Review: Skytrain & Railink Bandara Soekarno-Hatta

Hallo semuanya!

Iya, jadi udah lebih dari sebulan lamanya sejak saya nulis postingan terakhir saya sebelum ini. Monmaap, efek Asian Games bikin saya jadi nyaris gak ada waktu buat nulis. Iya, jadi saya berpartisipasi jadi volunteer selama pagelaran acara olahraga se-Asia beberapa waktu lalu itu.

Tapi, bukan itu yang mau saya omongin kali ini. Karena sesungguhnya sejak bulan lalu saya udah niatin mau nulis soal review pake skytrain dan railink di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang baru beberapa bulan lalu diresmikan. Kebetulan waktu bulan Juli ke Singapore kemarin, saya udah niatin buat cobain railink dari Soekarno-Hatta yang desas-desusnya beroperasi sampai ke Manggarai.

Karena saya agak parno coba-coba saat keberangkatan karena takut ketinggalan pesawat, akhirnya saya memutuskan berangkat pake moda transportasi seperti biasa (Damri coy!) dan pulang dari Singapore baru deh saya coba-coba pake Skytrain dan Railink yang ternyata cuma beroperasi sampai BNI City di Sudirman ini.

Jadi, piye Mar kesan dan pesannya?!

Continue reading “Review: Skytrain & Railink Bandara Soekarno-Hatta”

Waroenk Idea, Tempat Nongkrong Cozy Hemat Biaya dan Banyak Acara di Tengah Rakyat Jelata

Hallo semuanya! 😀

Kemarin saya dan beberapa teman dari Blogger BDG dapet undangan untuk gathering di salah satu tempat makan yang baru buka, namanya Waroenk Idea.

Dari awal dikasihtau lokasinya yang ada di Hotel Idea’s yang lokasinya di Kiaracondong, sebenernya saya langsung bertanya-tanya, ada apa di Kiaracondong?

Bahkan, di jalan menuju kesana, karena kemarin saya dianter sama si Heri, saya sampai nanya ke si Heri, kira-kira kalau misalnya dia harus nginep di Hotel Idea’s, selain dari segi harga dan fasilitas yang ditawarkan, kira-kira apa lagi yang bakal jadi pertimbangan dia buat nginep disana.

Si Heri sebagai driver Grab sejati langsung menjawab mantap: lokasinya cuma sekitar 10 menit dari TSM, dan juga gak jauh dari stasiun Kircon. Tapiiii, si Heri menambahkan kalau dia kayaknya gak mau nginep daerah situ karena daerahnya deket pub. Pub-rik. 😐

Continue reading “Waroenk Idea, Tempat Nongkrong Cozy Hemat Biaya dan Banyak Acara di Tengah Rakyat Jelata”

Moedhir Smoked Factory: Akhirnya Ada Juga Yang Meluruskan Bahwa Kebab Yang Dikenal di Indonesia Sebenarnya Shawarma!

Waktu pertama kali denger Moedhir Smoked Factory, sesungguhnya saya gak terlalu ngeh ini tempat apa karena saya pikir ini semacam kafe-kafe dengan andalan daging asap biasa.

Pas saya nyampe sana, ternyata undangan pertama yang saya terima sebagai salah satu anggota grup Blogger BDG ini ternyata merupakan sebuah kebetulan yang menyenangkan. Kenapa? Karena salah satu menu andalannya adalah… Shawarma! Dan mereka nyebut shawarma dengan sebutan asli: shawarma.

Sebagai seseorang yang pernah menghabiskan sebagian kecil hidupnya di Turki dan Saudi Arabia, sejujurnya saya punya pet peeve soal kebab dan shawarma ini.

Di satu sisi, saya pengen ngasih tau soal kebab disini itu sebenernya shawarma. Tapi di sisi lain, branding ‘kebab’ disini kayaknya udah kuat banget sampai kalau saya kasihtau biasanya dianggap omong kosong belaka. 😐

Continue reading “Moedhir Smoked Factory: Akhirnya Ada Juga Yang Meluruskan Bahwa Kebab Yang Dikenal di Indonesia Sebenarnya Shawarma!”

Alasan dan Cara Berhenti Donasi UNICEF di Indonesia

Maksud saya memutuskan buat nulis soal kenapa dan bagaimana saya berhenti donasi UNICEF di Indonesia bukan untuk menjelekkan institusi terkait, tapi memang kebetulan awal bulan ini saya akhirnya memutuskan buat berhenti menjadi donatur setelah sekian lama.

Kebetulan, sebelum akhirnya memutuskan berhenti saya sempet cari-cari info soal gimana cara berhenti jadi donatur UNICEF di Indonesia. Dan ternyata, artikel yang bermunculan di Google lebih banyak soal keluhan donasi ini, tapi gak banyak yang menjelaskan tentang gimana cara berhenti jadi donatur UNICEF ini.

Sebetulnya, pas pertama kali memutuskan buat donatur pun saya dikasih semacam kit yang infonya lengkap, termasuk dengan terms and condition yang bikin kita males baca dan cuma tanda tangan supaya si mbak-nya berhenti ngomong aja. 😛

Saya inget, karena pas pertama daftar kebetulan saya pun nanya ke si mbak-nya gimana caranya kalau suatu saat nanti saya pengen berhenti jadi donatur, dan dia nunjukin nomer telepon yang bisa dihubungi. Beberapa tahun kemudian, kertas UNICEF ini udah gak tau kemana sehingga andalan saya cuma Google.

Dan suatu saat nanti itu adalah bulan ini.

Continue reading “Alasan dan Cara Berhenti Donasi UNICEF di Indonesia”

6 Museum di Jakarta, Pelipur Lara Ketika Jenuh di Ibukota

Hallo semuanya!

Jadi, beberapa waktu lalu saya udah nulis soal alternatif kegiatan selain nonton TV, dan salah satunya saya nulis soal datang ke museum. Gara-gara ini, saya kepikiran buat nulis soal beberapa museum di Jakarta yang udah pernah saya kunjungin.

Kebetulan, selama tinggal di Jakarta ini pilihan saya cuma dua: nyampah di rumah atau jalan-jalan ke tempat apapun yang bukan mall.

Bukannya mau sok-sokan anak anti mall, tapi karena emang saya tinggal di Kalibata City yang notabene dari mulai KFC sampai bioskop udah ada semuanya, saya rasa males juga yah jauh-jauh cuma ketemu mall lagi. Makanya, saya kalau bosen di rumah di Jakarta, saya lebih sering ngebolang ke museum atau bahkan yang deket-deket ke Taman Makam Pahlawan.

Maklum, saya ini bukan penggemar berat Jakarta. Ibarat kata, kalau misalnya gak perlu-perlu amat, saya mendingan buru-buru pindah ke tempat lain daripada di Jakarta. Pergi jauh-jauh, kalau macet juga berasa banget tua di jalannya. Hmm.

Continue reading “6 Museum di Jakarta, Pelipur Lara Ketika Jenuh di Ibukota”

Bangka, Pulau Rasa Surga Cuma Satu Jam Dari Jakarta

Ada yang suka iseng cari-cari tempat baru buat dijadikan destinasi short getaway di akhir pekan? Kamu tinggal di Jakarta dan pengen menghabiskan waktu akhir pekan kamu di pantai, tapi udah khatam Kepulauan Seribu?

Pengen ke pantai, tapi cuma punya waktu Sabtu dan Minggu buat liburan dan gak mau terlalu banyak menghabiskan waktu di jalan?!

Rekomendasi dari saya? Pulau Bangka.

Penasaran deh, kira-kira apa sih yang kamu asosiasikan pertama kali kalau kamu denger soal Pulau Bangka? Martabak Bangka? Mie Bangka? Artika Sari Devi?

Ya kalau gak Artika Sari Devi, Sandra Dewi lah ya?! 😛

Continue reading “Bangka, Pulau Rasa Surga Cuma Satu Jam Dari Jakarta”