kayaknya sih mungkin kalau misalnya saya cobanya tanpa sausnya rasanya bakal agak mendingan. Tapi ya udah lah yah, namanya juga dapet minta. Hahaha.

Secara keseluruhan sih, menurut saya untuk ukuran harga yang lumayan murah, Waroenk Idea is worth the taste and price. Bahkan, saya hampir bisa memastikan kalau makanannya JAUH lebih enak dari salah satu kafe yang pernah saya coba dan cuma ‘jualan’ ambience-nya aja di Bandung kota. 😀

Minuman yang saya coba: Jus Stroberi dan Vietnam Drip

Menu minuman di Waroenk Idea.
Vietnam Drip terenak yang pernah saya coba di Indonesia.

Dua menu minuman yang saya coba di Waroenk Idea ini ada jus stroberi, dan sambil nunggu dijemput saya juga coba Vietnam Drip pas malemnya.

Untuk jus stroberi, saya kecewa karena sepertinya ini lebih cocok disebut milkshake stroberi. 😐

It’s definitely not a fresh juice, but what did you expect? Tebakan saya sih ini lebih kayak essence stroberi kayak semacam Nutrisari atau Jas Jus gitu, terus ditambah susu. Dan susunya banyak.

Tapiiiiii, kalau mungkin kamu kenal saya secara pribadi, hampir di setiap tempat ngopi yang pernah saya coba dan punya menu Ca Phe Sua Da, alias Es Kopi Vietnam, saya hampir pasti coba.

Kenapa? Karena saya penasaran belum pernah coba es kopi Vietnam yang enak banget di Indonesia. Bahkan, saya udah pernah coba es kopi Vietnam-nya Jessica dan Mirna di Jakarta. Menurut saya itupun biasa aja.

Barista-nya Waroenk Idea, Mas Tito.

Dan akhirnya saya coba di Waroenk Idea ini dan rasa-rasanya saya belum pernah nyoba Vietnam Drip yang lebih enak daripada ini.

Yang membedakan cuma kalau biasanya Ca Phe Sua Da standar itu rasanya pahit, rasa kopinya di Waroenk Idea ini lebih ke asem. Kalau dari ceritanya Mas Tito sih, di Waroenk Idea ini lebih banyak pake kopi Arabica dan bukan Robusta.

Jadi, kopi Arabica ini biasanya rasanya gak terlalu pahit dan punya tingkat keasaman yang tinggi. Dan jenis kopi Arabica yang gak terlalu pahit inilah yang jadi favorit masyarakat Jawa Barat. Tanah Sunda wibawa, gemah ripah tur endah gitu lho. Hahaha. 😛

Yang saya tangkep sih setelah coba Vietnam Drip-nya Waroenk Idea ini, ini semacam Ca Phe Sua Da fussion yang disesuaikan dengan lidah mojang Priangan seperti saya. Jadi rasanya pas, pas liat harganya pun, pas banget!!!

Kebetulan Novida yang sebelumnya coba Machiato pun sempet coba Vietnam Drip punya saya, dan dia mengakui kalau Vietnam Drip ini rasanya lebih enak daripada yang dia coba. 😀

Waroenk Idea menurut Ransel Ungu

Dari segi rasa, untuk makanan sih saya pikir rasanya standar… Enak, tapi gak terlalu istimewa. Cuma kalau diliat harganya yang bersahabat banget sih, rasanya jadi berasa enak banget!

Untuk suasana sih, saya bisa deh kasih nilai 8 dari 10 untuk suasananya. Walaupun dari segi lokasi karena di Kiaracondong dan jauh banget dari rumah saya yang di Cimahi, kayaknya walaupun murah, tapi saya juga gak akan sering-sering kesana juga kayaknya. Mahal di ongkos, bruh! 😀

Tapiiii, saya sih masih penasaran sama si sop buntut dan sop iga yang katanya jadi andalannya Waroenk Idea ini. Mungkin lain kali kalau misalnya saya ada kesempatan ke daerah sana lagi, saya bakal mampir dan cobain buat cari tau seberapa enak menu andalannya mereka ini.

Dari keseluruhan kunjungan saya ke Waroenk Idea sih, tetep harus saya akui kalau Vietnam Drip-nya jadi kesukaan saya disini. Gara-gara ini juga, saya jadi penasaran sama si Charcoal Cafe Latte yang pas saya cek lagi kok gak ada di menu yah? Hmm. 😐

Btw, disini juga sama sekali enggak serve alcohol yah, karena kebetulan kata Mas Mugi yang punya Hotel Idea’s dan Waroenk Idea ini adalah pak haji, tapi untuk sertifikasi halal masih dalam proses karena emang Waroenk Idea ini sendiri baru buka. Tapi untuk proses pembuatan makanan, dijamin halal pokoknya!

Untuk waktu buka sendiri, Waroenk Idea buka setiap hari dari jam 11 pagi sampai 11 malem. Dan lagi-lagi, ada diskon khusus 20% off buat kamu yang punya kartu pelajar untuk periode promo setelah soft launching bulan Mei ini. 😀

Sekilas Tentang Hotel Idea’s

Amenities yang ada di Executive Room.

Hotel Idea’s ini adalah hotel bintang 2, yang total memiliki 48 kamar di bangunan 3 lantai yang berlokasi di Jl. Ibrahim Aji/Kiaracondong no. 414, Bandung.

Dari total 48 kamar, ada 3 tipe kamar yang ditawarkan: Superior, Deluxe dan Executive Room. Hotel Idea’s ini jenis full service, in a way untuk rate masing-masing tipe kamar, seluruhnya sudah termasuk breakfast ditambah dengan air minum dan pemanas air untuk teh dan kopi di setiap kamar.

Superior dan Deluxe Room

Superior room jenis twin bed di Hotel Idea’s.

Yang membedakan tipe kamar Superior dan Deluxe disini sebetulnya cuma keberadaan jendela di kamar.

Kalau dari segi fasilitas sih kurang lebih sama, karena layout kamar selain jendela yah mirip-mirip. Dan kamarnya juga bisa dipilih antara twin bed, atau kamar dengan queen bed.

Fasilitas yang ditawarkan pun kedua tipe kamar ini, baik Superior atau Deluxe sama-sama dilengkapi oleh TV kabel, AC dan Free Wifi. Semua tipe kamarnya juga disediakan amenities, dari mulai shampoo, sabun, sampai handuk semua udah tersedia.

Kamar mandi pun dua-duanya jenis shower. Dan berhubung saya liat semua jenis kamar punya telepon, kayaknya semua kamar pun tersedia fasilitas wake up call.

Deluxe room dengan jenis tempat tidur twin di Hotel Idea’s.

Dan emang bener kata si Heri, salah satu nilai tambah dari Hotel Idea’s ini adalah lokasi yang cukup deket sama TSM, yang notabene gak terlalu jauh juga sebenernya dari Alun-Alun.

Karena kebetulan saya kesana di hari Jumat, dan staff disana bilang kalau malam itu kamar banyak yang fully booked, ditambah waktu kita hotel tour emang liat lumayan banyak mak cik Malaysia yang baru mau check-in.

Untuk lahan parkir di Hotel Idea’s ini sendiri lumayan luas sih. Seenggaknya waktu saya baru nyampe hotel sekitar jam 3an. Pas malem waktu saya dijemput sama si Heri, kebetulan parkirannya udah penuh. Tapi mungkin ini juga efek hotel yang fully booked karena akhir pekan khan.  

Harga kedua tipe kamar, baik Superior maupun Deluxe ini dibandrol dengan rate sekitar IDR 450.000 sampai IDR 600.000.

Executive Room 

Executive room di Hotel Idea’s.

Untuk kamar tipe Executive Room, dengan luas kamar 36 meter persegi, kasur yang disediakan disini jenis king bed dan ada beberapa tambahan fasilitas seperti money box dan kulkas kecil. 

Sempet cek juga sih karena saya pikir di kulkasnya bakal ada semacam mini bar minuman dingin yang bisa diambil, tapi ternyata gak ada juga. Jadi kurang lebih sebetulnya sama fasilitasnya mirip-mirip.

Cuma bedanya kalau Executive Room ini dari segi kamar berasa lebih nyaman karena lebih luas.

Kamarnya sendiri didominasi dengan nuansa coklat kayu dan abu, dengan interior yang lumayan simpel tapi terlihat sophisticated

Jenis kamar mandinya pun sama, shower juga. Tapi menurut saya ini lumayan banget dengan rate IDR 900.000an per malam, karena emang lumayan nyaman.

Keliatannya jenis kamar Executive ini cocok buat pasangan yang bawa anak balita gitu sih. 😀

Wissssh, gak kerasa panjang juga postingan saya kali ini. Baiklah, saya sudahi dulu postingan saya tentang Waroenk Idea dan Hotel Idea’s ini. Jadi, gimana? Tertarik buat nginep atau nongkrong di Kiaracondong? 😀

Foto bareng temen-temen dari Blogger BDG.

Waroenk Idea @ Hotel Idea’s Bandung
Jl. Ibrahim Aji/Kiaracondong no. 414, Bandung
Telepon: 022-7333220
Website: www.ideas-hotel.com | Instagram: @waroenkidea


Disclaimer: 

Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog dengan hadiah complimentary stay di Hotel Idea’s. Walaupun begitu, penulisan yang ada di dalam konten murni merupakan opini pribadi saya.


 

6 thoughts on “Waroenk Idea, Tempat Nongkrong Cozy Hemat Biaya dan Banyak Acara di Tengah Rakyat Jelata

Tinggalkan Balasan