Kota Lodge Hotel, Sentuhan Keluarga di Tanah Melaka

Daftar Isi

Jadi, seperti yang beberapa lalu saya sebutkan melalui postingan-postingan saya sebelumnya, awal bulan ini saya baru kembali dari road trip Malaysia-Singapore saya dimana rute yang saya ambil diantaranya Kuala Lumpur, Melaka, Johor Bahru dan Singapore sebagai titik pemberhentian terakhir sebelum kembali ke Indonesia.

Alasan saya untuk berkunjung ke Melaka untuk kedua kalinya sebetulnya ga cuma karena saya pengen bawa Akin, adik saya yang cowok, jalan-jalan kesana, tapi juga saya kesana dalam rangka silaturahmi dengan Kak May, istri dari pemilik Kota Lodge Hotel, tempat saya menginap ketika berkunjung ke Melaka untuk pertama kalinya di tahun 2013.

Karena dulu pas pertama kali nginep saya masih males-malesan buat serius blogging, akhirnya saya memutuskan buat menulis review-nya kali ini.

Perkenalan saya dengan Kota Lodge Hotel ini dimulai 4 tahun lalu waktu saya memutuskan untuk booking kamar disini melalui Agoda.

Ga lama kemudian setelah saya booking kamar disini, tiba-tiba saya terima SMS yang menanyakan konfirmasi tanggal kedatangan saya. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba saya dapat telepon dari Malaysia yang ternyata masih dari hotel yang sama.

Awalnya, perempuan di telepon tersebut konfirmasi waktu kedatangan saya di Melaka nantinya sampai akhirnya ia basa-basi dan bertanya Indonesia-nya bagian mana dengan aksen Melayu yang kental. Jujur, saya ini ga terlalu ngerti Melayu dan kalau disuruh memilih biasanya saya lebih senang bicara pakai Bahasa Inggris untuk menghindari kesalahpahaman.

Sampai akhirnya saya bilang saya dari Bandung, perempuan di telepon langsung nyerocos pakai Bahasa Sunda. Eeeeeh. HAHA.

Singkat cerita, selama di Melaka saya ga berasa liburan karena dijamu layaknya saudara sendiri. Bahkan di Bandung pun saya sempat ketemu dengan beberapa anggota keluarga Kak May, wanita asli Bandung yang menikah dengan Koh Kenny, warga negara Malaysia pemilik Kota Lodge Hotel ini.

Penampakan depan Kota Lodge Hotel.

Nah, cukup dengan latar belakang gimana saya akhirnya kenal dengan pemilik hotel sehingga memutuskan untuk kembali lagi for the sake of silaturahmi. πŸ™‚

Kapan lagi nginep di hotel berasa kaya bos di rumah sendiri? πŸ˜›

Jadi, sesampainya di Melaka Sentral, saya langsung cari Grab untuk diantar langsung ke Kota Lodge Hotel yang berlokasi di daerah Taman Kota Laksamana ini.

Dari Melaka Sentral, ongkos pakai GrabCar cuma sekitar 7-8 MYR dan diantar langsung ke lobby hotel. Ga pake ribet pokonya! πŸ™‚

Lagipula, satu hal yang bikin saya betah di Melaka adalah kenyataan kalau Melaka ini bukan kota besar, sehingga cenderung dekat kemana-mana. Entah jalan kaki atau naik taksi, apalagi sekarang dengan adanya Grab dan Uber, semuanya serba mudah!

Sesampainya di hotel, karena Kak May udah pulang, saya disambut oleh karyawannya yang langsung bertanya, “Marya ya?” bahkan sejak saya membuka pintu hotel. Kapan lagi khan berasa famous di negara orang? Hahaha. πŸ˜›

Bener aja, saya langsung dikasih kunci kamar dan ga tanggung-tanggung, langsung dapat kamar nomor 1 yang berada di lantai dasar, sehingga saya ga perlu repot-repot bawa barang bawaan saya yang segambreng itu lewat tangga.

Dan pas masuk kamar, AC udah nyala yang bikin saya sama si Akin langsung mager ga mau keluar lagi. Hahaha. πŸ˜€

Ada beberapa pilihan kamar yang tersedia di Kota Lodge Hotel, kebetulan kali ini saya dikasih kamar Triple Room with attached bathroom seperti ini.

Karena kita dikasih kamar triple, saya yang bertingkah layaknya seorang putri langsung ambil queen bed sedangkan si Akin tidur di single bed sehingga untuk kali ini kita masing-masing punya kamar sendiri. πŸ™‚

Dari segi amenities ga perlu kuatir, karena disediakan handuk dan beberapa toiletries seperti sabun di kamar mandi. Kaca pun tersedia masing-masing satu di kamar mandi dan kamar tidur. Jadi, selama adik saya mandi, saya tetep bisa betah dandan.

Penampakan keseluruhan kamar triple bedroom di Kota Lodge Hotel.

Dan kalau misalnya kamu seperti si Akin yang lebih enak mandi pake air hangat, di Kota Lodge Hotel ini juga tersedia water heater yang berfungsi cukup baik.

Selain pilihan triple bedroom ini, kamu juga bisa pilih opsi lainnya yang tersedia di Kota Lodge Hotel ini. Diantaranya, tersedia juga deluxe room atau bahkan family room atau quadruple room yang cocok untuk keluarga.

Bahkan, kalaupun kalian mentok dengan budget, kalian juga bisa pilih kamar dengan kipas angin untuk sedikit menghemat biaya penginapan. FYI, Melaka itu udaranya gerah mirip-mirip Jakarta kalau lagi panas jadi mungkin bisa dipertimbangkan dulu apa kalian akan nyaman atau engga bertahan dengan kipas angin disini. πŸ˜€

(+)

  • Rate per malam yang terjangkau serta kenyamanan yang memuaskan. Kebetulan, untuk triple room tempat saya menginap kemarin sepertinya baru direnovasi sehingga masih sangat nyaman untuk digunakan.
  • Fasilitas cukup lengkap dengan dilengkapi AC, TV, serta amenities yang diperlukan selama menginap. Wifi pun tersedia dan berjalan cukup lancar. Ini penting, karena sinyal HP saya di Melaka agak timbul tenggelam dan cuma bisa digunakan tiap kali di hotel menggunakan wifi.
  • Dari segi lokasi, Kota Lodge Hotel ini saya suka karena dekat dengan Jonker Walk, tapi ga terlalu dekat sehingga kalau kalian sengaja datang ke Melaka untuk menikmati street market mereka, ga akan kebagian hingar bingarnya waktu kalian siap-siap untuk tidur. Dari hotel ke Jonker Walk kira-kira 5-10 menit jalan kaki.
  • Keramahan pemilik dan petugas hotel, dan buat kalian orang-orang Indonesia seperti saya, selain Kak May, resepsionis pagi sampai siang juga yang bertugas orang Jogja, namanya Mbak Tito.
  • Saya dilayanin layaknya tuan puteri disana. Hahaha. Ini agak bias sih, soalnya pas Kak May tau saya lagi sibuk terapi untuk bell’s palsy dan menyadari saya sakit, mata dia langsung berkaca-kaca dan langsung ngomelin saya nyuruh saya rajin-rajin berobat. :’)
Keesokan paginya setelah saya sampai hotel, saya disambut sama… bala-bala untuk sarapan. Dibikinin sama yang punya hotel. πŸ˜›

(-)

  • Lokasi Kota Lodge Hotel ini persis di depan pasar ikan, sehingga kalau jalan kaki menuju Jonker Walk harus lewat pasar tersebut yang agak berbau amis.
  • Kalau udah seru ngobrol sama Kak May, susah ngeberhentiinnya. Hahaha. πŸ˜›

Gimana engga? Hari pertama saya ketemu sama Kak May lagi setelah 4 tahun, tanpa basa-basi Kak May langsung komentar saya yang menggendut. Tapi udah ngatain gendut, langsung lupa dan malah ngasih saya bala-bala bikinin Kak May untuk sarapan. Jadi, gimana yah? Ironis tapi enak karena saya doyan makan. πŸ˜€

Semakin seru, karena saya kebetulan buka jasa titip dan di Melaka ada orang Bandung yang nitip sesuatu dari orang tuanya dan ketika kita janji ketemu di hotel kita langsung heboh gogorowokan pake Bahasa Sunda!

Supremasi wanita Indonesia di Melaka.

Sebetulnya, wajar orang-orang jatuh cinta dengan kenyamanan kota Melaka, tapi lebih dari itu saya jatuh cinta dengan Melaka ga cuma karena kotanya, tapi juga suasana disana yang terasa seperti dekat dengan keluarga.

Pokoknya, saya betul-betul merasa hoki ketika memutuskan untuk booking hotel di Kota Lodge dan dipertemukan dengan Kak May disana! πŸ™‚

Kalau ada diantara kamu, teman-teman, atau keluarga berencana ke Melaka dan bingung cari penginapan nyaman dan murah disana, kalian bisa coba cari Kota Lodge Hotel melalui platform-platform online seperti Agoda, booking.com atau hotels.com.

Untuk info lebih lanjut, kalian juga bisa langsung hubungi Kota Lodge Hotel melalui kontak berikut:

Kota Lodge Hotel
26 Jalan Taman Kota Laksamana 3, Taman Kota Laksamana, 75200 Melaka, Malaysia
P:Β +606-281 6512 / M: +6017-663 9351
E-mail: enquiry@kotalodge.com

Kalian bisa hubungi langsung Kota Lodge Hotel dan info referensi dari Marya/Timi yang ada di Bandung. Inshallah kalian bakal dapet harga spesial, setidaknya tourism tax dipotong ga usah bayar. πŸ˜›

Gimana? Tertarik merasakan suasana kekeluargaan di Kota Lodge Hotel, Melaka? πŸ˜‰


Disclaimer: Review mengenai Kota Lodge Hotel ini mungkin akan sedikit bias, karena saya dan pemilik hotel hubungannya sudah seperti keluarga. πŸ™‚

Konten dalam postingan ini berisi affiliate link, dimana saya akan menerima sedikit komisi apabila pembaca melakukan transaksi melalui link yang tersedia. Untuk keterangan lengkap, silakan baca disini.Β 



Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.