Suka dan Duka Kerja dari Rumah

Hallo semuanya!

Berhubung beberapa minggu lagi saya bakal memulai trip besar saya tahun ini, ada kemungkinan saya gak bakal bisa banyak update blog. Walaupun saya emang udah berencana buat bawa laptop sih, niatnya kalo misalnya ada waktu saya bakal usahakan buat update blog di tengah liburan saya.

Doain aja ya mudah-mudahan tempat tinggal saya nanti wifinya kenceng, biar mood saya buat nulis pun oke.

Tapiiii, sebelum liburan, saya udah niatin buat nulis sesuatu yang bukan cuma sekedar review. Dan akhirnya, saya pun memutuskan buat bikin tulisan dengan topik kerja dari rumah.

Kalau ada satu hal yang saya pelajari dari kenyataan kalau sekarang saya kerja dari rumah, itu adalah mixed opinion yang saya terima dari orang-orang sekitaran saya. Ada yang responnya langsung iri karena bisa kerja dari rumah, ada juga yang nyinyir karena mikir saya gak kerja dan nyangka saya ani-ani.

Continue reading “Suka dan Duka Kerja dari Rumah”

Tips Supaya Tetap Produktif Untuk Menulis (dan Menghindari Kehilangan Ide Brilian di Tengah Jalan)

Hallo semuanya! 😀

Tahun lalu, waktu saya memutuskan buat keluar dari pekerjaan kantor, niat awal saya itu cuma dua: terapi untuk Bell’s Palsy dan coba-coba bisnis.

Seiring berjalannya waktu, sekarang saya masih menjalani terapi seminggu sekali untuk Bell’s Palsy saya, tapi bisnis saya mangkrak. Cuma, rejeki gak kemana karena sejauh ini saya dapet rejeki dengan cara lain: menulis.

Saat ini, saya kerja secara remote sebagai copywriter di salah satu brand e-commerce di Indonesia. Selain itu, bulan ini kerjaan saya nambah jadi social media strategist salah satu artis ibukota. Pokoknya, kalau kamu tipe-tipe netizen yang suka kepoin Instagram atau Youtube-nya artis di Indonesia, ada salah satu akun yang sebagian kecil ‘otak’ kontennya adalah saya.

Continue reading “Tips Supaya Tetap Produktif Untuk Menulis (dan Menghindari Kehilangan Ide Brilian di Tengah Jalan)”

Tips Sukses Wawancara Kerja di Berbagai Industri

Kalau ada topik yang paling sering saya terima di inbox saya dari para pembaca blog saya ini, biasanya kalau enggak dari cewek-cewek galau yang pengen coba Auraku atau enggak temen-temen yang minta tips interview kerja.

Temen-temen yang minta tips interview kerja ini biasanya kalau enggak temen saya sendiri yang pengen masuk ke tempat kerja saya sebelumnya, atau kalau enggak temen-temen yang gak sengaja nyasar di blog saya dan dapet panggilan interview di maskapai tempat saya kerja sebelumnya.

Dan setelah saya pikir-pikir, kayaknya saya sering banget dimintain tips supaya sukses wawancara kerja. Maklum, saya ini emang multitalented, dalam kurun waktu 7 tahun sejak saya lulus kuliah, saya udah punya pengalaman kerja di berbagai industri. Hmm.

Ibarat kata jaman saya dulu kuliah Filsafat Ilmu, kayaknya pengalaman yang saya dapat selama 7 tahun bekerja ini sifatnya non-fragmentaris. Artinya, saya ngerti beberapa industri ini secara luas, mendalam dan mendasar karena pernah tergabung di dalamnya.

Continue reading “Tips Sukses Wawancara Kerja di Berbagai Industri”

Memilih Pekerjaan Dengan Bijak

Kemarin, tepatnya di tanggal 25 Juli 2017, saya resmi mengakhiri pekerjaan 9-to-5 saya setelah tiga bulan bekerja di salah satu sekolah desain internasional yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan.

Awal saya bergabung dengan kantor ini, saya sempat berpikir pekerjaan ini akan berada dalam rencana jangka panjang saya. Tapi situasi dan kondisi berkata lain, yang akhirnya mempengaruhi keputusan saya untuk tidak melanjutkan pekerjaan ini setelah masa percobaan.

Saya pribadi berprinsip bahwa tiga bulan masa percobaan untuk suatu pekerjaan berlaku tidak hanya dari perusahaan kepada karyawan, tetapi juga sebaliknya. Dengan banyaknya kejadian bunuh diri akhir-akhir ini karena depresi, karyawan pun memiliki hak sama besarnya dengan perusahaan untuk menentukkan cocok atau tidaknya pekerjaan tersebut bagi mereka.

Layaknya pasangan bercerai yang di awal pernikahan tidak pernah terpikir untuk melangsungkan akad atau pemberkatan hanya untuk akhirnya berpisah, begitu jugalah menandatangani kontrak untuk suatu pekerjaan.

Continue reading “Memilih Pekerjaan Dengan Bijak”

Kenapa Akhirnya Berhenti Lebih Baik Daripada Bertahan

Seperti yang sudah saya sebutkan di beberapa postingan sebelumnya, saya akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saya sebelumnya. 

Sebetulnya, bahkan ketika saya merasa pekerjaan adalah sumber ketidakbahagiaan saya saat itu, ketika saya mendapatkan penawaran di tempat lain, saya sempat berpikir untuk bertahan karena beberapa alasan. Pertama, karena bayangan saya adalah THR kalau saya bertahan setidaknya tiga bulan lagi. Kedua, dari segi benefit dan lain sebagainya, keuntungan yang saya dapatkan notabene lebih baik dibandingkan dengan penawaran yang diberikan di tempat baru saya. 

Tetapi akhirnya, disinilah saya ingin mencurahkan isi hati saya dan kenapa akhirnya saya memutuskan untuk berhenti daripada bertahan di pekerjaan saya sebelumnya. 

Continue reading “Kenapa Akhirnya Berhenti Lebih Baik Daripada Bertahan”