Tips Malaysia-Singapore Lewat Jalur Darat (Via JB)

Beberapa waktu sebelum saya berangkat ke Malaysia dan merencanakan untuk melanjutkan perjalanan ke Singapore lewat jalan darat, saya seringkali menemukan postingan-postingan random di grup Backpacker Internasional tentang betapa susahnya masuk Singapore lewat jalur darat. Bahkan, ada yang sampai kejadian suaminya masuk daftar black list di Singapura ketika mencoba masuk lewat imigrasi di Woodland.

Awalnya pas baca postingan-postingan soal kengerian masuk Singapore dari Malaysia lewat jalur darat, saya agak jiper karena ini akan menjadi kali pertama saya commuting ke Singapore lewat Malaysia dengan menggunakan bus umum. Ditambah lagi, saya bawa adik laki-laki saya, Akin, yang baru akan masuk Singapore untuk pertama kalinya.

Tapi, setelah melalui beberapa kesulitan yang ternyata benar adanya, ditambah drama adik saya kena random check tapi alhamdulillah lolos di imigrasi Woodland.Β Kalau ditanya apakah imigrasi di JB maupun Woodland sengeri itu untuk para first timer yang mau masuk ke kedua negara tersebut lewat jalur darat, jawaban saya yah kurang lebih seperti itu lah. Bikin deg deg ser.

Makanya, saya akhirnya memutuskan untuk berbagi pengalaman dan pelajaran apa-apa aja yang saya dapat dari perjalanan jalur darat Malaysia-Singapore via JB ini, dan juga tips dan trik yang mungkin bisa membantu teman-teman yang berencana untuk melakukan perjalanan yang sama. Mudah-mudahan terbantu! πŸ™‚

Continue reading “Tips Malaysia-Singapore Lewat Jalur Darat (Via JB)”

Kota Lodge Hotel, Sentuhan Keluarga di Tanah Melaka

Jadi, seperti yang beberapa lalu saya sebutkan melalui postingan-postingan saya sebelumnya, awal bulan ini saya baru kembali dari road trip Malaysia-Singapore saya dimana rute yang saya ambil diantaranya Kuala Lumpur, Melaka, Johor Bahru dan Singapore sebagai titik pemberhentian terakhir sebelum kembali ke Indonesia.

Alasan saya untuk berkunjung ke Melaka untuk kedua kalinya sebetulnya ga cuma karena saya pengen bawa Akin, adik saya yang cowok, jalan-jalan kesana, tapi juga saya kesana dalam rangka silaturahmi dengan Kak May, istri dari pemilik Kota Lodge Hotel, tempat saya menginap ketika berkunjung ke Melaka untuk pertama kalinya di tahun 2013.

Karena dulu pas pertama kali nginep saya masih males-malesan buat serius blogging, akhirnya saya memutuskan buat menulis review-nya kali ini.

Perkenalan saya dengan Kota Lodge Hotel ini dimulai 4 tahun lalu waktu saya memutuskan untuk booking kamar disini melalui Agoda.

Continue reading “Kota Lodge Hotel, Sentuhan Keluarga di Tanah Melaka”

Mau Terbang Jakarta-Kuala Lumpur? KLM Aja!

Rute CGK-KUL atau KUL-CGK yang disediakan oleh KLM sebetulnya sudah ada sejak saya masih terbang sebagai pramugari beberapa tahun yang lalu. Waktu itu, beberapa teman ada yang sempat kebagian tiket pesawat transit ke Kuala Lumpur dan dilanjutkan dengan KLM untuk KUL-CGK tiap kali vacation.

Kebetulan, tiap kali vacation pulang ke Indonesia saya ga pernah kebagian tiket non-direct flight jadi pengalaman saya minim kalau soal terbang sama maskapai non-sponsor tempat saya kerja dulu. πŸ˜›

Makanya, waktu saya merencanakan perjalanan ke Kuala Lumpur, dari awal pun saya bilang sama adik saya kalau saya mau coba terbang pake KLM supaya saya bisa review pengalaman saya untuk dijadikan konten di blog ini.

Buat teman-teman yang belum familiar dengan maskapai KLM, KLM adalah maskapai nasional punya Belanda yang merupakan bagian dari AirFrance-KLM group dan juga tergabung dalam SkyTeam Alliance Member. Dan tentunya, karena KLM adalah maskapai nasional, maka jenis jasa penerbangan yang ditawarkan pun tentunya full service dengan bagasi dan in-flight meals!

Untuk rute Jakarta-Kuala Lumpur dengan KLM ini sebetulnya merupakan direct flight Jakarta ke Amsterdam.

Bingung kenapa direct flight ke Amsterdam tapi kok berhenti di Kuala Lumpur? Saya bantu jelasin yah! πŸ™‚

Continue reading “Mau Terbang Jakarta-Kuala Lumpur? KLM Aja!”

Pengalaman Menginap di Hotel Pudu 88 Kuala Lumpur

Kalau ditanya ini kali berapa saya mendarat di Kuala Lumpur, jujur saya udah ga tau lagi ini keberapa kalinya karena selain Malaysia menjadi negara ketiga (setelah Indonesia dan Turki) seumur hidup saya, jaman saya masih terbang dulu pun saya sering banget kebagian layover Kuala Lumpur.

Maklum, dulu di airline tempat saya kerja kru Malaysia-nya cuma 7 orang sehingga seringkali kru Indonesia seperti saya dikaryakan untuk penerbangan ke KUL. Dan ga tanggung-tanggung, layover yang saya dapet pun kadang ga cuma minimum rest karena saya pernah beberapa kali dapat layover 3 sampai 5 hari yang bikin saya nyaris males jalan kemana-mana lagi kalau ke Kuala Lumpur.

Untuk trip terakhir ini, karena kebetulan saya dapet customer di KL, saya pun akhirnya memutuskan untuk terbang dari Jakarta ke Kuala Lumpur untuk business/leisure trip pertama saya sebagai owner BeautiQ. Dan karena customer saya bilang kantor dia ga jauh dari KLCC, akhirnya saya pun memutuskan buat cari-cari hotel di daerah Bukit Bintang walaupun sebelumnya saya sempat berniat untuk nginap di tempat Sutha di Shah Alam.

Saya booking hotel di Kuala Lumpur pun last minute karena emang awalnya ga niat buat booking hotel, dan karena pertimbangan saya adalah lokasi, harga dan fasilitas, saya akhirnya book hotel melalui booking.com untuk Superior Double Room di Hotel Pudu 88.

Continue reading “Pengalaman Menginap di Hotel Pudu 88 Kuala Lumpur”

Jalan-Jalan Seminggu di Tiga Negeri: Hongkong-Macao-Bangkok

Hallo beautravelers! πŸ˜€

Tadi siang di grup Backpacker Internasional ada salah satu member-nya yang bernama Mbak Priska bilang kalau dia dapat libur lebaran selama 6 hari untuk tahun depan dan sedang mempertimbangkan antara Hongkong dan Bangkok-Pattaya.

Dia bertanya-tanya apakah memungkinkan untuk mengunjungi kedua negara tersebut dalam seminggu, dan karena rute birthday trip saya tahun ini adalah Hongkong-Macao-Bangkok dihabiskan dalam satu minggu, saya pun langsung pede bilang bisa.

Tapi waktu ditanya apakah saya pernah nulis blog-nya, saya baru ngeh kalau saya ga pernah betul-betul review birthday trip saya ini di blog. Saya cuma pernah nulis sekilas tentang Bangkok, tapi ngga perjalanan saya di Hongkong kecuali beberapa postingan yang pernah saya tulis di Ransel Ungu (EN).

Dan thanks to Mbak Priska, sekarang saya jadi dapet wangsit untuk nulis tentang jalan-jalan seminggu di tiga negeri ini: Hongkong-Macao-Bangkok.

Continue reading “Jalan-Jalan Seminggu di Tiga Negeri: Hongkong-Macao-Bangkok”

Wangsit Batik dan Cantik di Balik BeautiQ

Sebetulnya, bahkan sejak saya mulai terbang dan sering pulang-pergi jadi bocah petualang, ibu saya yang visioner seringkali menasehati saya untuk bisa ‘menghasilkan’ tiap kali saya jalan-jalan.

Dalam Bahasa Sunda-nya yang kental, bukan sekali dua kali beliau berkata, “Kalau senang jalan-jalan tuh, ya jangan cuma senang jalannya aja. Cari tau donk apa yang kira-kira bisa dijual dari sana atau yang bisa dibawa dari sini supaya ga cuma senang, tapi menghasilkan uang.”

Dulu saya ga pernah menghiraukan apa kata beliau karena memang pada dasarnya saya adalah tipe traveler yang paling males diribetin sama budaya titip-titipin yang mendarah daging di Indonesia ini.

Pikir saya, boro-boro mikirin apa yang bisa dijual, cucian muat di koper aja udah alhamdulillah.

Continue reading “Wangsit Batik dan Cantik di Balik BeautiQ”

Bingung Cari Penginapan Buat Nonton F1 Sepang Dimana? Di Sri Langit Hotel Aja!

Siang ini, ketika saya nyalain Spotify untuk dengerin musik tiba-tiba aja muncul pop-up iklan untuk F1 Malaysia yang ternyata akan diselenggarakan akhir bulan depan. Gara-gara ini, saya langsung dapat wangsit untuk berbagi cerita pengalaman saya menginap di salah satu hotel di Sepang, yang notabene ga jauh dari sirkuit F1 di Kuala Lumpur sana, namanya Sri Langit Hotel.

Jadi, kalau diantara kamu ada yang berencana untuk nonton F1 di Sepang bulan depan dan masih bingung soal penginapan, kalian bisa mulai pertimbangkan hotel satu ini.

Continue reading “Bingung Cari Penginapan Buat Nonton F1 Sepang Dimana? Di Sri Langit Hotel Aja!”