Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)

Kalau saya nyebut nama Bandung, kira-kira hal apa yang terlintas di otak kamu untuk pertama kali? Parijs van Java? Cewek-ceweknya yang cantik seperti saya? Kulinerannya? Atau pak wali-nya yang di balik segudang programnya yang progresif selalu memprovokasi warganya yang jomblo?! Heureuy ah Kang Emil, tapi sebel juga sih kadang-kadang joke-nya itu mulu. 🙁

Nah, sekarang kalau pertanyaannya diganti jadi tempat apa yang pertama kali terlintas kalau ngomongin Bandung, jawaban kamu apa?

Braga? Alun-alun? Gedung Merdeka? Atau malah Pasar Baru? Hmmm.

Apapun itu, kalau boleh jujur sih hal yang ironis dalam diri saya adalah kenyataan kalau saya seneng jalan-jalan, tapi kalau urusannya dalam kota Bandung, saya ini tergolong dalam kaum-kaum yang jarang piknik.

Continue reading “Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)”

Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Karena Tak Selamanya Diam Itu Emas

Umur saya 22 tahun ketika saya baru menyelesaikan studi saya dan memutuskan untuk pindah sementara ke Jakarta untuk berpartisipasi dalam sebuah pagelaran olahraga regional disana.

Ketika banyak teman-teman saya yang langsung memilih bekerja di perusahaan setelah lulus kuliah, saya memutuskan untuk menunda mencari pekerjaan dan berpartisipasi dalam pagelaran olahraga tersebut untuk mempersiapkan mental dan menambah soft skill saya sebelum bekerja secara profesional.

Pertimbangan saya saat itu, pagelaran olahraga regional yang diadakan di Jakarta ini merupakan salah satu pagelaran olahraga terbesar di Asia Tenggara dengan ribuan tamu dari negara-negara tetangga. Kalau saya berpartisipasi di acara ini, maka setidaknya saya akan memiliki sedikit pengalaman ketika mencari pekerjaan sesungguhnya selain saya juga mencoba memanfaatkan acara ini sebagai ajang networking yang mungkin akan membuka peluang-peluang bekerja ke depannya.

Siapa yang sangka ternyata partisipasi saya dalam ajang kompetisi olahraga regional ini tidak saja membuka wawasan saya mengenai profesionalisme dan menambah teman, tetapi ajang olahraga ini juga membukakan mata saya terhadap suatu isu yang lebih besar: pelecehan terhadap perempuan.

Continue reading “Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Karena Tak Selamanya Diam Itu Emas”

Tai Hoe Hotel dan Himbauan Buat Turis Indonesia Supaya Ga Norak di Luar Negeri

Cari penginapan di Singapore yang enak, strategis dan murah itu agak sulit. Siapapun yang pernah merencanakan perjalanan ke Singapore sendiri pasti setuju, apalagi tipe-tipe solo traveler kaya saya yang judulnya pengen budget traveling, tapi ogah kalau harus berbagi kamar di hostel.

Gimana engga? Hotel di Singapore dengan fasilitas private bedroom dengan dilengkapi oleh kamar mandi budgetnya hampir pasti di atas $50, itupun biasanya dengan harga segitu dapat hotelnya dengan lokasi kurang strategis dan fasilitas seadanya kalau engga sempit kamarnya.

Makanya, perjalanan saya ke Singapore terakhir ini saya kudu ‘nyerah’ soal budget penginapan demi kenyamanan. Kalau biasanya saya kasih budget sekitar IDR 300.000++ untuk penginapan per malam, untuk Singapore ini saya set sekitar IDR 750.000++ yang penting dapat kamar enak dan strategis supaya ga ribet kalau mau jalan-jalan.

Akhirnya, setelah liat-liat harga promo dan liat review sana-sini, saya pun memutuskan buat booking kamar Standard Twin Room di Tai Hoe Hotel, Singapore lewat Traveloka mobile apps.

Continue reading “Tai Hoe Hotel dan Himbauan Buat Turis Indonesia Supaya Ga Norak di Luar Negeri”

Tips Malaysia-Singapore Lewat Jalur Darat (Via JB)

Beberapa waktu sebelum saya berangkat ke Malaysia dan merencanakan untuk melanjutkan perjalanan ke Singapore lewat jalan darat, saya seringkali menemukan postingan-postingan random di grup Backpacker Internasional tentang betapa susahnya masuk Singapore lewat jalur darat. Bahkan, ada yang sampai kejadian suaminya masuk daftar black list di Singapura ketika mencoba masuk lewat imigrasi di Woodland.

Awalnya pas baca postingan-postingan soal kengerian masuk Singapore dari Malaysia lewat jalur darat, saya agak jiper karena ini akan menjadi kali pertama saya commuting ke Singapore lewat Malaysia dengan menggunakan bus umum. Ditambah lagi, saya bawa adik laki-laki saya, Akin, yang baru akan masuk Singapore untuk pertama kalinya.

Tapi, setelah melalui beberapa kesulitan yang ternyata benar adanya, ditambah drama adik saya kena random check tapi alhamdulillah lolos di imigrasi Woodland. Kalau ditanya apakah imigrasi di JB maupun Woodland sengeri itu untuk para first timer yang mau masuk ke kedua negara tersebut lewat jalur darat, jawaban saya yah kurang lebih seperti itu lah. Bikin deg deg ser.

Makanya, saya akhirnya memutuskan untuk berbagi pengalaman dan pelajaran apa-apa aja yang saya dapat dari perjalanan jalur darat Malaysia-Singapore via JB ini, dan juga tips dan trik yang mungkin bisa membantu teman-teman yang berencana untuk melakukan perjalanan yang sama. Mudah-mudahan terbantu! 🙂

Continue reading “Tips Malaysia-Singapore Lewat Jalur Darat (Via JB)”

Kota Lodge Hotel, Sentuhan Keluarga di Tanah Melaka

Jadi, seperti yang beberapa lalu saya sebutkan melalui postingan-postingan saya sebelumnya, awal bulan ini saya baru kembali dari road trip Malaysia-Singapore saya dimana rute yang saya ambil diantaranya Kuala Lumpur, Melaka, Johor Bahru dan Singapore sebagai titik pemberhentian terakhir sebelum kembali ke Indonesia.

Alasan saya untuk berkunjung ke Melaka untuk kedua kalinya sebetulnya ga cuma karena saya pengen bawa Akin, adik saya yang cowok, jalan-jalan kesana, tapi juga saya kesana dalam rangka silaturahmi dengan Kak May, istri dari pemilik Kota Lodge Hotel, tempat saya menginap ketika berkunjung ke Melaka untuk pertama kalinya di tahun 2013.

Karena dulu pas pertama kali nginep saya masih males-malesan buat serius blogging, akhirnya saya memutuskan buat menulis review-nya kali ini.

Perkenalan saya dengan Kota Lodge Hotel ini dimulai 4 tahun lalu waktu saya memutuskan untuk booking kamar disini melalui Agoda.

Continue reading “Kota Lodge Hotel, Sentuhan Keluarga di Tanah Melaka”

Skybound Online, Sekolah Pramugari Praktis Untuk Para Wannabes

Tiap kali saya ketauan orang kalau saya dulu sempat jadi pramugari, respon yang saya dapat kurang lebih sama: antara ga percaya karena kebetulan liat saya ga dandan dan pake baju awut-awutan atau langsung melanjutkan dengan pertanyaan, “Khan susah ya diterima jadi pramugari?”

Pertanyaan tersebut ga salah sih, karena sepertinya dari jaman dahulu kala, profesi pramugari ga pernah kehilangan peminatnya.

Baru beberapa waktu lalu, saya terkoneksi dengan setidaknya dua orang anggota grup The Solo Female Traveler Network di Facebook yang penasaran dengan gaya hidup di balik trolley dolly dan mempertimbangkan pekerjaan menjadi pramugari.

Dua orang ini cuma segelintir dari ribuan, atau mungkin jutaan banyak orang, baik lelaki maupun perempuan yang bercita-cita menjadi awak kabin.

Beribu sebutannya, dari mulai pramugara/pramugari, flight attendant, cabin crew, steward/stewardess… Boleh dicek tiap kali ada rekrutment, dimanapun untuk maskapai apapun, antrian selalu penuh dengan para wannabes, sebutan orang-orang yang bercita-cita jadi pramugari.

Kamu termasuk salah satu dari wannabes yang kepikiran untuk berkarir sebagai trolley dolly tapi ga pede dengan kemampuan kamu saat wawancara nanti? Atau mungkin kamu baru lulus SMA dan kepikiran untuk menambah skill kamu sebelum coba cari-cari peruntungan di dunia penerbangan?

Pas banget, karena saya baru diperkenalkan dengan platform yang memungkinkan kamu untuk sekolah praktis menjadi pramugari: Skybound Online.

Continue reading “Skybound Online, Sekolah Pramugari Praktis Untuk Para Wannabes”

Produk Untuk Kulit Cerah Harga Murah: BDL Olive Moisturizing Body Scrub & Placenta Hand And Body Lotion

Karena dari kemarin-kemarin kebanyakan posting soal trip terakhir saya ke Malaysia dan Singapore, rasa-rasanya ga ada salahnya kalau saya bikin selingan untuk sedikit review tentang produk skin care yang rutin saya gunakan dua bulan ke belakang sejak saya pulang ke Bandung.

Harganya murah dan isinya banyak. Sengaja saya beli yang begini karena awalnya saya pikir ga bakalan lama di Bandung, dan produk-produk skin care yang banyak dan murah cukup membantu untuk stok persediaan kalau saya di rumah supaya ga usah bawa printilan dari Jakarta. 🙂

Tapi ternyata, nasib berkata lain karena ternyata sampai sekarang malah saya belum balik-balik ke Jakarta gara-gara terapi bell’s palsy saya yang lumayan memakan banyak waktu saya tiap hari. Hmm.

Oke, jadi produk yang mau saya bahas saat ini ada dua, yaitu BDL Olive Moisturizing Body Scrub dan Placenta Hand & Body Lotion. Untuk Placenta Hand & Body Lotion yang saya gunakan saat ini adalah varian dengan double moisturizing yang konon mengandung goat’s milk dan whitening.

Continue reading “Produk Untuk Kulit Cerah Harga Murah: BDL Olive Moisturizing Body Scrub & Placenta Hand And Body Lotion”