Skybound Online, Sekolah Pramugari Praktis Untuk Para Wannabes

Tiap kali saya ketauan orang kalau saya dulu sempat jadi pramugari, respon yang saya dapat kurang lebih sama: antara ga percaya karena kebetulan liat saya ga dandan dan pake baju awut-awutan atau langsung melanjutkan dengan pertanyaan, “Khan susah ya diterima jadi pramugari?”

Pertanyaan tersebut ga salah sih, karena sepertinya dari jaman dahulu kala, profesi pramugari ga pernah kehilangan peminatnya.

Baru beberapa waktu lalu, saya terkoneksi dengan setidaknya dua orang anggota grup The Solo Female Traveler Network di Facebook yang penasaran dengan gaya hidup di balik trolley dolly dan mempertimbangkan pekerjaan menjadi pramugari.

Dua orang ini cuma segelintir dari ribuan, atau mungkin jutaan banyak orang, baik lelaki maupun perempuan yang bercita-cita menjadi awak kabin.

Beribu sebutannya, dari mulai pramugara/pramugari, flight attendant, cabin crew, steward/stewardess… Boleh dicek tiap kali ada rekrutment, dimanapun untuk maskapai apapun, antrian selalu penuh dengan para wannabes, sebutan orang-orang yang bercita-cita jadi pramugari.

Kamu termasuk salah satu dari wannabes yang kepikiran untuk berkarir sebagai trolley dolly tapi ga pede dengan kemampuan kamu saat wawancara nanti? Atau mungkin kamu baru lulus SMA dan kepikiran untuk menambah skill kamu sebelum coba cari-cari peruntungan di dunia penerbangan?

Pas banget, karena saya baru diperkenalkan dengan platform yang memungkinkan kamu untuk sekolah praktis menjadi pramugari: Skybound Online.

Apa itu Skybound Online?

Skybound Online ini adalah sebuah online platform yang memungkinkan kamu untuk belajar mengenai seluk-beluk menjadi awak kabin, serta tips dan trik untuk menghadapi wawancara menjadi pramugari yang terkenal super ribet dan super sulit itu.

Buat kalian para wannabes, mungkin kalian tau kalau sekolah pramugari banyak bertebaran dimana-mana. Terus, apa yang membedakan Skybound Online dari sekolah-sekolah pramugari lainnya ini?

Pertama, pembelajaran dilakukan secara online sehingga kamu tetap bisa melaksanakan rutinitas sehari-hari kamu seperti biasa tanpa harus bingung karena bentrok dengan komitmen keharusan berada di kelas. Cocok buat kamu yang mungkin sambil bekerja untuk menghidupi sehari-hari, tapi mencoba untuk upgrade ke kehidupan yang lebih baik sebagai flight attendant. 🙂

Selain itu, platform ini juga sangat mobile-friendly dimana kamu bisa mengikuti pembelajaran dari berbagai gadget. Mau lewat HP, tablet atau laptop? Bisa semua!

Mau terbang seperti aku? 😛

Durasi pembelajaran pun sangat singkat dengan cuma menghabiskan waktu sekitar 30 sampai 45 hari untuk keseluhuan materi pembelajaran. Cocok buat kamu yang ga betah lama-lama kuliah. 😀

Ga percaya? Dulu waktu saya kerja di salah satu maskapai penerbangan sebagai ground staff, saya punya teman yang lulus dari sekolah pramugari. Untuk sekolah pramugari konvensional, durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan keseluruhan program adalah 6 bulan sampai 1 tahun.

Jadi, kenapa harus belajar 1 tahun kalau misalnya dengan materi yang sama bisa dicover selama 1 bulan? 😉

Kalau itu ga cukup meyakinkan kamu buat ikutan course yang diadakan oleh Skybound Online ini, harap diketahui kalau kursus ini dirancang melalui first-hand experience yang memang dibuat oleh orang-orang yang sudah berpengalaman sebelumnya menjadi flight attendant.

When Indonesians rock Saudi. 😀

Kenapa perlu ambil kursus di Skybound Online?

Kalau ditanya kenapa sih susah-susah harus sekolah pramugari segala padahal nanti toh kalau misalnya keterima pun akan diajarin lagi selama training, maka sekarang waktunya buat saya sedikit berbagi tentang pengalaman saya ketika saya menerima pekerjaan saya sebagai flight attendant beberapa tahun yang lalu.

Saya sendiri ga heran tiap kali orang-orang terlihat ga percaya kalau saya pernah jadi flight attendant, karena memang gaya hidup saya agak sedikit ‘nyentrik’ buat seorang mantan pramugari.

Tapi, percaya ga percaya, saya sebetulnya ikut wawancara untuk posisi pramugari itu karena iseng belaka. Waktu itu, saya baru keluar dari pekerjaan saya di perusahaan sebelumnya dan sedang menunggu hasil beasiswa untuk master’s degree saya. Ketika saya diterima, ternyata saya ga lolos untuk beasiswa-nya. Tuhan Maha Adil.

Hoki? Bisa jadi. Karena untuk beberapa orang, salah satunya teman satu batch saya yang memang banyak dari mereka memang berambisi jadi pramugari, mereka baru diterima setelah berkali-kali mencoba. Bahkan Diandra, roommate saya selama saya terbang, baru diterima setelah setidaknya 20 kali mencoba ikut rekrutmen di berbagai maskapai.

Stereotipnya, pramugari itu harus tinggi. Tinggi saya cuma 158 cm dan waktu dulu pas baru pertama kali terbang, badan saya belum se-bohay sekarang. Bahkan, ketika baru beberapa kali terbang sebagai pramugari, salah satu rekan saya dari India sempat menghampiri saya dan dengan sopan bertanya, “Do you mind if I ask you how old are you?”

Kenapa? Karena menurut dia muka saya kaya umur 17-an, sedangkan untuk diterima di maskapai tempat saya dulu bekerja adalah 21 tahun. Padahal, ketika perbincangan itu terjadi saya sudah umur 24 tahun. 😛

Selain itu, katanya pramugari itu harus kurus. Percayalah, berat badan saya naik setelah saya mulai terbang.

Dan katanya flight attendant itu cuma semacam waitress di udara. Ini nih persepsi salah yang harus diluruskan.

Memang benar, service adalah salah satu tugas utama seorang awak kabin. Tapi selain bagi-bagi makanan dan minuman di pesawat atau bersih-bersih lavatory sehingga tetap nyaman digunakan oleh para penumpang, flight attendant pun bertanggung jawab untuk keamanan selama penerbangan berlangsung.

Training mengenai keamanan inilah yang cukup menguras waktu dan otak sebelum mulai terbang. Apalagi, training seperti ini diadakan setidaknya setahun sekali untuk menjaga kualitas dan kapabilitas kita untuk terbang.

Mimpi apa khan saya keterima jadi pramugari tapi terus harus belajar gimana caranya menghadapi penumpang yang mengancam bawa bom di pesawat? Like, I didn’t sign up for that.

Catatan ‘kecil’ saya selama training untuk the queen of the sky, B747-400.

Kalau kita ga siap untuk itu, training seperti ini bisa menguras tenaga dan malah menghilangkan motivasi kita untuk menjadi awak kabin ke depannya. Dan hal-hal seperti ini ga dimengerti oleh orang-orang seperti saya yang tanpa disangka-sangka diterima menjadi pramugari dengan minim pengalaman atau pengetahuan mengenai kehidupan sebagai pramugari sebelumnya.

Betul, memang nantinya akan ada pelatihan lagi yang diadakan oleh maskapai tempat kita bekerja. Tapi, pekerjaan sebagai awak kabin adalah pekerjaan yang ga cuma menguras tenaga, tapi juga mental sehingga kalian akan sangat terbantu apabila setidaknya kalian sudah familiar dengan apa yang akan kalian dapatkan nantinya ketika bekerja.

Dan itulah kenapa saya rekomendasikan Skybound Online untuk kamu para wannabes yang ingin mempersiapkan mental menjadi flight attendant.

Alasan umum kenapa orang-orang pengen jadi pramugari adalah karena pekerjaan apa lagi yang bisa membuka peluang untuk jalan-jalan gratis, dandan cantik dan dibayar dengan ‘lumayan’.

Apa yang akan dipelajari di Skybound Online?

Di Skybound Online ini, kamu akan mengetahui bagaimana tips menghadapi wawancara untuk pekerjaan sebagai pramugari, atau apa yang nantinya disiapkan sebelum atau setelah penerbangan. Dan terpenting, apakah kalian memang cocok dengan pekerjaan di bidang penerbangan?

Pekerjaan di bidang penerbangan memang terlihat glamor, tapi sejujurnya ga semua orang cocok dengan bidang tersebut. Ibaratnya, jadi PNS kalau kata orang Indonesia enak karena banyak uang tunjangan dan nanti ga ribet kalau udah pensiun dll. Tapi faktanya, ga semua orang cocok jadi PNS karena ada orang-orang semacam saya yang sangat idealis sehingga pekerjaan jadi PNS mungkin akan malah menjadi penjara buat saya kalau dicoba.

Apapun alasan kenapa kamu ingin menjadi pramugari, baik karena pengen gaji yang besar atau emang kalian doyan jalan-jalan, kalian bisa ikutan kursus pramugari yang dirancang oleh Skybound Online ini sebagai pengenalan untuk kalian ke dalam dunia trolley dolly. 🙂

“Semua hal yang kita punya harus asli. Cukup senyum aja yang palsu.” -motto pramugari yang harus menghadapi penumpang rese.

Berapa harganya dan bagaimana cara mendaftar Skybound Online?

Saat ini, untuk keseluruhan 10 bagian materi pembelajaran, tersedia early bird seharga IDR 1.990.000 aja dari total harga normal IDR 4.975.000. Harga tersebut sudah termasuk bonus latihan dan tes “Oxford English for Cabin Crew”. Cocok buat kamu yang punya mimpi jadi cabin crew tapi belum pede dengan skill Bahasa Inggris kamu. 🙂

Masih ga yakin apakah kalian memang perlu ikutan kursus ini karena ga yakin apakah kursus ini sebanding dengan biaya yang harus kalian keluarkan? Kalian bisa cek juga kurikulum lengkap yang sudah disiapkan oleh tim dari Skybound ini.

Nah, sekarang kalian udah tau kenapa sekolah pramugari untuk para wannabes cukup membantu. Kalau kalian tertarik untuk ikutan sekolah praktis menjadi pramugari lewat Skybound Online ini, silakan klik disini untuk pendaftarannya.

Get on board with Skybound before you welcome passengers on board, cheerio and good luck! 😉


Disclaimer: 
Konten dalam postingan ini berisi affiliate link, dimana saya akan menerima sedikit komisi apabila pembaca melakukan transaksi melalui link yang tersedia. Untuk keterangan lengkap, silakan baca disini



One thought on “Skybound Online, Sekolah Pramugari Praktis Untuk Para Wannabes

Tinggalkan Balasan

loading...