Tips Anti-Norak Buat Yang Pertama Kali Naik Pesawat (Yang Juga Perlu Diperhatikan Frequent Flyer)

Jadi, beberapa waktu yang lalu saya sempet blogwalking ke salah satu blog member Blogger Perempuan dengan postingannya soal pertama kali naik pesawat.

Dan saya langsung kepikiran buat nulis ini, karena walaupun wara-wiri di pesawat bisa jadi sesuatu yang biasa buat sebagian orang, tapi pasti ada aja orang yang masih deg-degan karena baru pertama kali naik pesawat.

Bahkan nih, buat orang-orang yang ngaku frequent flyers pun sebenernya banyak dari mereka yang sebetulnya ga mengikuti etika bepergian dengan pesawat terbang seharusnya. Hmmm.

Makanya, sebagai seseorang yang pernah terbang sebagai seorang penumpang, kerja di bandara dengan tugas sebagai ground staff sampai terbang sebagai pramugari, rasanya ga salah kalau saya pengen sedikit berbagi. Kenapa? Supaya kalau ada yang baca, setidaknya perubahan bisa dimulai dari diri sendiri supaya bisa memudahkan diri sendiri dan orang lain ketika bepergian dengan pesawat terbang.

Ga mau khan dicap norak dan dicap sebagai penumpang rese sama staff bandara atau pramugari di pesawat?

Sebelum kalian nyinyirin saya karena belagu berasa paling tau soal jalan-jalan naik pesawat, ketahuilah kalau saya pun juga pernah norak.

Suatu saat di atas langit Singapura.

Ketika mungkin banyak dari kalian sering berseliweran naik pesawat terbang kesana-kemari, pengalaman pertama kali saya naik pesawat itu ketika umur 21 tahun. Pertama kali naik pesawat dan pertama kali ke luar negeri, jauh pula ke Turki.

Waktu itu walaupun seneng karena akhirnya ngerasain juga ke luar negeri, saya juga deg-degan karena takut norak pas terbang. Saya bahkan sempet nanya-nanya ke ibu saya, “Ma, gimana rasanya naik pesawat terbang?”

Beneran. Ini bukan bohong lebay biar tulisan saya dibaca, tapi memang begitu kenyataannya.

All Hail First Flyer!

7 tahun kemudian saat ini, saya udah merasakan asam garam di dunia penerbangan. Baik sebagai penumpang, staff di bandara atau pramugari.

Dan satu fenomena yang saya lihat adalah seringkali, penumpang yang ngaku udah sering terbang kemana-mana adalah penumpang yang bikin kepala para petugas nyut-nyutan.

Saya jadi inget obrolan saya sama Mas Zainul waktu ke Bromo dan saya ngaku kalau saya ga pernah naik gunung.

Dia bilang, “Kalau boleh jujur sih Mbak, lebih gampang bawa tamu kaya Mbak yang emang bener-bener ga punya pengalaman naik gunung. Biasanya kalau bawa tamu yang udah sering naik gunung bawaan mereka belagu, berasa paling tau.”

Yah, begitulah juga kira-kira fenomena frequent flyers di dunia penerbangan ini.

Jadi, gimana tipsnya supaya kamu ga norak walaupun baru naik pesawat pertama kalinya? Gimana menjadi penumpang setia maskapai yang madani?

1. Perhatikan jadwal penerbangan dan hindari ngaret!

Ini hal yang terdengar sepele, tapi penting. Kenapa? Karena saya menemukan banyak banget penumpang yang menyepelekan hal ini. Kalau udah gitu, ketinggalan pesawat, mereka nanti nyalahin siapa?

Yang sering saya temuin nih, orang-orang yang ngakunya sering terbang itu sekalinya telat dan ketinggalan pesawat mencak-mencak. Nah, terus kalau udah gitu apa yang mereka lakukan? Mereka biasanya marah-marahin staff yang ada di bandara dan mulai banding-bandingin maskapai yang satu dengan yang lain. Zzz.

Kalau udah gitu, biasanya staff bandara cuma bisa elus dada walaupun suka ada aja yang langsung khilaf dan balik julid kaya Mamak Topan.

Hindari telat. Kalau kalian on-time, yang untung kalian juga kok.

Idealnya, untuk penerbangan internasional kamu harus udah ada di bandara setidaknya 2 jam sebelum jadwal penerbangan yang ada di tiket. Misalnya, kamu terbang jam 5 sore, ya kamu harus udah siap di bandara seengganya jam 3 sore.

Itupun paling aman kalau kamu terbang dari bandara-bandara kecil macem Husein Sastranegara di Bandung atau Adana Sakirpasa di Adana. Kalau kamu terbang dari bandara besar macam Soekarno Hatta atau Changi, dengan situasi bandara yang gede, daripada kamu cape lari-lari ngejar pesawat, paling lambat spare waktu 3 jam deh di bandara supaya ga nyusahin orang repot.

2. Cari tahu kebijakan yang dimiliki oleh maskapai penerbangan yang kalian tumpangi.

Sekarang kalian udah tau khan biasanya orang yang ngaku-ngaku sering terbang itu sekalinya telat dan ketinggalan pesawat, kerjaannya suka banding-bandingin satu maskapai dengan maskapai lainnya.

“Saya udah sering kok terbang pake S*. Baru sekali ini saya dimintain bayaran untuk bagasi.” 

“Aduh, berarti emang mendingan naik Gar*da yah, kalau telat ditungguin.”

Oke, stop it right there dude and dudette… Karena kalau kamu udah ada pada tahap ngomel kaya diatas gini, berarti satu-satunya yang perlu disalahkan adalah diri kamu sendiri.

Bukan staff maskapai. Bukan juga maskapainya. Tapi tak lain dan tak bukan adalah kamu. You. Jij. Du. Sen. Tu. 

Kenapa? Ini udah 2017, ponsel aja udah pintar. Masa kamu ga mau jadi penumpang pintar juga sih?! 

Simpelnya gini, setiap maskapai itu punya kebijakan yang berbeda satu sama lain. Jangan sama ratain semua maskapai, mentang-mentang sama-sama 5-star airlines, eh ngarepin dapet in-flight meals Gar*da di Qa*ar. Khan ga nyambung.

Lebih hina lagi yang naik Li*n eh terus tetiba ngomel karena biasa naik Em*r*tes. Atulah. Saya ga peduli kalian aktivis yang koar-koar soal equality, karena ada hal-hal yang ga bisa dipukul sama rata. Dan ini salah satunya. Hmmm.

Urusan bagasi nih yang dulu sering banget jadi bahan cekcok sama penumpang. HAHA.

Sebelum marah-marah, selalu cari tau kebijakan seperti apa maskapai yang kalian tumpangi nantinya. Bagaimana kebijakan soal bagasinya. Apakah free atau harus beli? Kalau free terus bawaan kalian banyak, kalian bisa upgrade dari jauh-jauh hari ga? Kalau ga bisa, kira-kira harus siapin uang berapa buat bayar denda di check-in counter? Dan sebagainya.

Pokonya, sebisa mungkin hindari hal-hal yang bikin kalian pengen marah atau kesel waktu mau terbang. Karena, kalau kalian ngerasa kesel, hampir dipastikan orang-orang yang harus ngadepin kalian juga kesel.

Masalahnya, ada banyak yang ngakunya frequent flyer suka lupa kalau orang yang kerja di maskapai juga manusia dan bisa kesel. :/

Percayalah, saya jadi ground staff di bandara cuma setahun sis. Tapi saya udah ngerasain segala macem bentuk orang. Dari mulai TKI yang ga bisa bayar airport tax, bapak-bapak random yang ngepret saya pake duit karena harus bayar bagasi sampai orang yang ngakunya anggota DPR dan bikin rusuh di bandara dan udara.

3. Hindari masukkan barang berharga ke dalam bagasi!

Barang berharga seperti uang atau emas itu hukumnya HARAM untuk dimasukkan ke dalam bagasi. Jadi, kalau kalian terbang dan bawa uang atau barang-berharga, ikut sertakan barang-barang tersebut ke dalam kabin. 

Kenapa? Karena kalau sampai barang tersebut hilang, pihak maskapai TIDAK bertanggung jawab akan kehilangan tersebut. Mereka mungkin bakal tanggung jawab kalau koper kalian rusak saat dimasukkan bagasi, tapi mereka ga akan gantiin uang atau laptop kalian yang hilang. Catat.

Kebetulan, saya pernah ikutan komentar di salah satu postingan di grup Backpacker Internasional yang banyak orang nyinyirnya itu. Waktu itu, postingan orang ini bilang kalau kakaknya hilang emas dan sejumlah uang di bagasi ketika terbang menggunakan salah satu maskapai domestik.

Alasannya? Kakaknya udah lama di luar negeri dan ga tau kalau disini rawan.

Attaturk International Airport, Istanbul.

Percayalah, peraturan yang tidak memperbolehkan memasukkan barang berharga ke bagasi itu berlaku di seluruh dunia. Ga cuma di Indonesia.

Disitu, saya coba educate si Mbak ini karena memang sebetulnya itu tugas staff bandara untuk bertanya dan mengingatkan penumpang untuk ga memasukkan barang berharga atau uang ke bagasi. Tapi, kalau sampai dia lupa dan barang hilang saat dibagasikan, staff darat ga akan bisa berbuat apa-apa. Ga akan ada pergantian sejumlah uang yang sama.

Tiba-tiba, ada salah seorang member nyinyir yang langsung bilang, “Kok enak banget yah staff bandara ga bisa disalahin kalau udah kejadian begini?”

Gini lho penumpangku yang seperti raja, kalau dari sisi maskapai, ketika penumpang memutuskan buat beli tiket dengan maskapai bersangkutan, kita akan asumsikan mereka ngerti dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di maskapai tersebut. Kalau ternyata kalian ga ngerti, coba cek lagi lembaran tiket atau e-ticket kalian.

Nemu halaman syarat dan ketentuan berlaku yang isi tulisannya banyak dan kecil-kecil? Kita asumsikan kalian mengerti dari halaman tersebut. Saya tau kalian males baca, karena saya juga. Tapi ya tulisan itu dan mungkin box yang kalian contreng waktu pesan tiket akan dijadikan alibi oleh maskapai saat kejadian. 

Kalau udah kaya gitu, masa staff bandara juga yang disalahin? Saya sampai agak emosi baca komentar si member nyinyir ini. Dalam hati saya mikir, ini nih tipe-tipe frequent flyer tapi otaknya keblenger.



4. Barang bawaan ke kabin kalian banyak? Angkat sendiri!

Ini nih yang sering disalah kaprahkan sama begitu banyak penumpang pesawat terbang.

Jadi, kebanyakan maskapai punya aturan masing-masing untuk barang bawaan yang boleh dibawa ke kabin. Ada yang 7 kg dengan dimensi koper tertentu, ada juga yang bisa bawa sampai 10kg asal koper cukup masuk ke kompartemen.

Biasanya sih staff bandara cek barang bawaan yang dibawa sama penumpang ke kabin. Tapi, ga jarang juga ketika pesawat penuh dan semua staff sibuk, barang penumpang tiba-tiba berhamburan dan banyak. Ketika boarding, tiba-tiba bawaan mereka banyak dan mereka ga kuat buat angkat barang tersebut ke kompartemen.

Kalau udah gitu, tau donk siapa yang dipanggil? Yoi. Pramugari.

Coba perhatikan susunan koper yang ada di atas kompartemen. Begitulah cara memasukkan koper ke kompartemen dengan benar. Bukan asal masukkin dan makan jatah orang. Oke?

Yang perlu diperhatikan adalah, walaupun memang benar kalau tugas pramugari atau pramugara di dalam pesawat adalah melayani para penumpang dengan segala kebutuhannya selama penerbangan, mengangkat barang ke atas kompartemen BUKAN tugas mereka.

Tentu, mereka bisa bantu. Tapi ya jangan jadi penumpang ga tau diri yang bawa barang 15 kg ke kabin ketika yang diperbolehkan cuma 7 kg, bagian nyampe pesawat ga mau ngangkat. Situ sehat?

Tugas pramugari itu melayani kalian selama penerbangan dengan cara mempersiapkan makanan dan minuman juga kudapan selama kalian ada berada dalam penerbangan. Ada juga diantara mereka yang tugasnya ngecek lavatory supaya tetap nyaman digunakan oleh para penumpang.

Di balik itu, mereka juga udah dilatih gimana caranya supaya bisa jadi pemadam kebakaran kalau sampai ada api di dalam pesawat. Gimana caranya jadi bidan kalau tetiba ada yang mau melahirkan. Atau gimana caranya jadi dokter ketika ada yang tiba-tiba terkena serangan jantung.

Tapi, sekali lagi, mengangkat barang yang kalian bawa bukan tugas mereka. Kalian bisa bawa barang tersebut dari terminal bandara sampai ke pesawat. Masak ga bisa angkat barang tersebut ke kompartemen? Hmmm.

5. Jangan jawab kalian mau kambing ketika awak kabin nanya mau ayam atau sapi.

Apalagi penerbangan pendek ketika waktu buat service mereka sedikit, jangan buang-buang waktu dengan becanda kaya ginian deh. Terus nih, kalau misalnya ternyata pilihannya habis, mohon maaf. You can either take it or leave it, man! 

Kalau misalnya durasi penerbangan cukup panjang, kalian boleh minta opsi makanan kru. Biasanya, makanan kru pasti ada dan kalau kalian dapet pramugari yang baik pasti diambilin.

Tapi kalau penerbangan cuma 1 jam dan kalian masih pilih-pilih soal makanan juga? Mohon maaf, kalau kelakuan kalian gini hampir dipastikan kalian bakal jadi bahan gosip di galley.

Ga bakat jadi foodie, jadi mau pamer in-flight meals aja berantakan. 🙁

Lagipula, kalau saya boleh komen sedikit sih, makanan pesawat ga ada yang enak. Mau ayam atau sapi rasanya perasaan sama aja. Rasa oven. Hahaha.

Kalau saya biasanya lebih milih bungkus bawa McD sendiri. 😀

6. Hindari tepuk tangan saat landing. Dan cuma karena pesawat udah napak tanah, bukan berarti kalian udah boleh berdiri dan ambil barang-barang kalian di kompartemen.

Kenapa hindari tepuk tangan saat landing? Soalnya norak. 😛

On a serious note, bukan itu aja sih sebenernya… Kalian tau khan film Critical Eleven? Walaupun saya belum nonton itu film, tapi intinya sih gini, kecelakaan pesawat itu rentan terjadi ketika take off dan landing

Makanya, sebenernya di saat pesawat napak tanah kita diharapkan buat lebih waspada aja sih dengan keadaan sekitar. Kenapa? Karena takutnya ada hal-hal ‘ga biasa’ terjadi di periode tersebut. Hal-hal ini bisa berupa suara atau apapun yang sekiranya ga lumrah ditemui ketika landing dalam keadaan lancar.

Kebayang khan kalau ternyata suara mesin di luar aneh, tapi suaranya ga kedengeran karena kalian tepuk tangan? Sesuatu yang bisa ditindak lanjuti secara cepat bisa jadi bawa malapetaka. Yakan?

Karena itu juga, hindari buat pengen buru-buru ambil barang di kompartemen ketika pesawat masih jalan. Karena bahaya. Ga cuma bahaya buat kamunya, tapi juga buat orang lain juga. Kalau tiba-tiba landasan pesawat ga rata dan kamu buka kompartemen ada koper yang jatuh ke kepala orang gimana?

Nah, kira-kira hal-hal seperti itulah yang harus kamu perhatikan tiap kali bepergian naik pesawat terbang. Mungkin biasa buat sebagian orang, tapi percayalah, di luaran sana masih banyak orang yang ga aware soal hal-hal yang mungkin kalian anggap sepele.

Mudah-mudahan dengan saya menulis ini nantinya bisa membantu kamu untuk jadi penumpang yang baik next time kalian naik pesawat. Ga mau khan kalian diinget sepanjang masa sama staff bandara atau pramugara cuma karena kalian norak? 

Cheerio! 😀

2 thoughts on “Tips Anti-Norak Buat Yang Pertama Kali Naik Pesawat (Yang Juga Perlu Diperhatikan Frequent Flyer)

Tinggalkan Balasan

loading...