Liburan Murah Tapi (Terlihat) Mewah? Ini Caranya!

Hallo beautravelers!

Baru-baru ini, saya memberikan surprise giveawayย untuk pembaca dan followers saya di sosial media.

Salah satu pemenangnya, @dindaradtry saya pilih karena masukannya yang minta saya untuk buat artikel tentang liburan murah tapi terlihat berkelas. Karena itu, postingan ini saya buatkan khusus sesuai permintaan Ratri belakangan ini. Untuk kalian yang tertarik untuk memenangkan #RUGiveaway selanjutnya, silakan klik disini untuk keterangan lebih lanjut yah! ๐Ÿ™‚

Sementara itu, semoga tips liburan murah yang terlihat mewah ini bisa bantu kamu untuk merencanakan liburan kamu selanjutnya!

Sebelum kamu memutuskan destinasi liburan kamu, akan sangat membantu kalau kamu mengenali gaya liburan favorit kamu terlebih dahulu.

Mengenal diri sendiri itu penting. Begitu juga urusannya dengan gaya liburan yang sedikit banyak akan mempengaruhi mood kamu, karena gaya liburan kamu bisa aja berbeda dengan orang lain.

Apakah kamu lebih suka suasana alam untuk liburan dibandingkan hiruk pikuk kota besar dengan mall bertebaran di setiap sudut kota? Atau mungkin kamu lebih suka jalan-jalan menyusuri museum untuk iseng-iseng menambah ilmu?

Gaya liburan favorit saya cukup versatile, walaupun saya cenderung memilih tempat wisata budaya sebagai tujuan utama saya saat berlibur.

Jawaban untuk setiap orang bisa berbeda, dan satu-satunya cara untuk menghindari kekecewaan ketika liburan adalah dengan cara mendengarkan apa kata hati. ๐Ÿ˜€

Saya sendiri karena berasal dari kota besar, saya cenderung menghindari mall kemanapun saya bergi berlibur karena selain lumayan untuk penghematan, saya rasa isi mall dimana-mana sama saja. Kalau kalian ga percaya, ketahuilah bahwa jaman saya tinggal di Jeddah dulu, saya beli baju di New Look yang ternyata buatan Indonesia.

Ibarat kata, kalau kalian penganut paham globalisasi, mungkin mall akan jadi pilihan utama. Untuk saya yang penganut paham glokalisasi, saya lebih memilih kuil atau museum sebagai tempat-tempat yang saya kunjungi saat berlibur.

Sedangkan untuk wisata alam, karena saya berasal dari dataran tinggi, saya cenderung lebih suka pantai walaupun sesekali saya juga tertarik untuk datang ke wisata alam lain seperti gunung.

Kalau kalian sudah menentukan gaya liburan favorit, saatnya untuk memilih destinasi dan kalkulasi pengeluaran. Pilih destinasi yang murah meriah kalau budget menjadi pertimbangan terbesar kalian dalam liburan.

Bukan maksud hati untuk nyinyir, tapi saya seringkali takjub kalau dengar ada orang Indonesia yang bolak-balik Jakarta-Singapore cuma untuk berlibur. Maklum, pengalaman saya tiap kali ke Singapore pulangnya selalu berasa jatuh miskin. Padahal (dulu) seringnya saya ke Singapore untuk urusan kerjaan yang notabene masih dibayarin kantor.

Pernah dengar istilah barang substitusi? Tiada rotan, akar pun jadi? Nah, hal ini juga bisa diterapkan untuk memilih destinasi liburan!

Tahun lalu, saya sempat merencanakan untuk ke Bali tetapi karena saat itu tiket ke Bali harganya mahal banget, akhirnya saya pun mengganti lokasi liburan saya ke Malang dengan pertimbangan di sekitar kota Malang pun ada pantai ditambah kesempatan untuk mengunjungi Bromo untuk pertama kalinya.

Kalau ga percaya, saya kasih pencerahan nih. Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia itu luas sekali dengan berbagai macam latar belakang dan jenis tempat. Bukan tanpa alasan khan kalau Bandung disebut Parijs van Java? Ada lagi Malang yang juga digadang-gadang sebagai Swiss-nya Pulau Jawa.

Sedangkan untuk kamu yang merencanakan untuk ke luar negeri pertama kalinya dan masih struggling dengan keuangan dalam bentuk rupiah, saya sarankan sih jangan terlalu terpengaruh dengan promo tiket murah ke Singapore kalau kalian masih sensitif sama urusan budget. Alih-alih Singapore, kalian bisa pilih Kuala Lumpur karena dengan gaya liburan urban yang nyaris mirip, kalian punya lebih banyak pilihan tempat yang dikunjungi dengan harga yang bisa 3 kali lipat lebih murah.

Kalau sudah memutuskan destinasi liburan kalian selanjutnya, kalian bisa mulai mempertimbangkan printilan lain seperti transportasi dan akomodasi.

Untuk transportasi, mungkin cukup mudah memutuskan karena selain iming-iming tiket murah, beberapa kendala seperti mabuk perjalanan atau waktu yang singkat juga bisa jadi pertimbangan untuk memilih jenis transportasi apa yang akan kalian pilih untuk ke tempat tujuan.

Walaupun pernah kerja sebagai pramugari sebelumnya, sebetulnya saya kurang terlalu suka terbang sebagai penumpang karena saya cenderung bosan di jalan cuma liat awan.

Saya sendiri kalau misalnya waktu yang singkat tidak menjadi pertimbangan saya dalam memilih transportasi, sebisa mungkin saya akan memilih transportasi darat karena beberapa alasan. Dengan transportasi darat, saya bisa melihat pemandangan yang dilewati selama perjalanan. Hal seperti ini tidak bisa saya dapatkan di udara, selain juga kenyataan bahwa biasanya perjalanan darat biasanya biaya yang dikeluarkan cenderung lebih rendah daripada naik pesawat. ๐Ÿ˜›

Lain ceritanya kalau saya dikejar-kejar waktu selama liburan, karena kalau keadaannya seperti ini, mau ga mau saya pasti tetap akan pilih alternatif transportasi udara yang bisa menghemat banyak waktu.

Sedangkan untuk akomodasi, saya biasanya memilih untuk mencari penginapan dengan lokasi strategis. Terutama penginapan yang bisa memotong cost transportasi saya selama di tempat liburan.

Salah satu penginapan yang paling saya rekomendasikan adalah Sunny Fine Guesthouse di Hue yang selain lokasinya strategis, juga menyediakan rental sepeda gratis yang bisa kita gunakan untuk keliling kota.

Biasanya, penginapan di lokasi strategis ini harganya sedikit lebih mahal, tapi prinsip saya sih ga masalah lebih mahal untuk hotel kalau misalnya kita bisa kemana-mana jalan kaki dan ga keluar biaya apa-apa selain air minum.

Usahakan untuk lebih banyak makan makanan pinggir jalan daripada mampir ke fancy restaurant.

Salah satu kelebihan orang Asia pada umumnya adalah kenyataan bahwa kita jarang sekali bermasalah soal makanan, terutama buat orang-orang seperti saya yang punya tendensi apa aja dimakan asal enak. ๐Ÿ˜›

Memang sih, Mama bilang ga boleh jajan sembarangan. Tapi alhamdulillah, sejauh ini saya ga pernah bermasalah sama makanan pinggir jalan dan ga pernah jadi korban any kind of food poisoning. Alasan saya lebih banyak mengeksplor makanan pinggir jalan adalah karena rasanya yang lebih otentik dan lebih memiliki cita rasa lokal dibandingkan fancy restaurant.

Satu-satunya makanan fancy saya selama liburan di Vietnam adalah ketika saya menginap di kapal selama semalam untuk tur Ha Long Bay.

Tapi, di luar itu saya juga menganut motto generik ala turis: “When in doubt, always choose McDonald’s.”

Saya punya teman-teman yang cuma mau makan McDonald’s kalau lagi jalan-jalan ke tempat baru, saya sarankan jangan seperti mereka. Live a little! ๐Ÿ˜‰



Latih skill packing kalian dengan cara kalkulasi barang bawaan.

Kenapa kalian perlu kalkulasi barang bawaan kalian? Karena itu akan sangat membantu kalian dalam memutuskan apa yang perlu dan tidak perlu dibeli selama perjalanan. Contohnya, buat apa kalian repot-repot beli miniatur patung Garuda Wisnu Kencana kalau kalian cuma mengandalkan satu koper kecil aja saat solo traveling?

Ini bisa membantu kalian untuk mengencangkan ikat perut juga sehingga menghindari belanja hal-hal yang kurang penting.

Default bawaan saya tiap kali terbang pakai LCC adalah bagasi 15kg untuk berangkat dan 20kg untuk pulang. Just in case.

Saya sendiri kemanapun saya pergi biasanya selalu jaga-jaga membawa foldable bag yang bisa saya masukkan ke dalam koper, sehingga kalau ternyata bawaan saya kebanyakan, saya bisa memilah beberapa barang yang saya bisa jadikan hand carry di foldable bag tersebut.

Kalau kalian berencana untuk liburan bersama keluarga dengan menggunakan budget airline seperti AirAsia, JetStar, Tiger atau Citilink, pastikan kalian booking tiket di satu kode booking yang sama supaya bagasi kalian sekeluarga bisa digabung secara total. ๐Ÿ™‚

Nah, kurang lebih itulah tips dari saya untuk edisi liburan murah yang (terlihat) mewah. Semoga bermanfaat!

Sekali lagi, untuk kamu yang punya masukan terkait konten Ransel Ungu di media sosial seperti Facebook atau Instagram, juga postingan di blog, feel free to drop me a message karena suatu waktu saya akan memberikan surprise giveaway untuk kamu yang sarannya bisa saya eksekusi.

Terima kasih, dan cheerio! ๐Ÿ˜‰

10 thoughts on “Liburan Murah Tapi (Terlihat) Mewah? Ini Caranya!

  1. Mbak tipsnya berguna banget buat saya yg minim budget dan kalau pergi rempong krn bawa rombongan sirkus hehe. Soal barang itu kalau pergi suka khawatir ntr butuh ini itu, pdhl kadang di tempat tujuan gk terlalu banyak jg haha. Tengkyu sharingnya ๐Ÿ˜€

    1. hallo mbak, terima kasih komentarnya.. iya nih, kemarin2 sempet ada yang minta tips liburan hemat sama keluarga juga. cuma klo sama keluarga aku belum pengalaman karena single dan biasa jalan2 sendirian. mudah2an di masa mendatang bisa sharing soal ginian. amin. hehe. ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan