Perdana Naik Kereta Api Ekonomi di Musim Mudik dan Balik

Hallo semuanya!

Mohon maaf lahir batin dan walaupun telat, selamat lebaran buat kamu-kamu yang merayakan. Saya harap cerita mudik kalian menyenangkan, dan dengan akhir liburan yang semakin dekat, saya harap kegalauan kalian untuk kembali bekerja ga sebesar yang saya alami. Haha. *curhat colongan*

Kali ini, saya mau bahas tentang pengalaman perdana saya naik kereta api ekonomi di musim mudik kali ini.

Hari ini saya baru sampai Jakarta lagi, dan kebetulan saya belum pernah naik kereta api antar kota di kelas ekonomi sebelumnya. Jadi, apa bedanya? Apa betul yang orang-orang bilang kalau kereta api ekonomi jaman sekarang ga kalah nyamannya sama kelas bisnis? Atau cuma hoax belaka?

Jadi, cerita saya naik kereta api ekonomi perdana ini diwarnai dengan sedikit-banyak drama dikarenakan kebodohan adik saya yang salah booking kereta.

Gara-garanya, awalnya kita sudah rencanakan buat pulang ke Bandung tanggal 24 Juni pagi dan balik lagi ke Jakarta malam ini. Karena menghindari kemacetan pas arus mudik, kita pun setuju untuk ke Bandung menggunakan kereta api Argo Parahyangan. Tapi, karena kita pengen coba sesuatu yang baru, kali ini kita booking tiket kelas ekonomi karena dengar simpang siur soal kereta ekonomi yang nyaman saat ini.

Singkat cerita, kita sampai di Gambir tanggal 24 Juni pagi, hanya untuk menyadari kalau kita ga bisa check-in karena ternyata tiket yang adik saya booking adalah tiket tanggal tersebut, tapi dengan rute Bandung-Gambir. Bukan sebaliknya. Krik to the max. Haha.

Akhirnya, pagi itu kita pun ngurusin refund tiket kereta dari Gambir ke Bandung karena kita batal berangkat dan tiket ke Bandung untuk hari itu sold out semua. Untuk pembatalan keberangkat, uang bisa dikembalikan sebanyak 75% dari harga tiket oleh PT. KAI dengan cara isi formulir yang tersedia di loket terdekat. Kalau di Gambir sendiri, pembatalan dan pergantian jadwal dapat dilakukan di loket 9 dan 10.

Sedangkan untuk ganti jadwal, untungnya kita masih bisa ganti jadwal rute Bandung ke Gambir jadi tanggal 30 Juni, walaupun akhirnya kita ga bisa naik kereta malam karena ternyata tiket kereta dari Bandung ke Gambir dari tanggal 30 Juni sampai 3 Juli sudah sold out semua, baru tersedia lagi di tanggal 3 Juli. Itupun siang. Sedangkan tanggal 30 Juni tersedia kereta api jam lima pagi.

Akhirnya, terpaksa kita pun ngalah buat pulang ke Jakarta lebih cepat. FYI, untuk ganti jadwal kereta sendiri dikenakan biaya sebesar IDR 50.000 karena saya dan adik saya pesan tiket di satu kode booking untuk 2 (dua) penumpang.

Alhasil, jadilah kita pulang duluan tadi subuh dan sampai Gambir sekitar jam 8 pagi. Jadi, gimana pesan dan kesannya naik kereta api ekonomi untuk pertama kali?

Harga kereta api ekonomi Argo Parahyangan dari Bandung ke Jakarta untuk tarif normal adalah IDR 90.000.

Pas pertama kali sampai di gerbong kereta, saya cukup terkesan karena ternyata betul kata orang-orang, kereta ekonomi sekarang nyaman dengan adanya AC dan overhead compartment yang cukup luas yang muat untuk koper ukuran kabin standar.

Sejauh ini, saya sendiri belum pernah bawa-bawa koper untuk jalan-jalan naik kereta api karena parno kompartemennya ga akan cukup. Tapi setelah melihat begitu banyak penumpang yang bawa koper, next time saya jalan-jalan pake kereta, saya jadi cukup pede bawa koper juga. 🙂

Suasana di gerbong kereta api ekonomi dan tempat duduk penumpang.

Layaknya kaum milenial yang ga bisa hidup tanpa charger, pertanyaan pertama saya pas perdana naik kereta ekonomi adalah apakah di tempat duduk tersedia charger. Yang ternyata jawabannya adalah ya. Jadi intinya sih seluruh fasilitas yang tersedia di kelas eksekutif tersedia juga di kelas ekonomi, yang membedakan cuma bentuk kursi dan luas ruang gerak kaki.

Selain itu, satu hal yang saya sadari adalah mbak-mbak pramugari kereta api juga lebih aktif berjualan di gerbong ekonomi ini. Padahal meja makan portable ga tersedia di tempat duduk gerbong ekonomi ini.

Cuma yah, kalau pop mie doang saya pikir juga ga perlu meja sih yah. Tapi kalau inget kesadaran akan orang Indonesia untuk buang sampah pada tempatnya, rasanya jadi parno gerbong ekonomi yang udah nyaman sama AC malah diganggu sama sampah khan.

(+)

  • Harga tiket yang relatif murah, dengan IDR 90.000 yang notabene lebih murah daripada tiket beberapa vendor travel Jakarta-Bandung tapi bebas macet baik untuk arus mudik atau balik.
  • Fasilitas yang cukup lengkap dan hampir sama dengan kelas bisnis dan eksekutif, misalnya AC dan colokan listrik.

(-)

  • Tempat duduk ga seluas di kelas bisnis atau eksekutif. Mungkin akan bermasalah buat kamu-kamu yang badannya tinggi. Buat saya sih luas tempat duduknya sama sekali ga masalah.
  • Kursi ga bisa di-recline. Ini jadi sedikit masalah buat saya yang badannya tidak se-fit dulu waktu masih umur 21, karena gara-gara tidur tegak selama 3 jam di kereta sekarang leher dan bahu saya jadi sakit-sakit.

Menurut saya, kenyamanan masih terjamin untuk kereta api ekonomi. Bukan sekedar berita palsu yang simpang siur di pasaran kaya soal Jokowi komunis atau pemberitaan bodoh serupa lainnya. 😛

Saya sendiri masih akan mempertimbangkan untuk naik kereta api ekonomi di perjalanan pulang saya selanjutnya, walaupun mungkin karena faktor umur ga akan sering-sering juga karena saya males minum Anlene. 🙁

Jadi, itu cerita mudik saya. Gimana cerita mudik kalian?!

Tinggalkan Balasan

loading...