Borneo Trip: Review Bus DAMRI (Pontianak-Singkawang)

Salah satu hal yang saya sadari dari Borneo trip saya yang meliputi wilayah Indonesia di Borneo adalah betapa sulitnya menemukan informasi terpercaya mengenai transportasi antar kota di Kalimantan.

Iya, jadi alasan kenapa saya beberapa kali nunda-nunda waktu buat nyusun rencana perjalanan saya pada awalnya adalah karena saya mendapatkan kesulitan untuk menemukan informasi tentang transportasi umum di wilayah Kalimantan.

Karena saya biasa jalan-jalan kisaran Jawa dan terbuai dengan mudahnya informasi di pulau ini, sekalinya ke Kalimantan saya bingung. HAHA.

Ironisnya adalah, untuk urusan transportasi di wilayah Borneo bagian Malaysia dan Brunei, saya sama sekali gak mendapatkan kesulitan. Jadi, tiap kali jalan-jalan ke luar negeri, terutama di wilayah Asia Tenggara ini, saya memang biasanya booking tiket bus lewat Easybook.

Dan waktu saya cek jadwal bus untuk rute yang saya ambil di wilayah Malaysia dan Brunei, sama sekali gak ada masalah. Yang bermasalah justru waktu saya cek bus untuk perjalanan saya di Indonesia-nya. 🙁

Continue reading “Borneo Trip: Review Bus DAMRI (Pontianak-Singkawang)”

Borneo Trip: Kenapa dan Kemana di Pontianak?

Hallo semuanya!

Udah sebulan lamanya nih saya MIA sejak saya review guest house tempat saya menginap di Pontianak. Belum seminggu saya pulang dari Borneo, alhamdulillah di rumah waktu luang lebih banyak daripada waktu liburan, makanya saya sempetin update blog ini juga akhirnya. 😛

Jadi, alasan pertama kenapa saya jarang update blog ini adalah gara-garanya selama trip kemarin, tiba-tiba saya banyak banget dapet orderan melalui blog Inggris saya. Dan di tengah jalan, tepatnya waktu saya sampai Sibu, tetiba saya dapet masalah sama laptop saya. Tombol H di keyboard-nya tiba-tiba rusak.

Gara-gara ini jugalah, mood saya buat update blog selama berada di Kalimantan langsung kandas begitu saja. Kagok cuy pake on-screen keyboard!

Nah, karena akhirnya sudah pulang ke Bandung, sekarang saya sudah beli keyboard baru untuk laptop saya supaya lebih gampang ngetiknya. Makanya, monmaap karena baru sempet update blog lagi sekarang! 😀

Continue reading “Borneo Trip: Kenapa dan Kemana di Pontianak?”

Review: Skytrain & Railink Bandara Soekarno-Hatta

Hallo semuanya!

Iya, jadi udah lebih dari sebulan lamanya sejak saya nulis postingan terakhir saya sebelum ini. Monmaap, efek Asian Games bikin saya jadi nyaris gak ada waktu buat nulis. Iya, jadi saya berpartisipasi jadi volunteer selama pagelaran acara olahraga se-Asia beberapa waktu lalu itu.

Tapi, bukan itu yang mau saya omongin kali ini. Karena sesungguhnya sejak bulan lalu saya udah niatin mau nulis soal review pake skytrain dan railink di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang baru beberapa bulan lalu diresmikan. Kebetulan waktu bulan Juli ke Singapore kemarin, saya udah niatin buat cobain railink dari Soekarno-Hatta yang desas-desusnya beroperasi sampai ke Manggarai.

Karena saya agak parno coba-coba saat keberangkatan karena takut ketinggalan pesawat, akhirnya saya memutuskan berangkat pake moda transportasi seperti biasa (Damri coy!) dan pulang dari Singapore baru deh saya coba-coba pake Skytrain dan Railink yang ternyata cuma beroperasi sampai BNI City di Sudirman ini.

Jadi, piye Mar kesan dan pesannya?!

Continue reading “Review: Skytrain & Railink Bandara Soekarno-Hatta”

Waroenk Idea, Tempat Nongkrong Cozy Hemat Biaya dan Banyak Acara di Tengah Rakyat Jelata

Hallo semuanya! 😀

Kemarin saya dan beberapa teman dari Blogger BDG dapet undangan untuk gathering di salah satu tempat makan yang baru buka, namanya Waroenk Idea.

Dari awal dikasihtau lokasinya yang ada di Hotel Idea’s yang lokasinya di Kiaracondong, sebenernya saya langsung bertanya-tanya, ada apa di Kiaracondong?

Bahkan, di jalan menuju kesana, karena kemarin saya dianter sama si Heri, saya sampai nanya ke si Heri, kira-kira kalau misalnya dia harus nginep di Hotel Idea’s, selain dari segi harga dan fasilitas yang ditawarkan, kira-kira apa lagi yang bakal jadi pertimbangan dia buat nginep disana.

Si Heri sebagai driver Grab sejati langsung menjawab mantap: lokasinya cuma sekitar 10 menit dari TSM, dan juga gak jauh dari stasiun Kircon. Tapiiii, si Heri menambahkan kalau dia kayaknya gak mau nginep daerah situ karena daerahnya deket pub. Pub-rik. 😐

Continue reading “Waroenk Idea, Tempat Nongkrong Cozy Hemat Biaya dan Banyak Acara di Tengah Rakyat Jelata”

Moedhir Smoked Factory: Akhirnya Ada Juga Yang Meluruskan Bahwa Kebab Yang Dikenal di Indonesia Sebenarnya Shawarma!

Waktu pertama kali denger Moedhir Smoked Factory, sesungguhnya saya gak terlalu ngeh ini tempat apa karena saya pikir ini semacam kafe-kafe dengan andalan daging asap biasa.

Pas saya nyampe sana, ternyata undangan pertama yang saya terima sebagai salah satu anggota grup Blogger BDG ini ternyata merupakan sebuah kebetulan yang menyenangkan. Kenapa? Karena salah satu menu andalannya adalah… Shawarma! Dan mereka nyebut shawarma dengan sebutan asli: shawarma.

Sebagai seseorang yang pernah menghabiskan sebagian kecil hidupnya di Turki dan Saudi Arabia, sejujurnya saya punya pet peeve soal kebab dan shawarma ini.

Di satu sisi, saya pengen ngasih tau soal kebab disini itu sebenernya shawarma. Tapi di sisi lain, branding ‘kebab’ disini kayaknya udah kuat banget sampai kalau saya kasihtau biasanya dianggap omong kosong belaka. 😐

Continue reading “Moedhir Smoked Factory: Akhirnya Ada Juga Yang Meluruskan Bahwa Kebab Yang Dikenal di Indonesia Sebenarnya Shawarma!”

Alasan dan Cara Berhenti Donasi UNICEF di Indonesia

Maksud saya memutuskan buat nulis soal kenapa dan bagaimana saya berhenti donasi UNICEF di Indonesia bukan untuk menjelekkan institusi terkait, tapi memang kebetulan awal bulan ini saya akhirnya memutuskan buat berhenti menjadi donatur setelah sekian lama.

Kebetulan, sebelum akhirnya memutuskan berhenti saya sempet cari-cari info soal gimana cara berhenti jadi donatur UNICEF di Indonesia. Dan ternyata, artikel yang bermunculan di Google lebih banyak soal keluhan donasi ini, tapi gak banyak yang menjelaskan tentang gimana cara berhenti jadi donatur UNICEF ini.

Sebetulnya, pas pertama kali memutuskan buat donatur pun saya dikasih semacam kit yang infonya lengkap, termasuk dengan terms and condition yang bikin kita males baca dan cuma tanda tangan supaya si mbak-nya berhenti ngomong aja. 😛

Saya inget, karena pas pertama daftar kebetulan saya pun nanya ke si mbak-nya gimana caranya kalau suatu saat nanti saya pengen berhenti jadi donatur, dan dia nunjukin nomer telepon yang bisa dihubungi. Beberapa tahun kemudian, kertas UNICEF ini udah gak tau kemana sehingga andalan saya cuma Google.

Dan suatu saat nanti itu adalah bulan ini.

Continue reading “Alasan dan Cara Berhenti Donasi UNICEF di Indonesia”