Review: ReBrew The Daily Grind Hair & Body Wash

Sepulang dari Kalimantan, saya tuh punya banyaaaaaak banget topik buat saya tulis buat di blog. Saking banyaknya, saya sampai bingung mau mulai darimana sebenernya. 😛

Tapi, setelah saya cek lagi, ternyata udah cukup lama juga saya gak nulis hal-hal yang berkaitan dengan perempuan. Entah itu soal curhat colongan, atau review produk buat ngeracunin kalian yekan. Kebetulan, sebelum ke Kalimantan saya dikirimin satu paket produk dari ReBrew.

ReBrew ini sebenernya produk lama, tapi baru. Bingung? Lanjutin bacanya ya biar gak bingung, sekalian biar saya juga ngeracuninnya gak nanggung. HAHA.

Paket dari ReBrew yang sudah saya coba.

Dari seluruh produk ReBrew yang ada, saya sendiri udah coba empat diantaranya. Untuk produk You’re Brewtiful Cleansing Oil, saya udah sempat tulis reviewnya dalam Bahasa Inggris di The BeauTraveler beberapa waktu lalu.

Selain itu, saya juga udah coba The Daily Grind Hair and Body Wash, Frappe Go Lucky All Purpose Butter, dan Love You A Latte Sunscreen SPF 25. Semua produk ini saya coba selama sebulan saya berada di Kalimantan. Pokoknya, selama Borneo trip ini saya mengandalkan hampir sebagian personal care saya terhadap ReBrew.

Tentang ReBrew

Ada yang sebelumnya familiar dengan brand Kohvee Story?!

Yes, Kohvee Story sekarang rebranding dan bertransformasi jadi ReBrew dengan proses yang lebih matang, dan juga produk yang lebih baik dan fungsional dibanding sebelumnya.

Penampakan ReBrew The Daily Grind Hair and Body Wash.

Sama seperti sebelumnya, kopi masih menjadi bahan dasar utama dari produk-produk barunya ReBrew ini. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari Mbak Lianti, founder dari brand ReBrew ini, dari mulai R&D sampai dengan produksi mereka disupport oleh Anomali Coffee.

Yesss, jadi kalau misalnya kamu pecinta brand kopi asli Indonesia yang satu itu, produk ReBrew ini berasal dari ampas kopi-nya Anomali. Menurut Mbak Lianti juga, Anomali ini memisahkan ampas kopi mereka dengan sampah lainnya, sehingga kita gak perlu kuatir bahan dasar kopi yang digunakan untuk produk mereka tercampur dengan bahan-bahan lainnya.

Untuk produk terbaru mereka ini, mereka menerapkan dua prinsip utama: upcycling dan circular economy. Upcycling dari proses menambah nilai untuk ampas kopi yang gak terpakai menjadi sesuatu yang berguna, dan circular economy karena mereka memanfaatkan barang yang sudah ada untuk menciptakan produk yang gak hanya bermanfaat tapi juga sustainable bagi lingkungan.

Selain itu, mereka juga menonjolkan nilai multipurpose dalam setiap produk mereka, dimana satu produk memiliki lebih dari satu fungsi. Lebih praktis dengan manfaat yang lebih banyak!

Saya pribadi betul-betul suka dengan prinsip yang mereka terapkan, makanya saya serius tertarik untuk coba produk-produk mereka.

ReBrew The Daily Grind Hair & Body Wash

Jadi, karena saya udah coba 4 diantara produk ReBrew ini, saya berencana buat nulis review 2 produknya disini dan 2 produk lainnya di The BeauTraveler. Dan masing-masing saya mulai dengan produk yang paling saya suka.

Untuk produk pertama yang akan saya review dalam Bahasa Indonesia ini adalah produk 2-in-1 berupa shampoo dan sabun mereka yang dinamakan The Daily Grind.

Waktu saya cerita soal rencana perjalanan saya ke Kalimantan, Mbak Lianti sempat tanya apa saya mau coba produk ini karena mereka kebetulan cuma punya produk dalam packaging 250ml yang notabene gak travel-friendly. Cuma, karena saya anak sultan toh punya jatah bagasi untuk di pesawat, saya sama sekali gak keberatan untuk coba.

Kesan Pertama: ReBrew The Daily Grind Hair & Body Wash

Sesungguhnya, saya ini adalah tipe orang yang gak percaya dengan produk 2-in-1 berupa shampoo dan sabun.

Karena alasan ini juga, saya kalau misalnya traveling selalu bawa shampoo dan sabun sendiri karena saya ogah pake 2-in-1 shampoo dan sabun hotel yang biasanya bikin rambut saya yang emang dasarnya kering semakin kering, dan lebih hina lagi bikin kulit burik. 😐

Makanya, walaupun saya emang udah niatin buat bawa paket ReBrew ini selama traveling, saya sebenernya sempat pesimis buat bakal bisa pakai produk ini selama saya Borneo trip. Saya sempat pesimis produk 2-in-1 ini sama kayak produk 2-in-1 lainnya yang gak bersahabat sama kulit atau rambut saya.

Selama Borneo trip kemarin, selain bawa produk full-size dari The Daily Grind ini, saya juga bawa kontainer kecil untuk saya pisahkan karena kebetulan ada beberapa destinasi yang mengharuskan saya untuk light travel.

Gara-gara ini juga, untuk produk The Daily Grind ini saya coba sebelum saya berangkat ke Pontianak. Niat awal saya, kalau misalnya pas pertama kali coba ternyata saya gak suka, saya bakalan bawa sabun dan shampoo saya buat jaga-jaga.

Kemasan dan Isi

Pertama kali terima, The Daily Grind ini kemasannya cukup aman karena disegel menggunakan plastik di bagian luar. Di botol bagian dalam juga disegel, jadi gak perlu takut tumpah walaupun belinya online.

Pas saya coba, kesan pertama saya cuma satu: encer bangeeeeet!

Tekstur cairnya The Daily Grind yang jadi kesan pertama saya pas coba produk ini.

Kalau dari segi wangi sih, ekspektasi awal saya sebetulnya produk ini bakal punya aroma kopi yang kuat banget… Yang ternyata salah.

Aroma kopinya gak terlalu kuat, tapi cukup terasa manis dan gak ganggu sama sekali buat saya. Tapi dari segi tekstur yang lebih encer dibandingkan produk sabun atau shampoo biasa bikin saya sekali lagi agak pesimis dengan kinerja The Daily Grind ini.

Tapi ternyata saya salah. 😛

Kesan Pertama Coba The Daily Grind

Walaupun encer banget, tapi ternyata saya sukaaaaa banget sama hasilnya. Sebagai sabun, The Daily Grind ini walaupun licin tapi terasa bersih di badan dan juga mudah dibilas.

Kebetulan, awalnya saya pesimis sama teksturnya yang encer ini gara-gara sebelumnya saya pernah coba salah satu produk sabun yang encer banget dan susah dibilas jadinya kesel. 😛

Yang bikin kaget itu adalah hasilnya pas saya coba sebagai shampoo. Tekstur The Daily Grind ini super lembut pas diaplikasikan sebagai shampoo, dan hasilnya sama sekali gak bikin rambut saya jadi makin kering. Malah, rambut saya jadi terasa lebih halus dan lebih gampang diatur.

Jadi, rambut saya ini tipenya super kering. Dan emang gak perlu pake dicatok pun, rambut saya emang udah kering dari sananya. Jadi, emang rambut saya ini tipenya ‘jigrak’. Makanya pas pertama kali cobain The Daily Grind ini, saya langsung mantap buat cuma bawa produk The Daily Grind ini untuk selama perjalanan saya di Kalimantan.

Review: ReBrew The Daily Grind Hair & Body Wash

Akhirnya, selama perjalanan Borneo trip kemarin, saya sama sekali gak pakai produk shampoo atau sabun lain selain The Daily Grind ini. Kemasan 250ml sendiri kayaknya cukup untuk pemakaian selama kurang lebih 1.5 bulan buat saya.

Saya pribadi suka banget sama produk The Daily Grind Hair & Body Wash ini yang betul-betul berfungsi dengan baik, sebagai shampoo dan sabun. Bahkan, walaupun tanpa conditioner, rambut saya tetap gampang diatur dan terasa lebih lembut walaupun emang ya gak bisa menutupi tekstur aslinya yang emang kasar.

Cuma, kalau ditanya apakah saya suka atau enggak sama produk ini, jawaban saya cuma satu: SUKA BANGET! 😀

Foto sebelum dan sesudah mandi. Fokus ke rambutnya ya sis, ini rambut saya keringkan secara alami setelah keramas.

Kelebihan (+)

  • Terlepas dari packagingnya yang cuma tersedia dalam botol 250ml, dari segi fungsional The Daily Grind ini super praktis dan ringkes banget buat dibawa traveling. Honestly, it would be super useful if they come in travel-friendly size!
  • Sebagai sabun, paling pas dipakai dengan menggunakan shower puff karena gak perlu banyak tapi bisa membersihkan secara menyeluruh.
  • Wanginya yang gak ganggu dan tetap nyaman baik digunakan sebagai shampoo atau sabun. 
  • Sebagai shampoo, walaupun saya gak nyisir dulu sebelum keramas, teksturnya yang lembut gak bikin rambut kusut. 
  • Rambut rontok sedikit berkurang, walaupun rambut saya yang banyak ini juga cenderung banyak juga rontoknya. Tapi setidaknya gak sebanyak biasanya. 

Kekurangan (-)

  • Kemasannya yang cuma tersedia dalam botol 250ml sehingga kurang praktis digunakan untuk traveling. Cuma bisa diakalin sih, dengan cara beli kontainer sendiri. Kebetulan kemasan botolnya juga cukup praktis buat dipindahin ke kontainer lainnya tanpa perlu takut tumpah-tumpah.
  • Teksturnya yang super encer.
  • Jadi, ketika diaplikasikan sebagai sabun ke seluruh badan, The Daily Grind ini gak menghasilkan terlalu banyak busa kecuali kalau pakai shower puff. Tapi, ketika digunakan sebagai shampoo, The Daily Grind ini menghasilkan busa walaupun relatif lebih sedikit dibandingkan shampoo biasanya.
  • Agak ‘boros’ juga untuk ukuran kemasan 250ml habis dalam waktu 1.5 bulan aja. Tapi di waktu yang bersamaan juga hemat, karena hitungannya ini udah 2-in-1 shampoo dan sabun. 

Setelah pakai The Daily Grind Hair & Body Wash ini, saya berencana untuk beralih ke The Daily Grind ini setelah kemasan shampoo dan sabun saya di rumah habis.

Saya sekarang ngerti kalau ReBrew ini memang serius untuk menerapkan prinsipnya yang multipurpose dan ramah lingkungan ini. Karena ya emang lebih ringkes aja kalau dipake jalan, dan juga buat ngurang-ngurangin tubes di kamar mandi sekalian.

Mau Coba ReBrew The Daily Grind Hair & Body Wash Juga?

Melalui website resminya disini, ReBrew juga menerima pengiriman ke luar negeri untuk setiap produk andalan mereka. Malah, kalau kebetulan kamu ada di luar negeri dan punya rencana menjadi reseller juga bisa hubungi mereka melalui e-mail untuk keterangan lengkapnya.

Tapi, kalau kamu di Indonesia dan pengen coba The Daily Grind Hair & Body Wash ini, kamu juga bisa beli dengan harga IDR 225,000 untuk setiap botol kemasan 250ml ini. Saat ini, kamu bisa dapatkan The Daily Grind Hair & Body Wash atau produk ReBrew lainnya lewat store mereka di Tokopedia atau Shopee.

Kamu juga bisa follow Instagram mereka supaya gak ketinggalan update, siapa tau mereka ngeluarin produk atau kemasan baru. 😉

 

View this post on Instagram

 

A post shared by REBREW (@rebrewlifestyle) on

Btw, karena saya rencana mau tulis review satu produknya ReBrew di blog ini lagi, kira-kira kalian lebih pengen baca review Indonesia-nya Frappe Go Lucky All Purpose Butter atau Love You A Latte Sunscreen SPF 25? Boleh tinggalin komentarnya ya, soalnya kebetulan saya galau mau nulis yang mana lagi abis ini. 😛

Beklah, sampai ketemu di postingan berikutnya! 😀


Disclaimer: 

Postingan ini didukung oleh sponsor, dimana saya mendapatkan komisi untuk penulisan dan penayangan tulisan ini. Meski begitu, isi tulisan ini murni merupakan opini pribadi saya terhadap objek yang dituliskan.


 

2 thoughts on “Review: ReBrew The Daily Grind Hair & Body Wash

    1. sesungguhnya aku lebih suka wangi yang fruity gituuu, tapi aku juga suka sih wangi kopinya karna gak ‘kenceng’ gimana gitu.. tapi aku lebih takjub sama hasilnya sih, super maksimal jadi sabun atau shampoo pun! 😀

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.