Napak Tilas Rute Klasik Bandung-Jakarta Lewat Puncak: RM. Samolo

Dengan adanya tol Cipularang yang diresmikan sejak kurang lebih 12 tahun yang lalu, ada rute seru yang seringkali terlupakan: Bandung-Jakarta lewat Puncak.

Apalagi sekarang dari mulai bus dan travel dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya udah hampir pasti menggunakan rute Cipularang karena memakan waktu yang relatif lebih cepat. Saya kurang tau apa masih ada bus yang lewat rute Puncak dari Bandung dan Jakarta, tapi bisa dipastikan kebanyakan orang kalau disuruh pilih rute antara Puncak dan Cipularang, kids jaman now bakal milih Cipularang.

Jadi, karena beberapa waktu lalu saya sering diharuskan bolak-balik Bandung-Jakarta, satu kali Heri, sepupu saya nawarin untuk nganter saya dan tante saya ke Jakarta. Dan kita langsung memutuskan buat napak tilas rute yang udah lama banget ga kita lewatin: ke Jakarta lewat Puncak.

Gara-gara ini juga, ibu saya tiba-tiba nimbrung ikut ke Jakarta.

Continue reading “Napak Tilas Rute Klasik Bandung-Jakarta Lewat Puncak: RM. Samolo”

Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)

Kalau saya nyebut nama Bandung, kira-kira hal apa yang terlintas di otak kamu untuk pertama kali? Parijs van Java? Cewek-ceweknya yang cantik seperti saya? Kulinerannya? Atau pak wali-nya yang di balik segudang programnya yang progresif selalu memprovokasi warganya yang jomblo?! Heureuy ah Kang Emil, tapi sebel juga sih kadang-kadang joke-nya itu mulu. 🙁

Nah, sekarang kalau pertanyaannya diganti jadi tempat apa yang pertama kali terlintas kalau ngomongin Bandung, jawaban kamu apa?

Braga? Alun-alun? Gedung Merdeka? Atau malah Pasar Baru? Hmmm.

Apapun itu, kalau boleh jujur sih hal yang ironis dalam diri saya adalah kenyataan kalau saya seneng jalan-jalan, tapi kalau urusannya dalam kota Bandung, saya ini tergolong dalam kaum-kaum yang jarang piknik.

Continue reading “Jadi Turis Lokal Dadakan di Jalan Asia Afrika (Bandung)”