Mau Terbang Jakarta-Kuala Lumpur? KLM Aja!

Daftar Isi

Rute CGK-KUL atau KUL-CGK yang disediakan oleh KLM sebetulnya sudah ada sejak saya masih terbang sebagai pramugari beberapa tahun yang lalu. Waktu itu, beberapa teman ada yang sempat kebagian tiket pesawat transit ke Kuala Lumpur dan dilanjutkan dengan KLM untuk KUL-CGK tiap kali vacation.

Kebetulan, tiap kali vacation pulang ke Indonesia saya ga pernah kebagian tiket non-direct flight jadi pengalaman saya minim kalau soal terbang sama maskapai non-sponsor tempat saya kerja dulu. πŸ˜›

Makanya, waktu saya merencanakan perjalanan ke Kuala Lumpur, dari awal pun saya bilang sama adik saya kalau saya mau coba terbang pake KLM supaya saya bisa review pengalaman saya untuk dijadikan konten di blog ini.

Buat teman-teman yang belum familiar dengan maskapai KLM, KLM adalah maskapai nasional punya Belanda yang merupakan bagian dari AirFrance-KLM group dan juga tergabung dalam SkyTeam Alliance Member. Dan tentunya, karena KLM adalah maskapai nasional, maka jenis jasa penerbangan yang ditawarkan pun tentunya full service dengan bagasi dan in-flight meals!

Untuk rute Jakarta-Kuala Lumpur dengan KLM ini sebetulnya merupakan direct flight Jakarta ke Amsterdam.

Bingung kenapa direct flight ke Amsterdam tapi kok berhenti di Kuala Lumpur? Saya bantu jelasin yah! πŸ™‚

Jadi gini, ada dua istilah yang kadang masih kurang familiar di kuping orang awam: non-stop flight dan direct flight. Kalau orang yang ga tau, kadang mereka berpikir kalau direct flight dan non-stop flight itu sebetulnya sama aja. Padahal ada sedikit perbedaan yang mungkin akan sangat berarti buat penumpang yang mempunyai pertimbangan waktu ke tempat tujuan.

Non-stop flight adalah penerbangan tanpa transit dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu saya sempat baca kalau Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung dari Jakarta ke London. Penerbangan langsung disini ga bisa diartikan direct flight kalau misalnya Garuda betul-betul menerbangkan pesawat mereka tanpa berhenti dari Jakarta ke London, karena kalau kasusnya gitu berarti ini adalah non-stop flight.

Sedangkan untuk direct flight adalah sebuah penerbangan dari satu tempat ke tempat lainnya, ditambah transit selama beberapa saat di antara tempat asal dan tempat pemberhentian akhir. Hal ini biasanya dikarenakan beberapa alasan, bisa karena ada penambahan penumpang dari tempat transit, atau ada pergantian kru pesawat. Direct flight ini biasanya ga mengharuskan penumpang untuk ganti pesawat, sehingga untuk beberapa direct flight biasanya penumpang kadang ga diperbolehkan turun dari pesawat.

Nah, penerbangan KLM dari Jakarta ke Kuala Lumpur ini sebetulnya direct flight dari Jakarta ke Amsterdam dengan stopover di Kuala Lumpur. Hal ini bisa dilihat dari nomor penerbangan yang tersedia ketika check in, untuk penerbangan ke Kuala Lumpur biasanya kode penerbangan adalah KL, dan untuk penerbangan dengan destinasi akhir Amsterdam biasanya berkode AMS. Walaupun berbeda, tapi para penumpang dari Jakarta nantinya naik pesawat yang sama ke Kuala Lumpur terlebih dahulu.

Yang saya perhatikan sih, untuk direct flight ini seluruh penumpang turun dulu dari pesawat. Tapi setelah ngobrol sama beberapa orang yang pernah terbang dengan KLM ke Amsterdam, biasanya memang mereka kembali ke pesawat yang sama untuk penerbangan lanjutan.

Oke, sekarang lanjut ke review soal KLM ini yah! πŸ™‚

Mandatory selfie di pesawat buat memperjelas status social climber. πŸ˜›

Kali ini, saya traveling dengan Akin, adik saya yang laki-laki.

Kita beli tiket melalui tiket.com dengan total harga IDR 1.089.520 termasuk dengan asuransi untuk 2 penumpang. Yang artinya, one way ticket untuk satu penumpang dari Jakarta ke Kuala Lumpur dengan KLM tanpa asuransi ada di kisaran IDR 523.000.

Harga tersebut tentunya bukan yang termurah untuk rute Jakarta-Kuala Lumpur, tapi karena keukeuh pengen coba KLM dan beberapa pertimbangan lain, saya tetap teguh pada pendirian untuk coba penerbangan KLM ini.

Lagipula, selisih harga pun ga terlalu jauh dibanding dengan maskapai lain. Kelebihannya adalah, karena dibandingkan maskapai lain yang kebanyakan low-cost carrier dengan selisih cuma sekitar IDR 100.000, KLM punya beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Full service, sehingga bagasi dan meals sudah termasuk.
  • Jatah bagasi adalah satu koper per penumpang, maksimal 23 kg dan bisa upgrade dengan biaya tambahan. Bawaan saya ga sampai 23 kg, jadi saya ga tambah biaya apapun.
  • Karena merupakan bagian dari direct flight ke Amsterdam, otomatis pesawat yang digunakan pun lebih nyaman dengan disertai in-flight entertainment yang mumpuni.
  • Pesawat yang digunakan adalah B777-300. If it’s not Boeing, I’m not going! *padahal bohong πŸ˜›

Untuk check in, karena kuatir kejadian kaya dulu terbang pake QR, saya web check in melalui website yang ternyata available 30 jam sebelum ETD. Ga terlalu ngaruh, karena waktu kita mau check in bagasi, ternyata ga ada line khusus untuk penumpang yang sudah check in sebelumnya. πŸ™‚

Sedikit penampakan dari tempat duduk saya yang berada di window seat.

Tapi, sayangnya lagi-lagi saya kelupaan foto in-flight meals-nya. Begitulah, kenapa saya ga bakat jadi foodie. Karena saya kalau udah liat makanan bawaannya langsung pengen makan, ga kepikiran buat foto. πŸ™

Sedikit gambaran (mudah-mudahan membantu dan percaya!), karena saat itu kita ambil penerbangan malam dengan ETD 18.45 dari Jakarta, untuk meals kita dapat semacam wrapped-up sandwich (no option)Β dengan beverage yang bisa dipilih.

Lalu, gimana kesan dan pesan terbang singkat dengan KLM secara keseluruhan?

(+)

  • Kemudahan untuk web check in, karena berdasarkan pengalaman ada beberapa maskapai yang ga bisa web check in kalau kita booking tiket bukan dari website resmi mereka. Sedangkan untuk KLM sendiri, walaupun saya booking lewat tiket.com, tapi saya cuma perlu PNR (kode booking) dan nama belakang saya sebagai penumpang aja untuk diinput dan web check in di website resmi mereka disini.
  • Bagasi sudah termasuk 23 kg untuk satu tas bagi setiap penumpang, yang bisa diupgrade dengan dikenakan biaya tambahan. Untuk saya yang bawaannya satu koper besar dengan berat sekitar 20 kg, itu sangat membantu saya.
  • Kalau dibanding dengan maskapai tetangga dengan harga tiket lebih murah, tiket keseluruhan KLM ini jauh lebih efisien karena sudah termasuk bagasi dan meals.
  • Karena pesawat yang digunakan B777-300, otomatis semuanya serba nyaman. Ditambah dengan in-flight entertainment yang jadi pelipur lara kalau bosen bisa dipakai untuk nonton film atau dengerin musik. Sst, ada chatting feature antar seat juga. Jadi kalau kebetulan liat cowok cucok, tinggal inget-inget seat dia nomor berapa buat mulai flirting! πŸ˜›
  • KLM menerima pet on-board, karena waktu saya terbang ada oma-oma mau ke Amsterdam bawa kucing.
  • Landing-nya di KLIA, mungkin akan jadi petualangan seru buat teman-teman yang biasanya landing di KLIA2 kalau ke Kuala Lumpur.

(-)

  • Pas saya terbang, terjadi sedikit keterlambatan. Tapi ga lama kok, cuma sekitar setengah jam.
  • Not a big fan of in-flight meals since I was flying, jadi menurut saya sih meals-nya kurang enak. Walaupun pas dimakan abis juga sih karena sayang. πŸ˜›
  • Ga bisa pilih seat. Bisa sih, tapi ada biaya tambahan, dan saya ga mau bayar. *kere
  • Landing di KLIA bisa jadi plus dan minus buat masing-masing orang, karena bisa agak sedikit membingungkan apalagi buat orang yang baru pernah mendarat disana dan harus berhadapan dengan SkyTrain. πŸ™‚
  • Jadi, waktu adik saya mau cek safety card, ada penumpang sebelumnya yang menempelkan permen karet disana. Itu menjijikan, tapi saya percaya kalau kaya gitu yang salah penumpangnya. Bukan pesawatnya, walaupun pramugari/pramugara-nya harusnya cek, tapi karena saya pernah di posisi mereka jadi saya ga mau menyalahkan mereka juga. *empati karena ga mau disalahin juga πŸ˜›

So far, saya sih puas banget terbang dengan KLM ke Kuala Lumpur dari Jakarta yah. Bahkan, kalau saya boleh milih, mungkin ke depannya kalau misalnya saya berencana ke KL lagi, hampir pasti saya lebih milih buat ambil KLM supaya ga perlu mikirin bagasi.

Maklum, kalau traveling bawaan saya ga pernah lebih dari 23kg, jadi saya ga perlu kuatir buat upgrade kesana-kemari. πŸ™‚

Buat kamu yang rencana ke Kuala Lumpur untuk berlibur dan pengen terbang nyaman, saya sangat rekomendasikan KLM ini. Kapan lagi khan ngerasain maskapai punya kumpeni dengan harga terjangkau?

Oke, sekian dulu tulisan saya kali ini. Cheerio, teman-teman! πŸ˜€

13 thoughts on “Mau Terbang Jakarta-Kuala Lumpur? KLM Aja!

  1. Jadwalnya ga bagus kan? Seinget gw cuman.1x sehari dan itu jam 18.50 tiba di KL malem banget. Sorry to say, in-flight servicenya big no…no, pramugari ga ramah, makanan so so. Mending airline low cost yg jadwal lebih ramah, bisa nyampe jam 12 or jam 2, ga rugi hotel cost 1 malam karena harinya ga abis di jalan.

    1. iya bener, jadwalnya cuma sekali sehari di jam2 nanggung karna deket jam makan malam. klo dari segi in-flight service sih dari pengalaman aku biasa aja. not too bad, but don’t compare it with SQ either. πŸ˜›

    1. harusnya ga boleh mas, itu harusnya dikembaliin sebetulnya.. sama kaya cutleries kalo di kelas bisnis yang biasanya suka banyak penumpang bandel bawa pulang karena stainless steel. πŸ˜›

      1. He..he…tapi kayaknya si Pramugarinya gak ada yang negur yah…atau at least di kasih pengumuman/tulisan gitu kalo enggak boleh di bawah pulang. Asumsi penumpang awam kayak saya kan itu dikasih cuma-cuma karena memang gak ada pemberitahuan.

        1. karena sebenernya pramugarinya juga udah males, mas.. sepengalaman saya dulu pas jadi pramugari, penumpang dikasihtau pun suka banyak yang diem2 ngambil. jadi akhirnya emang biasanya dicuekin kalau perintilan macam sendok garpu atau headset doang.

          yang jadi masalah itu klo misalnya pelampung, karena emang itu udah ada peraturan internasional klo ketauan ngambil bayar denda. πŸ™‚

  2. Salam kenal..tanya yaa mba.
    Jd kalau kita naik dari jakarta.. didalam peswatnya sdh ada penumpang terdahulu dari amsterdam yaa..

    Kalau mau pilih seat biar nggak pisah (kebetulan aq bawa ortu oktober ini pake KLM dan belum pernah ke Ln..kasian kalau terpisah duduknya) bayarnya saat chek in yaa.. boleh tau brp biayanya?

    Terimakasih mba jawabannya

    1. hallo mbak vemi, salam kenal.. bukan, untuk penerbangan jakarta-kuala lumpur pake klm ini sebetulnya penerbangan asli dari jakarta menuju amsterdam yang transit terlebih dahulu di kuala lumpur. klo misalnya mbak terbang ke kuala lumpur, penumpang lain yang pemberhentian terakhirnya ke amsterdam gak usah dihiraukan, yang penting mbak harus turun pesawat nanti sesampainya di kl.

      pilih seat dan tambah bagasi bisa kok mbak, selama mbak udah ada kode bookingnya. gak perlu bayar deh kalo pilih seat, mbak beli tiketnya darimana? bisa coba cek di manage my booking di website klm.com.

      klopun misalnya gak bisa, bisa nanti pas check-in minta barengan. gak perlu bayar, kecuali kalo bagasi mbak kelebihan. safe trip mbak! πŸ˜€

  3. Selamat mlm mbak, numpang tanya, biasanya kalau check in online klm ditawarin upgrade ke business kan? Tau ga berapa biaya nya?

    1. klo dibilang worth it mana, itu tergantung selera masing-masing mas.. karena airasia dan klm ini boleh dikatakan beda kelas, klo klm itu khan full-service airlines, sedangkan airasia budget. klo dari segi harga, klo misalnya klm dan airasia harganya beda tipis, aku pribadi bakalan lebih milih klm karena toh udah include bagasi dan in-flight meals. klo airasia, untuk perintilan bagasi dan makan khan harus beli lagi dan harganya pun gak murah. πŸ˜›

Tinggalkan Balasan