Filosofi Jalan-Jalan, Mending Sendiri daripada Makan Hati!

Mental jalan-jalan sendirian sebetulnya saya dapat dari ibu saya. Karena dia adalah seorang wanita yang gagah berani datang ke pasar sendirian dan bawa barang belanjaan setelah nawar sana-sini keliling cari barang yang paling murah.

Tapi ibu saya belum pernah punya kesempatan untuk jalan-jalan ke kota lain, apalagi ke luar negeri sendirian. Baru giliran saya lah yang cukup berani buat mendobrak stereotip perempuan di keluarga saya yang kehidupannya masih bisa dikategorikan konvensional ini.

Tapi bahkan ketika di luar negeri pun, saya masih seringkali ketemu orang-orang yang bertanya-tanya kenapa cewek cantik seperti saya suka jalan-jalan sendirian.

Saya ingat ketika masih tinggal di Jeddah dan sedang menghitung hari sampai jadwal vacation, jadwal terbang saya lumayan padat yang bikin saya susah cari waktu lagi buat ada di Jeddah sebelum pulang ke Indonesia. Karena teman-teman saya terbang di saat saya berada on-base di Jeddah, saya akhirnya memutuskan buat ke Ballad sendirian untuk cari oleh-oleh.

Seperti yang mungkin kalian pernah dengar sebelumnya dari simpang siur tentang Saudi Arabia, perempuan disana disarankan untuk ga keluar rumah sendirian.

Tapi saya ngeyel, makanya saya cuek aja langsung stop taksi buat ke Ballad cuma buat si supir taksinya nanya dengan broken English-nya, “Why are you single?”

Seandainya saya ga cukup familiar dengan broken English-nya orang-orang Bengali, mungkin saya akan jawab kalau saya ini pemilih dan selera lelaki saya tinggi makanya saya masih single.

Tapi engga, saya ngerti kalau pertanyaan baba supir ini adalah kenapa saya jalan-jalan sendirian. Yang akhirnya memberikan saya ide untuk nulis postingan ini.

Mersin, Turkey. Saya ambil penerbangan ke Istanbul dari Jeddah, untuk akhirnya balik lagi ke arah selatan di Adana untuk mengunjungi teman saya yang ada di kota kecil ini. Alhamdulillah saya berhasil sampai dan ketemu teman saya. Sendirian.

Sebetulnya saya ini tipe-nya orang yang ga mau ribet dan bertekad kuat, makanya filosofi jalan-jalan saya ini ya mendingan saya jalan-jalan sendiri daripada saya jalan sama orang yang malah bikin susah saya di perjalanan.

Bukannya saya tipe orang yang ga suka jalan bareng temen-temen lho yah, karena kalau gaya jalan-jalan mereka cocok dengan saya, saya pun biasanya bisa lebih girang gembira karena paling engga lumayan ada yang fotoin. 😛

R.R. Steffi Ray, yang biasa saya panggil dengan sebutan Roro adalah salah satu partner-in-crime saya yang gaya jalan-jalannya paling cocok dengan saya. Dari Bogor sampai Singapore, udah saya jabanin jalan-jalan sama bocah yang satu ini.

Nah, di postingan ini saya mau berbagi tips jalan-jalan saya yang mungkin bisa berguna buat teman-teman yang galau untuk memutuskan antara liburan sendirian atau bareng sama teman-teman.

Kalau mau simpel sih, sebetulnya filosofi liburan ini mirip-mirip kaya filosofi jodoh dimana harus ada chemistry dan kecocokan diantara satu pihak dengan pihak lainnya, dan kalaupun ada perbedaan maka perbedaan itu harus bersifat simultan dan menguntungkan satu sama lain.

Jadi, apa aja sih yang harus dipikirkan sebelum pergi liburan baik sendiri atau rame-rame?

Sebelum pergi liburan bareng, ada baiknya kenali dulu gaya liburan yang paling cocok sama kamu, lalu bandingkan dengan gaya calon partner liburan kamu.

Teman yang baik tidak selalu menjamin mereka adalah teman liburan yang baik pula. Saya punya sahabat-sahabat baik yang masih harus bikin saya mikir ribuan kali sebelum memutuskan untuk pergi liburan sama mereka.

Alasannya bisa macam-macam, entah karena mereka lebih suka liburan hedon yang isi itinerary-nya penuh dengan nongkrong-nongkrong di kafe ketika saya lebih suka jalan-jalan ke museum atau mereka ribet karena doyan belanja dan senang menghabiskan waktu di mall lokal berjam-jam.

Selain beberapa teman yang memang gaya liburannya cocok dengan saya, traveling partners yang ga terkalahkan buat saya juga adalah adik-adik saya ini.

Saya pribadi lebih suka mengenal budaya lokal tiap kali saya jalan-jalan ke tempat yang baru, makanya temple dan museum adalah spot liburan yang paling saya suka kemanapun saya pergi.

Alasan saya kenapa males dititip-titipin ketika saya jalan-jalan adalah karena kalau ga perlu-perlu banget, saya nyaris pasti males jalan-jalan ke mall.

Makanya, temen-temen nongkrong saya di Bandung atau Jakarta belum tentu adalah partner liburan yang baik buat saya kalau misalnya mereka masih bawa-bawa gaya nongkrong di Bandung ketika kita berada di Bangkok, misalnya.

Ujung-ujungnya duit!

Rasa-rasanya, di seluruh bentuk hubungan duit itu penting.

Bukan maksud saya untuk materialistis, tapi hari gini yang namanya duit itu suka ga suka sangat penting untuk melihat apakah suatu hubungan akan berjalan lancar atau engga. Termasuk diantaranya adalah untuk liburan, apalagi kalau liburannya bukan sama keluarga yang notabene urusan duit bisa jadi lebih sensitif.

Tahrul, teman satu batch saya waktu jadi pramugari di salah satu maskapai internasional based di Jeddah yang juga merupakan salah satu teman liburan yang cocok dengan saya.

Budgeting itu penting kalau misalnya kalian memutuskan buat liburan, baik sendirian atau dengan teman. Untuk urusan budget ini, baik jalan-jalan sendiri maupun rame-rame ada enak ga enaknya sih.

Misalnya, kalau kalian memutuskan buat jalan-jalan sendirian, kalian cenderung akan mengeluarkan uang lebih banyak karena menanggung seluruh pengeluaran sendirian. Sedangkan kalau rame-rame, urusan pengeluaran bisa lebih ringan karena patungan.

Itupun, kalian harus yakin kalau partner liburan kalian adalah tipe yang bertanggung jawab dan bukan tipe-tipe benalu yang ujung-ujungnya oportunis dan minta dibayarin ini-itu.

Kecuali kalau kalian duitnya banyak dan ikhlas, saran saya sih hindari teman liburan yang kaya begitu.

Kesempatan kalian untuk menambah jaringan teman di luaran sana.

Salah satu alasan kenapa saya suka jalan-jalan sendirian adalah karena dengan solo traveling ini, kesempatan saya buat kenal orang-orang baru itu lebih besar daripada kalau saya jalan-jalan sama teman-teman.

Apakah kalian tipe yang suka bersosialisasi dengan orang baru atau lebih nyaman untuk bepergian dengan orang yang sudah kalian percaya dan stick dengan mereka kemanapun kalian pergi? Itu pilihan kalian.

Saya dan dua cewek Vietnam yang ga sengaja saya temui di bus waktu mau jalan-jalan sendirian ke Penang Hill.

Walaupun kenyataannya kepribadian saya lebih condong ke introvert, tapi saya senang ketika berkesempatan untuk kenal orang-orang baru. Apalagi ketika orang-orang baru ini berasal dari latar belakang yang berbeda dengan saya.

Kesempatan ini jarang sekali terjadi ketika saya jalan-jalan bareng teman-teman, makanya hal ini adalah sesuatu yang saya sukai dari solo traveling.

Untuk kalian pecinta me time yang menghargai waktu sendiri lebih dari apapun, jalan-jalan dengan teman-teman bisa bikin energi kalian bocor.

Saya sendiri adalah tipe introvert yang untungnya bisa menyesuaikan keadaan asal jangan kelamaan. Haha.

Karena pada dasarnya saya ini tipe yang jarang jalan keluar jalan sama teman-teman, barang 3 atau 4 hari barengan sama teman-teman (asal cocok dari segala segi!) ga bikin energi saya bocor, dan malah bikin saya jadi kembali happy kalau saya liburan dalam keadaan stress.

Saya sendiri suka menggunakan platform Couchsurfing ketika saya jalan-jalan sendiri supaya saya bisa kombinasikan tiga hal yang saya suka: me time, ketemu sama orang baru dan jalan-jalan sama partner liburan.

Liat keakraban yang kaya gini, banyak yang ga nyangka kalau kita bertiga baru kenal pas ketemu buat tur Ha Long Bay ini?

Kalau udah pakai Couchsurfing, biasanya saya jadwalkan satu itinerary buat dicocokkan dengan schedule mereka buat nantinya ketemu dan jalan-jalan bareng. Sejauh ini, saya ga pernah kecewa dengan cara jalan-jalan saya yang seperti ini.

Saran saya buat kalian yang bingung antara memutuskan liburan dengan partner atau sendirian, kalian harus mengenal terlebih dahulu gaya liburan calon partner kamu kalau ga mau kalian makan hati gara-gara ga cocok dan harus stuck sama mereka selama beberapa hari.

Kenapa ini penting? Karena satu sesi liburan bisa mempengaruhi hubungan kalian ke depannya.

Sukur-sukur kalau partner liburan kalian adalah teman yang kalian kenal lewat Couchsurfing, dimana hal paling jelek yang bisa terjadi karena ketidakcocokan itu ‘cuma’ sekedar testimoni di Couchsurfing dan selanjutnya kalian bisa pura-pura ga kenal di masa mendatang.

Tapi, lain cerita kalau partner liburan kalian adalah teman-teman yang kalian udah kenal selama bertahun-tahun. Sayang khan pertemanan selama 10 tahun hancur cuma karena liburan 3 hari?

Oke, sampai disini dulu postingan saya tentang tips liburan kali ini. Cheerio! 😉

9 thoughts on “Filosofi Jalan-Jalan, Mending Sendiri daripada Makan Hati!

  1. Kalau saya sendiri mending berdua dehhh kalo mau jalan, kal udah gak ada temen lagi yodah sendiri juga bagus, tapi kalo sendiri itu mau naik apapaun rasanya melelahkan di perjalanan, gak ada teman mengobrol ataupun jalan hhe

    1. kalau jalan sendiri pernah coba random ngajak ngobrol orang asing yang ga dikenal sama sekali ga mas? cobain deh, kadang-kadang malah nemu harta karun diantara orang-orang seperti ini. entah cerita hidupnya, atau karakter mereka yang kuat yang mengantarkan kita buat lihat sesuatu dari perspektif lain. 🙂

  2. setuju banget sama mbak nih, saya juga tipe orang yang suka jalan sendiri. prinsip saya gak mau nyusahin orang atau orang nyusahin saya. Kalaupun jalan-jalan bareng temen saya emang percayakan sama orang yang sesuai dengan gaya saya atau lebih dari saya soalnya bukan cuman menjalin keakraban tapi juga nambah ilmu sama mereka. Kalau dibilang bersosialisasi saya emang suka berbaur dengan orang baru apalagi di tempat yang belum didatengin. pokoknya kenal aja dulu sama mereka baru kita bercanda bareng

    1. betul, mas. jalan2 sendiri itu banyak keuntungannya buat kita yang tipenya males ribet tapi suka bersosialisasi. lebih enak ketemu banyak orang di jalan, daripada jalan bareng orang yang udah dikenal tapi ternyata rewel klo dibawa jalan. kaya cari jodoh ya mas. haha. 😛

Tinggalkan Balasan

loading...