Tips Malaysia-Singapore Lewat Jalur Darat (Via JB)

Beberapa waktu sebelum saya berangkat ke Malaysia dan merencanakan untuk melanjutkan perjalanan ke Singapore lewat jalan darat, saya seringkali menemukan postingan-postingan random di grup Backpacker Internasional tentang betapa susahnya masuk Singapore lewat jalur darat. Bahkan, ada yang sampai kejadian suaminya masuk daftar black list di Singapura ketika mencoba masuk lewat imigrasi di Woodland.

Awalnya pas baca postingan-postingan soal kengerian masuk Singapore dari Malaysia lewat jalur darat, saya agak jiper karena ini akan menjadi kali pertama saya commuting ke Singapore lewat Malaysia dengan menggunakan bus umum. Ditambah lagi, saya bawa adik laki-laki saya, Akin, yang baru akan masuk Singapore untuk pertama kalinya.

Tapi, setelah melalui beberapa kesulitan yang ternyata benar adanya, ditambah drama adik saya kena random check tapi alhamdulillah lolos di imigrasi Woodland. Kalau ditanya apakah imigrasi di JB maupun Woodland sengeri itu untuk para first timer yang mau masuk ke kedua negara tersebut lewat jalur darat, jawaban saya yah kurang lebih seperti itu lah. Bikin deg deg ser.

Makanya, saya akhirnya memutuskan untuk berbagi pengalaman dan pelajaran apa-apa aja yang saya dapat dari perjalanan jalur darat Malaysia-Singapore via JB ini, dan juga tips dan trik yang mungkin bisa membantu teman-teman yang berencana untuk melakukan perjalanan yang sama. Mudah-mudahan terbantu! 🙂

Jadi, untuk perjalanan Malaysia-Singapore via JB ini bukanlah kali pertama saya masuk dan keluar Singapore lewat darat, karena saya dulu pernah keluar-masuk kedua negara tersebut melalui jalur darat untuk urusan pekerjaan.

Yang membedakan adalah karena kalau sebelumnya saya mendapatkan fasilitas supir dan mobil milik kantor, kali ini saya mengandalkan bus umum untuk perjalanan rute tersebut.

Tapi, dari perjalanan sebelumnya sedikit banyak saya mendapatkan sedikit pelajaran: imigrasi lewat jalur darat rentan kena random check.

Terus, gimana tips lintas Malaysia-Singapore via JB lewat jalur darat dengan bus umum?

Ada beberapa opsi yang bisa diambil untuk transportasi umum dari JB ke Singapore. Diantaranya, kalian bisa booking tiket online melalui beberapa platform yang tersedia, atau langsung datang ke JB CIQ (Customs, Immigration & Quarantine), cap paspor dan langsung ke bus pool terdekat untuk beli tiket on the spot

Untuk perjalanan kali ini, saya sendiri memilih platform easybook.com yang review-nya sudah sempat saya bahas dalam Bahasa Inggris disini.

Contoh isi e-mail dari easybook.com yang berisi booking summary. Order number yang saya lingkari disini adalah nomor yang diperlukan untuk diberikan kepada driver bus ketika kita ganti bus TS1 di imigrasi Woodland, Singapore.

Dari segi booking tiket online dan lain sebagainya sebetulnya mudah, tapi kenyataannya ketika sudah melalui imigrasi di JB justru prosedur yang saya harus lakukan cukup agak bikin saya dan adik saya pusing.

Gimana engga? Berdasarkan e-mail yang saya dapatkan, saya perlu menunjukkan booking summary ketika check-in. Terdengar mudah, bukan?

Tapi, kenyataannya, bahkan setelah melewati antrian imigrasi dan paspor sudah dicap tanda kita sudah resmi meninggalkan Malaysia, saya sama sekali ga menemukan check-in counter. Yang saya temukan malah begitu banyak antrian bus yang saya ga tau harus antri dimana. Lebih anyep lagi, karena di bus pool ini minim petugas yang bisa ditanya-tanyain.

Beruntung, saya akhirnya ketemu seorang petugas yang bisa saya tanyakan dengan cara menunjukkan booking summary yang saya dapatkan melalui e-mail dari easybook.com.

Berdasarkan tiket yang tercantum, saya sudah membeli tiket Transtar Cross Border. Untuk itu, saya diarahkan oleh petugas untuk menuju bus pool paling ujung untuk lanjut menanyakan ke petugas yang bersangkutan. Maklum, yang saya tanyakan sepertinya petugas CIQ, bukan petugas bus. :/

Dan di bus pool, ternyata nihil petugas sampai akhirnya kita ga sengaja lihat tulisan Transtar Cross Border di bus pool sebrang, tepatnya bus pool nomor 16.

Saya dan adik saya kebetulan memang sudah memperkirakan kemungkinan akan kebingungan masuk jalur darat ini, sehingga walaupun kita sudah membeli tiket bus untuk pukul 10.15, kita sudah sampai bus pool sekitar pukul 8 pagi. Beruntung, karena ternyata jam yang tercantum di tiket tidak terlalu berpengaruh.

Ketika datang petugas dari Transtar Cross Border, uncle-uncle ini langsung kasih info kalau kita bisa langsung ikut naik bus yang sebentar lagi datang. Lagi-lagi ribet, karena ternyata bus ini ga akan langsung mengantar kita ke Changi Airport, tujuan yang saya pilih.

Sengaja saya pilih Changi Airport sebagai tujuan saya dengan pertimbangan paling ngga dari Changi saya udah tau harus naik MRT kemana untuk menuju hotel. Ditambah, saya bisa duduk santai menikmati free wifi terlebih dahulu karena janjian mau kencan dan kalau sempat selain makan malam mau makan siang juga. Selain itu, di Changi juga saya bisa ambil peta gratis.

Berdasarkan informasi yang kita dapat dari uncle-uncle petugas bus Transtar, jadi dari JB CIQ kita bisa naik bus yang akan mengantar kita ke imigrasi Singapore di Woodland. Nanti, dari Woodland kita akan naik bus lain dengan kode TS1 yang akan melanjutkan perjalanan ke Changi Airport.

Walaupun agak sebel karena ribet, saya akhirnya mengiyakan karena paling ngga saya mendapatkan pengetahuan tambahan dari pengalaman saya keluar Malaysia pertama kalinya melalui jalur darat menggunakan bus umum.



Bus berhenti di imigrasi Singapore di Woodland, dan kita turun dengan seluruh barang bawaan kita untuk antri imigrasi disana. Jangan lupa untuk isi kartu imigrasi terlebih dahulu sebelum antri. 

Dan kalau misalnya kamu merasa imigrasi di Changi Airport cukup angker, maka boleh dicoba dengan imigrasi di Woodland yang lebih angker lagi.

Baru nyampe, kita langsung dikerubungin sama petugas imigrasi yang nanya-nanya apakah ini pertama kali kita mengunjungi Singapore, kita akan stay disana berapa lama, tinggal dimana, dst.

Jangan lupa untuk isi kartu imigrasi sebelum antri.

Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya yang sempat masuk Malaysia lewat Woodland dengan kendaraan kantor, random check memang lumrah adanya untuk perjalanan darat. Random check ini berlaku baik di imigrasi Singapore maupun di JB. Sama aja.

Maklum, tahun lalu saya sempat kena random check dan harus turun dari mobil untuk diintrogasi selama sekitar setengah jam di kantor imigrasi Malaysia di JB, sementara teman-teman saya menunggu di mobil.

Dan untuk kali ini, saya agak deg-degan karena bawa Akin, adik cowok saya yang belum pernah masuk Singapore sama sekali sebelumnya.

Untungnya, sejak di hotel saya udah wanti-wanti sama si Akin untuk menyimpan seluruh dokumen yang diperlukan untuk jaga-jaga nanti kalau kena random check di salah satu imigrasi, baik di Malaysia maupun Singapore-nya.

Dan ternyata, bener aja… Adik saya kena random check di Woodland yang hasilnya adalah saya keringat dingin nunggu adik saya keluar dari imigrasi selama kurang lebih 1.5 jam. Iya, 1.5 jam!! :/

Tips kena random check di imigrasi: bersikap ramah tapi tegas dan meyakinkan, dan siapkan dokumen yang diperlukan untuk memperkuat alasan kalian mengunjungi negara yang bersangkutan. 

Iya, jadi karena saya betul-betul parno adik saya ga masuk Singapore karena kena random check, setiap dokumen dan tiket yang saya beli menggunakan e-mail saya langsung saya share ke adik saya untuk disimpan di HP-nya untuk jaga-jaga jika diperlukan.

Bahkan, sejak saya di JB, saya udah wanti-wanti ke adik saya untuk save as documents setiap dokumen dan tiket yang saya kirimkan, dan jangan cuma mengandalkan mobile data untuk membuka dokumen-dokumen tersebut.

Untuk ini, adik saya meyakinkan saya kalau dia udah simpan semua dokumen melalui aplikasi iBooks. Dokumen yang disimpan diantaranya adalah booking summary dari easybook.com untuk jalur JB-Changi Airport, hotel voucher, dan juga tiket pesawat pulang ke Indonesia.

Hotel voucher sebagai dokumen pendukung untuk bukti bahwa kita sudah memiliki akomodasi selama tinggal di negara bersangkutan.

Dan berdasarkan adik saya, selama 1.5 jam dia diinterogasi oleh imigrasi, memang pertanyaan yang diajukan oleh petugas cukup ‘standar’, diantaranya apa tujuan untuk masuk ke Singapore, akan berapa lama disana, dan tinggal dimana.

Untungnya, untuk semua pertanyaan yang diajukan, adik saya sudah menyiapkan dokumen pendukung sehingga dia bisa lolos walaupun memang kalau menurut adik saya, antrian orang-orang yang diinterogasi di kantor imigrasi pun cukup banyak sehingga memakan waktu yang cukup lama.

Tiket pulang pun cukup vital untuk kamu yang masuk Singapore dengan rencana berlibur.

Kalau ditanya gimana cara menghadapi imigrasi, sebetulnya susah-susah gampang yah.

Tapi ada satu hal yang saya ingat terus dari pengalaman saya bekerja di bandara: keputusan CIQ di bandara itu seperti keputusan Tuhan. Apapun alasannya, keputusan mereka sudah valid dan ga bisa diganggu gugat.

Suka ga suka, kita harus jaga manner ketika berhadapan dengan orang-orang Customs, Immigration and Quarantine. Kesampingkan dulu gengsi, karena kita berhadapan dengan pilar pertama kita memasuki sebuah negara.

Ketika kita digalakin sama orang imigrasi, sebetulnya ga harus takut kalau tujuan kita masuk negara tersebut jelas.

Mereka ingin memberikan kesan bahwa mereka tegas, karena memang keputusan yang nantinya mereka ambil apakah mereka mengizinkan kita masuk atau engga ke negara mereka itu sifatnya absolut. Karena itu, bersikap ramah tapi tegas kepada setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh petugas imigrasi itu wajib hukumnya kalau misalnya kalian mau selamat lolos keluar imigrasi. 😉



Kalau kalian berencana untuk masuk Singapore melalui JB CIQ seperti saya dan adik saya kemarin, saya sarankan untuk sarapan atau makan dahulu sebelum masuk imigrasi Malaysia di JB CIQ. 

Kenapa? Karena di sekitaran bus pool yang ada di arena JB CIQ cuma tersedia minimarket, sedangkan di Woodland lebih-lebih gersangnya.

Saran saya adalah supaya kalian mengedepankan urusan perut sebelum deg-deg-ser ngadepin imigrasi baik di Malaysia maupun Singapore. 😛

Maklum, kita ga pernah tau apakah kita bakal kena random check atau engga. You’re not you when you’re hungry, jadi yaaa..

Jaga-jaga kalau kalian traveling rame-rame dan salah satu dari kalian kena random check seperti yang terjadi dengan saya dan adik saya, mungkin pilihan mobile wifi yang bisa digunakan baik di Singapore dan Malaysia bisa jadi pilihan tepat. 

Ini karena selama di Malaysia saya menggunakan SIM Malaysia dan juga mengandalkan SIM Indonesia (Telkomsel) di HP yang lain.

Dan ketika kejadian adik saya kena random check yang bikin saya was-was selama 1.5 jam di Woodlands sambil bawa-bawa koper saya yang segede gaban sekaligus koper bawaan adik saya, saya baru menyadari bahwa SIM Malaysia saya udah ga aktif karena belum register roaming dan udah masuk Singapore. Sedangkan ternyata Telkomsel saya sama sekali ga ada sinyal.

Itu saya deg-degan banget, yang ada di pikiran saya, gimana kalau misalnya ade saya ga bisa keluar imigrasi? Saya tau darimana kalau adik saya disuruh balik lagi? Gimana saya ngehubungin ibu saya? Gimana saya bawa barang bawaan yang banyak ini? 🙁

Karena bus pool di Woodland juga kurang lebih mirip-mirip di JB yang minim petugas, jadi kita dituntut untuk lebih teliti untuk cek nomor bus yang akan kita tumpangi. 

Kebetulan, karena Transtar Cross Border dengan nomor TS1 tujuan Changi Airport berhenti di bus pool paling dekat lift, saya ga terlalu repot nyari lagi. Dan FYI, walaupun di booking summary tertulis kalau tiket saya berlaku untuk bus jam 10.15, tetapi karena masalah random check, kita baru bisa keluar imigrasi sekitar jam 11.30 waktu setempat.

Awalnya saya agak cuek dan udah mengikhlaskan kalau seandainya tiket tersebut udah ga berlaku dan harus bayar on the spot untuk ongkos dari Woodland ke Airport. Tapi ternyata, booking summary yang saya tunjukkan masih berlaku dan saya ga perlu bayar lagi walaupun jam keberangkatan udah lewat.

Kenapa? Mungkin karena bus Transtar Cross Border ini bentuknya lebih seperti commuter bus semacam bus TransJakarta alih-alih couch bus dengan nomor tempat duduk. Yang diperlukan oleh driver cuma Order number sama ticket ID untuk laporan ke kantor.

Contoh booking summary yang dikirimkan oleh easybook.com. Ticket ID yang saya lingkari nantinya akan diminta oleh driver bus sebagai laporan mereka bahwa kita sudah melakukan pembayaran online.

Berencana untuk masuk Singapore lewat darat untuk lanjut terbang dari Changi Airport? Spare waktu setidaknya 6 jam sebelum ETD penerbangan kalian!

Selain berdasarkan pengalaman, ini juga sempat kejadian dengan Uun, adik saya yang terbang dari Changi langsung setelah masuk Singapore lewat JB. Beruntung karena dia spare waktu sekitar 8 jam sebelum keberangkatan. Walaupun begitu, dia sempet ada drama di bandara juga yang bikin dia sedikit trauma untuk terbang lewat Changi langsung dari JB.

Dan memang, saya merasakan prosedur yang agak membingungkan untuk first timer yang belum pernah ke Changi lewat JB sebelumnya melalui jalur darat. Karena sekarang udah tau, mungkin bisa jaga-jaga. Tapi saya ga kebayang kalau saya harus merasakan pertama kali masuk Singapore via JB dan langsung ngejar penerbangan dari Changi. 🙁

Memang, masuk Singapore lewat jalur darat dari Malaysia via Johor Bahru cukup rumit prosedurnya. Tapi, saran saya sih jangan patah arang cuma karena denger dari orang soal keribetannya.

Kalau dari saya pribadi, justru saya senang karena saya jadi sedikit banyak belajar soal gimana prosedur masuk imigrasi lewat jalur darat dan membandingkan dengan masuk imigrasi standar lewat jalur udara.

Malah, kalau boleh jujur, sekarang saya agak-agak tertarik buat coba pulang ke Indonesia lewat jalur laut via Batam for the sake of experience lain kali kalau pulang dari Singapore lagi! 😀

Gimana dengan kamu? Apa kamu punya pengalaman masuk jalur darat dari Malaysia ke Singapore atau sebaliknya yang bikin cerita perjalanan kamu menarik? Atau kalian baru mau road trip lewat perbatasan darat kedua negara tersebut? Share cerita kamu di kolom komen di bawah yah… Cheerio!



3 thoughts on “Tips Malaysia-Singapore Lewat Jalur Darat (Via JB)

  1. Makasih sharingnya.. Iya betul pengalaman kemaren family trip. Suami, aku, anak usia 11 dan 6 th. Pas antri di imigrasi singapore abis naek bus dari KL. Aku lancar, lanjut anakku yg besar lancar, nah suamiku bareng sama anakku yg kecil.. Eh anakku lolos, suamiku kena random check juga. Untungnya udah siapin smua dokumen diprint dan dia pegang sndiri. Cukup lama juga 1.5 jam an aku nunggu di luar sama anak2 sambil deg2 ser mana yg kecil badannya panas..
    Dan waktu itu kita sekitar jam 5-6 an jadi lg rameee banget anak2 sekolah dan orang kerja dari johor masuk singapore

    Suami bilang ditanya semua rencana, itin, bukti tmp nginep, tujuan, kepulangan, sampe ktp Indonesia nya dicek juga

    1. iya, bener mbak.. emang kalo lewat darat kayanya strict banget imigrasinya. aku juga taun lalu kena random check, padahal urusan kerjaan. tapi ya selama ikutin prosedur yang benar dan terpercaya sih kayanya walaupun kena random check lolosnya ga sulit juga. wajar juga soalnya, apalagi passport indonesia sering ada kasus tki ilegal khan di kedua negara.

Tinggalkan Balasan

loading...