Tips Anti-Norak Buat Yang Pertama Kali Naik Pesawat (Yang Juga Perlu Diperhatikan Frequent Flyer)

Jadi, beberapa waktu yang lalu saya sempet blogwalking ke salah satu blog member Blogger Perempuan dengan postingannya soal pertama kali naik pesawat.

Dan saya langsung kepikiran buat nulis ini, karena walaupun wara-wiri di pesawat bisa jadi sesuatu yang biasa buat sebagian orang, tapi pasti ada aja orang yang masih deg-degan karena baru pertama kali naik pesawat.

Bahkan nih, buat orang-orang yang ngaku frequent flyers pun sebenernya banyak dari mereka yang sebetulnya ga mengikuti etika bepergian dengan pesawat terbang seharusnya. Hmmm.

Makanya, sebagai seseorang yang pernah terbang sebagai seorang penumpang, kerja di bandara dengan tugas sebagai ground staff sampai terbang sebagai pramugari, rasanya ga salah kalau saya pengen sedikit berbagi. Kenapa? Supaya kalau ada yang baca, setidaknya perubahan bisa dimulai dari diri sendiri supaya bisa memudahkan diri sendiri dan orang lain ketika bepergian dengan pesawat terbang.

Ga mau khan dicap norak dan dicap sebagai penumpang rese sama staff bandara atau pramugari di pesawat?

Continue reading “Tips Anti-Norak Buat Yang Pertama Kali Naik Pesawat (Yang Juga Perlu Diperhatikan Frequent Flyer)”

Jago Bahasa Inggris Tanpa Kursus? Bisa!

“Mar, les Bahasa Inggris yang bagus dimana sih?”

“Teh, gimana caranya sih supaya Bahasa Inggris kita lancar?”

Rasanya sering banget saya ditanyain pertanyaan beginian. Dan jujur, walaupun Bahasa Inggris saya ga jelek-jelek banget, tapi saya juga ga ngerasa Bahasa Inggris saya bagus banget. Ya walaupun jelas lebih bagus dari situ sih kalau kalian nyasar buka postingan ini, yekan? 😛

Jadi, gimana sih tips supaya jago Bahasa Inggris? Tempat kursus Bahasa Inggris mana yang paling bagus supaya bisa langsung cas-cis-cus?! Ga percaya kalau saya belajar Bahasa Inggris otodidak? Apa rahasianya?

Yuk mari disimak, bosque!

Continue reading “Jago Bahasa Inggris Tanpa Kursus? Bisa!”

Emosi Saat Menstruasi: Gimana Rasanya Pake Tampon?

Sebenernya ini bukan kali pertama saya nulis postingan soal tampon karena saya juga sempat nulis disini dan disini sebelumnya. Cuma memang kedua postingan ini kebetulan saya tulis di Bahasa Inggris karena apa daya, ada hal-hal yang terasa ganjil kalau diungkapkan ke dalam Bahasa Indonesia. Begitu juga dengan ngomongin menstruasi dan tampon.

Dari awal coba-coba pake tampon, sebenernya pengen banget nulis kesan pesan dan perbandingan pake tampon dan pembalut waktu datang bulan. Tapi pas saya coba-coba merangkai kata, mashallah susah amat nulis tanpa berasa jiji dan geli sendiri.

Tapi nih, kali ini saya nekat mau nulis karena jari saya gatel pengen ngetik dan saya kebetulan lagi dapet. Konon khan katanya kalau misalnya lagi emosional, ungkapan di tulisannya suka lebih ‘ngena’. Katanya sih.

Oke, jadi gimana rasanya pake tampon?

Continue reading “Emosi Saat Menstruasi: Gimana Rasanya Pake Tampon?”

Balada Muka Tercela Karena Make-Up Kadaluarsa

Entahlah apa ini cuma saya doang yang emang tergolong cuek sama makeup yang saya pake atau ada perempuan-perempuan di luar sana yang kelakuannya sama sampahnya kaya saya, tapi saya baru mengalami suatu kejadian tak diduga tapi bikin saya langsung jera. Hmm.

Jadi, kalau ngomongin soal dandanan dan muka sebenernya kalau boleh jujur saya ini gampang-gampang ribet.

Saya sebenernya males dandan, tapi kalau ketemu temen-temen yang potensial terlihat cantik, saya pasti dandan total. Soalnya selain saya anaknya kompetitif, saya cuma sering foto-foto ya kalau lagi jalan sama temen-temen. Hmm.

Nah, urusan hapus-menghapus make-up pilihan alternatif saya biasanya ada dua: make-up remover atau tissue pembersih wajah.

Cuma, kali ini saya ga mau bahas soal make-up apa yang saya pakai atau tissue pembersih wajah apa yang paling cocok digunakan buat hapus dempul di muka saya. Yang saya mau bahas adalah bencana muka saya yang tiba-tiba harus tercela karena saya dengan bodohnya pakai make-up kadaluarsa.

Continue reading “Balada Muka Tercela Karena Make-Up Kadaluarsa”

Hanna Anisa dan Susahnya Jadi Perempuan di Indonesia

Beberapa waktu yang lalu, saya baca berita soal ‘Hanna Anisa’ yang jadi keyword paling dicari di Google seharian karena bocornya video porno alumni universitas terbaik di Indonesia itu. Dan layaknya netizen basic macem kamu-kamu semua, saya pun ga mau ketinggalan dan langsung search nama tersebut pas baru baca berita terkait.

Sampai hari ini, berita soal Hanna Anisa ini masih rame dibicarakan orang-orang. Bahkan saya sampai liat meme foto Hanna sama cowo yang diduga ada di video itu diklaim sama salah satu akun meme punya negara tetangga. Saya liat postingan ini di salah satu grup lelucon se-Asia dan netizen langsung rame minta link dan nama tersangka for their research purpose only. -_-

Baru disitu saya sadar, ini kenapa jagat maya diramaikan sama Hanna Anisa sedangkan nama cowoknya siapa aja saya ga tau? Kenapa cuma Hanna yang dieksploitasi sampai almamater-nya dibawa-bawa? Siapa nama cowoknya? Apa kampusnya di Depok juga?

Continue reading “Hanna Anisa dan Susahnya Jadi Perempuan di Indonesia”

Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)

Kalau saya nyebut nama Bandung, kira-kira hal apa yang terlintas di otak kamu untuk pertama kali? Parijs van Java? Cewek-ceweknya yang cantik seperti saya? Kulinerannya? Atau pak wali-nya yang di balik segudang programnya yang progresif selalu memprovokasi warganya yang jomblo?! Heureuy ah Kang Emil, tapi sebel juga sih kadang-kadang joke-nya itu mulu. 🙁

Nah, sekarang kalau pertanyaannya diganti jadi tempat apa yang pertama kali terlintas kalau ngomongin Bandung, jawaban kamu apa?

Braga? Alun-alun? Gedung Merdeka? Atau malah Pasar Baru? Hmmm.

Apapun itu, kalau boleh jujur sih hal yang ironis dalam diri saya adalah kenyataan kalau saya seneng jalan-jalan, tapi kalau urusannya dalam kota Bandung, saya ini tergolong dalam kaum-kaum yang jarang piknik.

Continue reading “Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)”

Tai Hoe Hotel dan Himbauan Buat Turis Indonesia Supaya Ga Norak di Luar Negeri

Cari penginapan di Singapore yang enak, strategis dan murah itu agak sulit. Siapapun yang pernah merencanakan perjalanan ke Singapore sendiri pasti setuju, apalagi tipe-tipe solo traveler kaya saya yang judulnya pengen budget traveling, tapi ogah kalau harus berbagi kamar di hostel.

Gimana engga? Hotel di Singapore dengan fasilitas private bedroom dengan dilengkapi oleh kamar mandi budgetnya hampir pasti di atas $50, itupun biasanya dengan harga segitu dapat hotelnya dengan lokasi kurang strategis dan fasilitas seadanya kalau engga sempit kamarnya.

Makanya, perjalanan saya ke Singapore terakhir ini saya kudu ‘nyerah’ soal budget penginapan demi kenyamanan. Kalau biasanya saya kasih budget sekitar IDR 300.000++ untuk penginapan per malam, untuk Singapore ini saya set sekitar IDR 750.000++ yang penting dapat kamar enak dan strategis supaya ga ribet kalau mau jalan-jalan.

Akhirnya, setelah liat-liat harga promo dan liat review sana-sini, saya pun memutuskan buat booking kamar Standard Twin Room di Tai Hoe Hotel, Singapore lewat Traveloka mobile apps.

Continue reading “Tai Hoe Hotel dan Himbauan Buat Turis Indonesia Supaya Ga Norak di Luar Negeri”