Hanna Anisa dan Susahnya Jadi Perempuan di Indonesia

Beberapa waktu yang lalu, saya baca berita soal ‘Hanna Anisa’ yang jadi keyword paling dicari di Google seharian karena bocornya video porno alumni universitas terbaik di Indonesia itu. Dan layaknya netizen basic macem kamu-kamu semua, saya pun ga mau ketinggalan dan langsung search nama tersebut pas baru baca berita terkait.

Sampai hari ini, berita soal Hanna Anisa ini masih rame dibicarakan orang-orang. Bahkan saya sampai liat meme foto Hanna sama cowo yang diduga ada di video itu diklaim sama salah satu akun meme punya negara tetangga. Saya liat postingan ini di salah satu grup lelucon se-Asia dan netizen langsung rame minta link dan nama tersangka for their research purpose only. -_-

Baru disitu saya sadar, ini kenapa jagat maya diramaikan sama Hanna Anisa sedangkan nama cowoknya siapa aja saya ga tau? Kenapa cuma Hanna yang dieksploitasi sampai almamater-nya dibawa-bawa? Siapa nama cowoknya? Apa kampusnya di Depok juga?

Continue reading “Hanna Anisa dan Susahnya Jadi Perempuan di Indonesia”

Sumpah Pemuda: Kita Tidak Sama, Tapi Harus Kerjasama!

Selamat Hari Sumpah Pemuda, beautravelers di Nusantara!

Sekarang saya lagi kejar setoran karena lagi minim kerjaan sekaligus lagi banyak ide buat nulis nih. Karena itu, saya jadi agak produktif blogging akhir-akhir ini. Dan kebetulan juga, pas banget sekarang di tanggal 28 Oktober 2017 ini bangsa Indonesia juga merayakan Sumpah Pemuda.

Apa sih arti Sumpah Pemuda buat kamu? 🙂

Continue reading “Sumpah Pemuda: Kita Tidak Sama, Tapi Harus Kerjasama!”

Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Karena Tak Selamanya Diam Itu Emas

Umur saya 22 tahun ketika saya baru menyelesaikan studi saya dan memutuskan untuk pindah sementara ke Jakarta untuk berpartisipasi dalam sebuah pagelaran olahraga regional disana.

Ketika banyak teman-teman saya yang langsung memilih bekerja di perusahaan setelah lulus kuliah, saya memutuskan untuk menunda mencari pekerjaan dan berpartisipasi dalam pagelaran olahraga tersebut untuk mempersiapkan mental dan menambah soft skill saya sebelum bekerja secara profesional.

Pertimbangan saya saat itu, pagelaran olahraga regional yang diadakan di Jakarta ini merupakan salah satu pagelaran olahraga terbesar di Asia Tenggara dengan ribuan tamu dari negara-negara tetangga. Kalau saya berpartisipasi di acara ini, maka setidaknya saya akan memiliki sedikit pengalaman ketika mencari pekerjaan sesungguhnya selain saya juga mencoba memanfaatkan acara ini sebagai ajang networking yang mungkin akan membuka peluang-peluang bekerja ke depannya.

Siapa yang sangka ternyata partisipasi saya dalam ajang kompetisi olahraga regional ini tidak saja membuka wawasan saya mengenai profesionalisme dan menambah teman, tetapi ajang olahraga ini juga membukakan mata saya terhadap suatu isu yang lebih besar: pelecehan terhadap perempuan.

Continue reading “Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Karena Tak Selamanya Diam Itu Emas”

Tai Hoe Hotel dan Himbauan Buat Turis Indonesia Supaya Ga Norak di Luar Negeri

Cari penginapan di Singapore yang enak, strategis dan murah itu agak sulit. Siapapun yang pernah merencanakan perjalanan ke Singapore sendiri pasti setuju, apalagi tipe-tipe solo traveler kaya saya yang judulnya pengen budget traveling, tapi ogah kalau harus berbagi kamar di hostel.

Gimana engga? Hotel di Singapore dengan fasilitas private bedroom dengan dilengkapi oleh kamar mandi budgetnya hampir pasti di atas $50, itupun biasanya dengan harga segitu dapat hotelnya dengan lokasi kurang strategis dan fasilitas seadanya kalau engga sempit kamarnya.

Makanya, perjalanan saya ke Singapore terakhir ini saya kudu ‘nyerah’ soal budget penginapan demi kenyamanan. Kalau biasanya saya kasih budget sekitar IDR 300.000++ untuk penginapan per malam, untuk Singapore ini saya set sekitar IDR 750.000++ yang penting dapat kamar enak dan strategis supaya ga ribet kalau mau jalan-jalan.

Akhirnya, setelah liat-liat harga promo dan liat review sana-sini, saya pun memutuskan buat booking kamar Standard Twin Room di Tai Hoe Hotel, Singapore lewat Traveloka mobile apps.

Continue reading “Tai Hoe Hotel dan Himbauan Buat Turis Indonesia Supaya Ga Norak di Luar Negeri”

Millen, Raisa, dan Mesum di Bintaro

Beberapa waktu lalu, tiba-tiba aja Binsar nge-DM saya lewat Instagram ngajak ngobrol ngalor ngidul dengan diakhiri pesan kira-kira seperti ini: “Eh, biar lu ga bosan, coba nulis deh sehari sekali. Entah cerita atau sajak.”

Saya ga tau kenapa Binsar tiba-tiba nulis gitu, karena konteks obrolan kita waktu itu soal terapi akupresur yang sedang saya jalankan untuk Bell’s Palsy saya. Tapi, pesan dari Binsar ini cukup memotivasi saya untuk cari-cari topik apa lagi yang kira-kira bisa ditulis, karena kebetulan untuk sajak dan puisi, skill saya nyaris nihil. 😛

Dan lalu, rentetan kejadian-kejadian yang jadi viral di sosial media di Nusantara akhir-akhir ini akhirnya memaksa saya untuk mencurahkan pemikiran saya terkait isu-isu yang antara penting dan ga penting itu.

Isu apa? Apa lagi kalau bukan kasus video oral sex-nya Millen Cyrus yang keponakannya Ashanti, #HariPatahHatiNasional karena pernikahan Raisa dan Hamish Daud, dan yang terakhir video penggrebekan sepasang ABG yang lagi asyik masyuk di Bintaro.

Melihat respon orang-orang soal isu-isu ini, saya langsung teringat karakter manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis. Menurut beliau, salah satu karakter manusia Indonesia diantaranya adalah hipokrit atau munafik.

Continue reading “Millen, Raisa, dan Mesum di Bintaro”

Indonesia dan Makna Merdeka

Hallo beautravelers dari Sabang sampai Merauke!

Gimana acara 17an di rumah kalian? Ikutan lomba apa di ulang tahun Indonesia yang ke-72 ini? Apakah kalian dipaksa ikutan upacara di kantor kalian? Dirgahayu Indonesiaku!

Kalau saya sendiri sih, berhubung sudah berstatus pengangguran saat ini, jadinya ga perlu repot-repot bangun pagi buat upacara. Hmm. Rasa-rasanya terakhir kali saya upacara itu waktu SMA, masa-masa yang kalau ga terpaksa rasanya pengen banget ga usah diinget lagi. 😐

Anyway, kali ini saya pengen sedikit berbagi soal makna kemerdekaan buat saya sendiri mumpung momennya tepat.

Awal ide saya menulis ini adalah karena ketika saya pulang belanja sama Heri, sepupu saya, tetiba ada anak-anak gerombolan minta sumbangan untuk perayaan Agustusan dan lalu sepupu saya nanya, “Apa itu artinya Indonesia belum merdeka, kalau merayakan kemerdekaan aja harus pake minta-minta?”

Continue reading “Indonesia dan Makna Merdeka”

Perempuan Akhir 20an Masih Sendirian: Balada Bosan Jadi Pagar Ayu, Tapi Males Mikirin Drama Jadi Pengantin

Kemarin tiba-tiba aja Ninut kirim Whatsapp nanya bisa telepon atau engga.

Di satu sisi, saya heran kenapa dia tiba-tiba kirim mesej mau telepon. Di sisi lain, saya udah berteman cukup lama sama makhluk eksentrik satu ini sehingga ga ada yang aneh dari kelakuan dia yang sering sekali timbul tenggelam. Bisa mendadak cerewet pengen ngobrolin geje, terus lagi asik-asik ngobrol mendadak ngilang. Sudah biasa.

Sedikit latar belakang pertemanan saya dengan Ninut adalah karena usut punya usut Ninut ini ternyata teman saya dari TK. Saya udah ga inget kalau kita ternyata pernah berteman sampai ketika kuliah dan menjadi teman dekat, dia dengan bangga nunjukkin foto saya sama dia di sekolah. Nah, setelah lulus kuliah Ninut pindah mengembara ke Benua Biru dan saat ini berdomisili di Denmark.

Dan ketika akhirnya kita tersambung melalui free call di Whatsapp, akhirnya saya mengerti maksud dan tujuan Ninut telepon: Ninut mau nikah.

Continue reading “Perempuan Akhir 20an Masih Sendirian: Balada Bosan Jadi Pagar Ayu, Tapi Males Mikirin Drama Jadi Pengantin”