Napak Tilas Rute Klasik Bandung-Jakarta Lewat Puncak: RM. Samolo

Dengan adanya tol Cipularang yang diresmikan sejak kurang lebih 12 tahun yang lalu, ada rute seru yang seringkali terlupakan: Bandung-Jakarta lewat Puncak.

Apalagi sekarang dari mulai bus dan travel dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya udah hampir pasti menggunakan rute Cipularang karena memakan waktu yang relatif lebih cepat. Saya kurang tau apa masih ada bus yang lewat rute Puncak dari Bandung dan Jakarta, tapi bisa dipastikan kebanyakan orang kalau disuruh pilih rute antara Puncak dan Cipularang, kids jaman now bakal milih Cipularang.

Jadi, karena beberapa waktu lalu saya sering diharuskan bolak-balik Bandung-Jakarta, satu kali Heri, sepupu saya nawarin untuk nganter saya dan tante saya ke Jakarta. Dan kita langsung memutuskan buat napak tilas rute yang udah lama banget ga kita lewatin: ke Jakarta lewat Puncak.

Gara-gara ini juga, ibu saya tiba-tiba nimbrung ikut ke Jakarta.

Continue reading “Napak Tilas Rute Klasik Bandung-Jakarta Lewat Puncak: RM. Samolo”

6 Snack dan Makanan Yang Bikin Kangen Karena Susah Dicari (Atau Udah Ga Produksi)

Beberapa waktu yang lalu, ketika baru sampai ke Kalibata City setelah sekitar sebulan setengah ga balik ke Jakarta, mata saya langsung melek karena saya baru tau kalau ada FamilyMart buka di tower Gaharu. FamilyMart ini buka di kios bekas Sevel dulu, yang artinya ukurannya lumayan gede.

Kenapa mata saya langsung melek? Karena, walaupun barang-barang jajanan di FamilyMart kurang lebih sama kaya minimarket lainnya (dan bahkan terkadang lebih mahal), tapi saya suka banget dua produk andalan FamilyMart: Dolce Latte dan Yakitori, terutama Yakitori Kawa.

Karena pas sampai Jakarta udah lumayan larut, akhirnya saya baru menyempatkan diri ke FamilyMart besok siangnya dan tanpa mikir banyak langsung antri di kasir untuk pesan dua produk jagoan saya tersebut.

Waktu liat di display, Yakitori yang tersedia cuma Yakitori Negima dan Tsukune. Sebagai pecinta Yakitori Kawa #1 saya pun langsung nanya mas-nya, karena cuma Yakitori Kawa yang bisa bikin saya jatuh cinta.

Dan jawaban mas-nya bikin saya patah hati, karena kata mas-nya Yakitori Kawa udah ga ada. 🙁

Continue reading “6 Snack dan Makanan Yang Bikin Kangen Karena Susah Dicari (Atau Udah Ga Produksi)”

Review: Holika Holika Golden Monkey Glamour Lip (3-Step Kit)

Baru-baru ini, saya kebagian dapet sampel untuk direview lagi dari yukcoba.in. Kalau sebelumnya saya kebagian review soal Silky Girl Hi-Definition Brow Liner Soft Black, kali ini giliran saya untuk cobain another K-beauty product: Holika Holika Golden Monkey Glamour Lip (3-Step Kit).

Dari awal saya request sampel produk ini dicoba pun alasannya jelas: bibir saya lagi kering parah dan pecah-pecah.

Selain itu, saya juga belum pernah coba produk-produk perawatan bibir apapun kecuali lip balm. Makanya saya tertarik buat coba produk satu ini.

Continue reading “Review: Holika Holika Golden Monkey Glamour Lip (3-Step Kit)”

Jendela360 Buat Yang Ogah Ribet Cari Apartemen di Jakarta

Hallo beautravelers!

Ada yang berencana pindah ke ibukota? Atau sekarang lagi berencana pindah tempat tinggal di Jakarta?

Mungkin karena pindah tempat kerja, atau newlywed dan cari tempat tinggal yang deket dari tempat kerja kamu dan pasangan? Mau sewa apartemen tapi ga mau ribet?

Sewa apartemen di Jakarta tuh emang susah-susah gampang sis!

Dengan keadaan macetnya ibukota dan mungkin kesibukan masing-masing dari kalian sebagai karyawan atau pengusaha, cari apartemen di Jakarta bisa jadi perkara sulit.

Susah nyari yang lokasinya cocok lah, susah yang pas sama budget, belum lagi survey-nya yang bisa makan waktu banyak di jalan.

Terus jadi gimana biar ga ribet cari apartemen di Jakarta?

Continue reading “Jendela360 Buat Yang Ogah Ribet Cari Apartemen di Jakarta”

Emosi Saat Menstruasi: Gimana Rasanya Pake Tampon?

Sebenernya ini bukan kali pertama saya nulis postingan soal tampon karena saya juga sempat nulis disini dan disini sebelumnya. Cuma memang kedua postingan ini kebetulan saya tulis di Bahasa Inggris karena apa daya, ada hal-hal yang terasa ganjil kalau diungkapkan ke dalam Bahasa Indonesia. Begitu juga dengan ngomongin menstruasi dan tampon.

Dari awal coba-coba pake tampon, sebenernya pengen banget nulis kesan pesan dan perbandingan pake tampon dan pembalut waktu datang bulan. Tapi pas saya coba-coba merangkai kata, mashallah susah amat nulis tanpa berasa jiji dan geli sendiri.

Tapi nih, kali ini saya nekat mau nulis karena jari saya gatel pengen ngetik dan saya kebetulan lagi dapet. Konon khan katanya kalau misalnya lagi emosional, ungkapan di tulisannya suka lebih ‘ngena’. Katanya sih.

Oke, jadi gimana rasanya pake tampon?

Continue reading “Emosi Saat Menstruasi: Gimana Rasanya Pake Tampon?”

Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)

Kalau saya nyebut nama Bandung, kira-kira hal apa yang terlintas di otak kamu untuk pertama kali? Parijs van Java? Cewek-ceweknya yang cantik seperti saya? Kulinerannya? Atau pak wali-nya yang di balik segudang programnya yang progresif selalu memprovokasi warganya yang jomblo?! Heureuy ah Kang Emil, tapi sebel juga sih kadang-kadang joke-nya itu mulu. 🙁

Nah, sekarang kalau pertanyaannya diganti jadi tempat apa yang pertama kali terlintas kalau ngomongin Bandung, jawaban kamu apa?

Braga? Alun-alun? Gedung Merdeka? Atau malah Pasar Baru? Hmmm.

Apapun itu, kalau boleh jujur sih hal yang ironis dalam diri saya adalah kenyataan kalau saya seneng jalan-jalan, tapi kalau urusannya dalam kota Bandung, saya ini tergolong dalam kaum-kaum yang jarang piknik.

Continue reading “Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)”

Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Karena Tak Selamanya Diam Itu Emas

Umur saya 22 tahun ketika saya baru menyelesaikan studi saya dan memutuskan untuk pindah sementara ke Jakarta untuk berpartisipasi dalam sebuah pagelaran olahraga regional disana.

Ketika banyak teman-teman saya yang langsung memilih bekerja di perusahaan setelah lulus kuliah, saya memutuskan untuk menunda mencari pekerjaan dan berpartisipasi dalam pagelaran olahraga tersebut untuk mempersiapkan mental dan menambah soft skill saya sebelum bekerja secara profesional.

Pertimbangan saya saat itu, pagelaran olahraga regional yang diadakan di Jakarta ini merupakan salah satu pagelaran olahraga terbesar di Asia Tenggara dengan ribuan tamu dari negara-negara tetangga. Kalau saya berpartisipasi di acara ini, maka setidaknya saya akan memiliki sedikit pengalaman ketika mencari pekerjaan sesungguhnya selain saya juga mencoba memanfaatkan acara ini sebagai ajang networking yang mungkin akan membuka peluang-peluang bekerja ke depannya.

Siapa yang sangka ternyata partisipasi saya dalam ajang kompetisi olahraga regional ini tidak saja membuka wawasan saya mengenai profesionalisme dan menambah teman, tetapi ajang olahraga ini juga membukakan mata saya terhadap suatu isu yang lebih besar: pelecehan terhadap perempuan.

Continue reading “Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Karena Tak Selamanya Diam Itu Emas”