Serba Pertama Untuk Saya (Yang Ga Ada Hubungannya Sama Reza)

“The first time you do a thing is always interesting.”

Agatha Christie

Hallo beautravelers, dimanapun kamu berada! πŸ˜€

Sesungguhnya saya bener-bener berusaha buat rutin nulis hal-hal baru disini, tapi entah kenapa beberapa hari belakangan ini saya kehabisan ide ga tau mau nulis apa. Kalau dipikir-pikir lagi, kayanya efek-efek kurang piknik bikin saya kekurangan ide buat nulis akhir-akhir ini. Hmm.

Tapi, setelah googling sana-sini buat cari wangsit, saya akhirnya dapet ide untuk nulis hal-hal yang saya sudah lakukan sejauh ini, tapi kali ini fokus untuk cerita mengenai pengalaman saya pertama kali melakukan hal-hal yang saya pikir bakal jadi sedikit kilas balik dan renungan mumpung bentar lagi tahun baru.

Apa sih kira-kira hal pertama kali yang jadi istimewa buat kamu? Cinta pertama? Ciuman pertama? Atau malam pertama? πŸ˜›

Continue reading “Serba Pertama Untuk Saya (Yang Ga Ada Hubungannya Sama Reza)”

Napak Tilas Rute Klasik Bandung-Jakarta Lewat Puncak: RM. Samolo

Dengan adanya tol Cipularang yang diresmikan sejak kurang lebih 12 tahun yang lalu, ada rute seru yang seringkali terlupakan: Bandung-Jakarta lewat Puncak.

Apalagi sekarang dari mulai bus dan travel dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya udah hampir pasti menggunakan rute Cipularang karena memakan waktu yang relatif lebih cepat. Saya kurang tau apa masih ada bus yang lewat rute Puncak dari Bandung dan Jakarta, tapi bisa dipastikan kebanyakan orang kalau disuruh pilih rute antara Puncak dan Cipularang, kids jaman now bakal milih Cipularang.

Jadi, karena beberapa waktu lalu saya sering diharuskan bolak-balik Bandung-Jakarta, satu kali Heri, sepupu saya nawarin untuk nganter saya dan tante saya ke Jakarta. Dan kita langsung memutuskan buat napak tilas rute yang udah lama banget ga kita lewatin: ke Jakarta lewat Puncak.

Gara-gara ini juga, ibu saya tiba-tiba nimbrung ikut ke Jakarta.

Continue reading “Napak Tilas Rute Klasik Bandung-Jakarta Lewat Puncak: RM. Samolo”

Tips Anti-Norak Buat Yang Pertama Kali Naik Pesawat (Yang Juga Perlu Diperhatikan Frequent Flyer)

Jadi, beberapa waktu yang lalu saya sempet blogwalking ke salah satu blog member Blogger Perempuan dengan postingannya soal pertama kali naik pesawat.

Dan saya langsung kepikiran buat nulis ini, karena walaupun wara-wiri di pesawat bisa jadi sesuatu yang biasa buat sebagian orang, tapi pasti ada aja orang yang masih deg-degan karena baru pertama kali naik pesawat.

Bahkan nih, buat orang-orang yang ngaku frequent flyers pun sebenernya banyak dari mereka yang sebetulnya ga mengikuti etika bepergian dengan pesawat terbang seharusnya. Hmmm.

Makanya, sebagai seseorang yang pernah terbang sebagai seorang penumpang, kerja di bandara dengan tugas sebagai ground staff sampai terbang sebagai pramugari, rasanya ga salah kalau saya pengen sedikit berbagi. Kenapa? Supaya kalau ada yang baca, setidaknya perubahan bisa dimulai dari diri sendiri supaya bisa memudahkan diri sendiri dan orang lain ketika bepergian dengan pesawat terbang.

Ga mau khan dicap norak dan dicap sebagai penumpang rese sama staff bandara atau pramugari di pesawat?

Continue reading “Tips Anti-Norak Buat Yang Pertama Kali Naik Pesawat (Yang Juga Perlu Diperhatikan Frequent Flyer)”

Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)

Kalau saya nyebut nama Bandung, kira-kira hal apa yang terlintas di otak kamu untuk pertama kali? Parijs van Java? Cewek-ceweknya yang cantik seperti saya? Kulinerannya? Atau pak wali-nya yang di balik segudang programnya yang progresif selalu memprovokasi warganya yang jomblo?! Heureuy ah Kang Emil, tapi sebel juga sih kadang-kadang joke-nya itu mulu. πŸ™

Nah, sekarang kalau pertanyaannya diganti jadi tempat apa yang pertama kali terlintas kalau ngomongin Bandung, jawaban kamu apa?

Braga? Alun-alun? Gedung Merdeka? Atau malah Pasar Baru? Hmmm.

Apapun itu, kalau boleh jujur sih hal yang ironis dalam diri saya adalah kenyataan kalau saya seneng jalan-jalan, tapi kalau urusannya dalam kota Bandung, saya ini tergolong dalam kaum-kaum yang jarang piknik.

Continue reading “Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)”

Tai Hoe Hotel dan Himbauan Buat Turis Indonesia Supaya Ga Norak di Luar Negeri

Cari penginapan di Singapore yang enak, strategis dan murah itu agak sulit. Siapapun yang pernah merencanakan perjalanan ke Singapore sendiri pasti setuju, apalagi tipe-tipe solo traveler kaya saya yang judulnya pengen budget traveling, tapi ogah kalau harus berbagi kamar di hostel.

Gimana engga? Hotel di Singapore dengan fasilitas private bedroom dengan dilengkapi oleh kamar mandi budgetnya hampir pasti di atas $50, itupun biasanya dengan harga segitu dapat hotelnya dengan lokasi kurang strategis dan fasilitas seadanya kalau engga sempit kamarnya.

Makanya, perjalanan saya ke Singapore terakhir ini saya kudu ‘nyerah’ soal budget penginapan demi kenyamanan. Kalau biasanya saya kasih budget sekitar IDR 300.000++ untuk penginapan per malam, untuk Singapore ini saya set sekitar IDR 750.000++ yang penting dapat kamar enak dan strategis supaya ga ribet kalau mau jalan-jalan.

Akhirnya, setelah liat-liat harga promo dan liat review sana-sini, saya pun memutuskan buat booking kamar Standard Twin Room di Tai Hoe Hotel, Singapore lewat Traveloka mobile apps.

Continue reading “Tai Hoe Hotel dan Himbauan Buat Turis Indonesia Supaya Ga Norak di Luar Negeri”

Tips Malaysia-Singapore Lewat Jalur Darat (Via JB)

Beberapa waktu sebelum saya berangkat ke Malaysia dan merencanakan untuk melanjutkan perjalanan ke Singapore lewat jalan darat, saya seringkali menemukan postingan-postingan random di grup Backpacker Internasional tentang betapa susahnya masuk Singapore lewat jalur darat. Bahkan, ada yang sampai kejadian suaminya masuk daftar black list di Singapura ketika mencoba masuk lewat imigrasi di Woodland.

Awalnya pas baca postingan-postingan soal kengerian masuk Singapore dari Malaysia lewat jalur darat, saya agak jiper karena ini akan menjadi kali pertama saya commuting ke Singapore lewat Malaysia dengan menggunakan bus umum. Ditambah lagi, saya bawa adik laki-laki saya, Akin, yang baru akan masuk Singapore untuk pertama kalinya.

Tapi, setelah melalui beberapa kesulitan yang ternyata benar adanya, ditambah drama adik saya kena random check tapi alhamdulillah lolos di imigrasi Woodland.Β Kalau ditanya apakah imigrasi di JB maupun Woodland sengeri itu untuk para first timer yang mau masuk ke kedua negara tersebut lewat jalur darat, jawaban saya yah kurang lebih seperti itu lah. Bikin deg deg ser.

Makanya, saya akhirnya memutuskan untuk berbagi pengalaman dan pelajaran apa-apa aja yang saya dapat dari perjalanan jalur darat Malaysia-Singapore via JB ini, dan juga tips dan trik yang mungkin bisa membantu teman-teman yang berencana untuk melakukan perjalanan yang sama. Mudah-mudahan terbantu! πŸ™‚

Continue reading “Tips Malaysia-Singapore Lewat Jalur Darat (Via JB)”

Kota Lodge Hotel, Sentuhan Keluarga di Tanah Melaka

Jadi, seperti yang beberapa lalu saya sebutkan melalui postingan-postingan saya sebelumnya, awal bulan ini saya baru kembali dari road trip Malaysia-Singapore saya dimana rute yang saya ambil diantaranya Kuala Lumpur, Melaka, Johor Bahru dan Singapore sebagai titik pemberhentian terakhir sebelum kembali ke Indonesia.

Alasan saya untuk berkunjung ke Melaka untuk kedua kalinya sebetulnya ga cuma karena saya pengen bawa Akin, adik saya yang cowok, jalan-jalan kesana, tapi juga saya kesana dalam rangka silaturahmi dengan Kak May, istri dari pemilik Kota Lodge Hotel, tempat saya menginap ketika berkunjung ke Melaka untuk pertama kalinya di tahun 2013.

Karena dulu pas pertama kali nginep saya masih males-malesan buat serius blogging, akhirnya saya memutuskan buat menulis review-nya kali ini.

Perkenalan saya dengan Kota Lodge Hotel ini dimulai 4 tahun lalu waktu saya memutuskan untuk booking kamar disini melalui Agoda.

Continue reading “Kota Lodge Hotel, Sentuhan Keluarga di Tanah Melaka”