Hari Wanita Internasional: 3 Wanita Yang Menjadi Inspirasi dalam Hidup Saya

Hallo semuanya!

Jadi, akhir-akhir ini saya mengalami writer’s block dimana saya gak kepikiran buat nulis apa sama sekali.

Ada sih ide buat nulis, tapi ujung-ujungnya biasanya malah saya tuangkan ke blog Bahasa Inggris saya ini, karena kalau saya coba nulis pake Bahasa Indonesia malah saya sendiri gak merasa puas sama hasilnya. Hmm.

Setelah beberapa lama mikir mau nulis apaaaaa ya kira-kira biar blog saya ini gak garing, akhirnya saya memutuskan buat nulis tentang 3 wanita yang menjadi inspirasi dalam hidup saya dalam rangka memperingati Hari Wanita Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret kemarin. 🙂

Udah lewat sih, tapi better late than never khan yah?

Dan yah, untuk teman-teman sesama wanita di luaran sana, happy belated women’s day yaaa! 😀

Tentang Hari Wanita Internasional

Saya sendiri awalnya cuma ikutan euforia aja ketika orang-orang merayakan Hari Wanita Internasional tanpa tau seluk-beluk kenapa akhirnya Hari Wanita Internasional ini dirayakan dan kenapa akhirnya mereka memilih 8 Maret untuk memperingati hari tersebut.

Tapi, karena saya akhirnya kepikiran buat nulis ini, akhirnya saya pun cari tau untuk sekedar sharing supaya postingan ini ada faedahnya daripada sekedar curcol memperkenalkan wanita-wanita inspiratif dalam hidup saya. Oke, lanjut yah! 😀

Jadi gini, Hari Wanita Internasional pertama digelar pada tanggal 19 Maret 2019 di Eropa Barat, dengan sukses besar di wilayah Austria, Denmark, Jerman dan Swiss.

Tanggal 19 Maret sendiri dipilih karena pada tanggal tersebut di tahun 1848, Raja Prussia saat itu, Frederick William IV, menjanjikan persamaan terhadap wanita dengan rencana untuk memperbolehkan wanita untuk mengambil suara dalam pemilihan.

Pada akhirnya, layaknya lelaki pada umumnya yang menganut motto janji hanyalah janji raja Prussia ini gak berhasil menepati janji.

2 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1913, Hari Wanita Internasional dipindahkan ke tanggal 8 Maret dan baru akhirnya pada tahun 1977, Majelis Umum akhirnya meresmikan tanggal tersebut sebagai UN Day for Women’s Rights and International Peace

Tujuannya jelas, karena dengan adanya Hari Wanita Internasional ini, diharapkan seluruh negara anggota PBB dapat mengeliminasi diskriminasi terhadap wanita, selain juga upaya untuk dapat membantu wanita menambah partisipasinya di kancah pembangunan secara global.

Para Wanita Yang Menginspirasi Dalam Hidup Saya

Beruntung, karena saya dikelilingi oleh begitu banyak alpha female yang gak cuma mengajarkan arti kehidupan, tapi juga menginspirasi saya dalam apapun yang saya lakukan.

Gak banyak sih wanita yang meninggalkan ‘jejak’ dalam hidup saya, tapi saya punya 3 orang wanita yang menjadi panutanqu. Dan gak salah kalau ada dari kamu yang udah tebak-tebak gak berhadiah kalau salah satu dari 3 wanita tersebut adalah ibu saya. 

Terus, dua lagi siapa?!

Jadi, 3 orang wanita yang jadi inspirasi saya adalaaaaah… *drum roll*


1. The one and only, Nonoh Maryamah: ibu saya.

Banyak keputusan dalam hidup saya yang diambil oleh wanita yang satu ini.

Ibaratnya, kalau bapak saya adalah sales yang menghasilkan uangnya, ibu saya decision maker-nya.

Dan beruntung, dengan segala kekurangannya, I can’t thank her enough to give the life I live now.

Ibu saya ini ibu rumah tangga yang cuma lulusan SD. Dulunya kerja di rumah adik bapak yang otomatis sekarang jadi bibi saya sebagai pembantu rumah tangga.

Jaman sekolah pun, kadang ibu saya ngerasa gak nyambung sama ibu-ibu dan orang tua teman-teman sekolah kebanyakan karena kebanyakan dari mereka punya pergaulan menengah ke atas yang sedikit banyak ada jarak sama ibu saya yang cuma tau hidup di dapur aja.

Tapi, seiring berjalannya waktu, kalau dulu saya kadang-kadang suka berasa malu sama kekampungan ibu saya, saya sekarang malah bangga banget punya ibu seperti ibu saya.

Karena pernah ngerasain rasanya hidup susah, ibu saya adalah salah satu manusia yang paling rendah hati dan generous yang saya kenal.

Satu waktu, saya pernah terjebak macet di daerah Asia Afrika ketika ibu saya tiba-tiba minta supir Uber buat berhenti cuma biar dia bisa kasih bapak-bapak pemulung yang lagi duduk di kursi makanan yang asalnya mau kita kasih ke Mbak Prapti, pasien lain di tempat terapi saya yang ternyata hari itu gak dateng.

Di waktu lain, ibu saya ini jugalah yang paling bisa melontarkan komentar-komentar sarkastik yang bikin saya gak perlu bertanya-tanya saya dapet skill mulut sampah saya ini dari siapa. 😛

She’s the most adorable oxymoron I know. 🙂 

2. Bos yang saat ini adalah sahabat baik saya, Mbak Anna.

Waktu dia pertama kali kasih kartu namanya dan saya liat namanya Anna Karenina, saya langsung nyaut, “Wah, Tolstoy…”

Padahal kesan pertama pas saya liat dia adalah galak banget. Baru belakangan pas udah mulai akrab, saya langsung ngaku dosa bilang ke dia kalau Mbak Anna ini hatinya sih baik, tapi mukanya nyebelin. 😛 

Kebetulan, Mbak Anna ini baru ulang tahun yang ke-31 beberapa waktu lalu dan baru kehilangan ibundanya tercintanya bulan kemarin.

Terhitung sejak saya direkrut sama TBI awal tahun 2015 lalu, saya dan Mbak Anna ini udah kenal kurang lebih 3 tahunan. Dan walaupun saya cuma kerja bareng sama beliau sekitar 8 bulanan, tapi banyak hal dari Mbak Anna saya yang menginspirasi saya. 

Topiknya pun macem-macem, dari mulai apapun yang berkaitan dengan kehilangan orang-orang yang tersayang. Sebelum ibunya, beliau kehilangan kakak perempuannya beberapa tahun lalu karena kanker. Sekarang dia sering kebagian ngasuh dua keponakannya yang ditinggal ibunya.

Belum cukup cerita kehilangan karena maut memisahkan, dia juga pernah gagal nikah karena satu dan lain hal.

Gak banyak dari temen-temen saya yang bisa berteman baik sama bosnya, karena kebanyakan dari mereka malah suka ngomel soal bos dan kerjaannya. Tapi beruntung buat saya, karena saya gak cuma berkesempatan untuk berteman sama bos saya, tapi belajar banyak hal soal kehidupan dari ratu sejagad satu ini. 

Btw, doi punya Instagram yang isinya makanan semua, kamu bisa cek di @travelandnom.

3. Mentor sekaligus kakak pendengar curhatan saya yang baik, Ruby.

Pertama kali diperkenalkan sama Ruby, waktu itu cuma lewat conference call tiap hari Senin karena kita berdua berada di business unit yang sama. Ruby sendiri kerja di kantor Singapore dan handle hampir semua sales di regional Asia Pasifik.

Sambil conference call, saya dan bos saya waktu itu, Deepak, chatting di IM kantor dan Deepak nyuruh saya buat perhatiin kalau Ruby ngomong karena dia adalah salah satu salesperson di kantor yang masuk president club, sebuah klub untuk sales dan konsultan yang menghasilkan lebih dari $1 juta USD dalam satu tahun. 

Denger soal itu, otomatis saya langsung berasa wowwww banget… Tapi pas kenal langsung sama Ruby, dan akhirnya dia jadi mentor saya selama beberapa bulan sebelum akhirnya saya meninggalkan pekerjaan saya di kantor ini, saya benar-benar kagum sama Ruby ini. She’s one of the fiercest women I know.

Belakangan, kita mulai sering kerja bareng dan akhirnya saya tau kalau sebelum ini dia juga pernah kerja sebagai pramugari di Singapore Airlines. Dan pas ketemu saya, dia punya harapan besar sama saya buat jadi ‘mini Ruby’.

Dia banyak ngajarin saya kalau di beberapa industri, diskrimasi terhadap perempuan itu masih ada. Apalagi kalau tipe perempuan kayak kita, yang sebenernya mau belajar tapi suka dandan.

Kenapa? Karena orang lebih tertarik buat komentarin kita ‘suka dandan’-nya daripada ‘mau belajar’-nya. It hits too close to home, karena ya emang itu yang terjadi.

Dia selalu encourage saya buat melakukan yang terbaik, dan kalau misalnya ada yang salah, dia pasti dengan sabar bantu saya supaya bisa lebih bagus. Dan dia jugalah yang jadi sasaran saya waktu saya curhat soal stressnya pekerjaan.

She’s got this charm that makes everyone in the house would love her. And she’s the perfect example of how I want to be in the future


Ini nih 3 wanita inspiratif dalam hidup saya.

Saya pribadi merasa beruntung karena dipertemukan sama perempuan-perempuan yang bikin saya berpikir dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dalam hidup saya.

Kalau kamu disuruh memilih 3 wanita inspiratif dalam hidup kamu, siapa mereka dan kenapa? Tulis di komentar yah, cheerio! 😀

 

3 thoughts on “Hari Wanita Internasional: 3 Wanita Yang Menjadi Inspirasi dalam Hidup Saya

Tinggalkan Balasan