Blogger Perempuan Amatiran: Pengalaman dan Tips Setelah (Sedikit) Serius Nge-Blog

Akhir-akhir ini saya cukup sibuk dibuat bolak-balik Jakarta-Bandung untuk urusan test event Asian Games yang akan diadakan di Jakarta dan Palembang pas ulang tahun saya bulan Februari nanti. Dan berhubung di Jakarta saya ga punya modem sebagus di rumah orang tua saya, jadinya saya males-malesan mikir mau bikin konten apa lagi buat blog saya ini.

Baru ketika saya dipertemukan dengan kids zaman now gegara ulah seseorang yang akhirnya membuat saya akrab sama anak-anak kuliahan masa kini. Alhasil, saya jadi punya banyak temen baru brondong.

Selain kenyataan bahwa saya ini awet muda dan anaknya asik, ternyata memang hal yang paling efektif supaya bikin kita cepat akrab sama orang lain adalah objek ketiga yang sama-sama kita ga suka. Apalagi kalau objek tersebut adalah seseorang dan kita doyan nyinyir sambil ghibah ngomongin orang yang bersangkutan. Astagfirullah.

Terus apa urusannya sama blogging?!

Karena salah satu geng julid Asian Games tiba-tiba nge-LINE saya dan bilang karena dia kuliah Ilmu Komputer, lagi ngolah-ngolah SEO dan tiba-tiba nemu blog saya dan dia pengen tau tipsnya. Hmm.

Continue reading “Blogger Perempuan Amatiran: Pengalaman dan Tips Setelah (Sedikit) Serius Nge-Blog”

Review: Holika Holika Golden Monkey Glamour Lip (3-Step Kit)

Baru-baru ini, saya kebagian dapet sampel untuk direview lagi dari yukcoba.in. Kalau sebelumnya saya kebagian review soal Silky Girl Hi-Definition Brow Liner Soft Black, kali ini giliran saya untuk cobain another K-beauty product: Holika Holika Golden Monkey Glamour Lip (3-Step Kit).

Dari awal saya request sampel produk ini dicoba pun alasannya jelas: bibir saya lagi kering parah dan pecah-pecah.

Selain itu, saya juga belum pernah coba produk-produk perawatan bibir apapun kecuali lip balm. Makanya saya tertarik buat coba produk satu ini.

Continue reading “Review: Holika Holika Golden Monkey Glamour Lip (3-Step Kit)”

Emosi Saat Menstruasi: Gimana Rasanya Pake Tampon?

Sebenernya ini bukan kali pertama saya nulis postingan soal tampon karena saya juga sempat nulis disini dan disini sebelumnya. Cuma memang kedua postingan ini kebetulan saya tulis di Bahasa Inggris karena apa daya, ada hal-hal yang terasa ganjil kalau diungkapkan ke dalam Bahasa Indonesia. Begitu juga dengan ngomongin menstruasi dan tampon.

Dari awal coba-coba pake tampon, sebenernya pengen banget nulis kesan pesan dan perbandingan pake tampon dan pembalut waktu datang bulan. Tapi pas saya coba-coba merangkai kata, mashallah susah amat nulis tanpa berasa jiji dan geli sendiri.

Tapi nih, kali ini saya nekat mau nulis karena jari saya gatel pengen ngetik dan saya kebetulan lagi dapet. Konon khan katanya kalau misalnya lagi emosional, ungkapan di tulisannya suka lebih ‘ngena’. Katanya sih.

Oke, jadi gimana rasanya pake tampon?

Continue reading “Emosi Saat Menstruasi: Gimana Rasanya Pake Tampon?”

Balada Muka Tercela Karena Make-Up Kadaluarsa

Entahlah apa ini cuma saya doang yang emang tergolong cuek sama makeup yang saya pake atau ada perempuan-perempuan di luar sana yang kelakuannya sama sampahnya kaya saya, tapi saya baru mengalami suatu kejadian tak diduga tapi bikin saya langsung jera. Hmm.

Jadi, kalau ngomongin soal dandanan dan muka sebenernya kalau boleh jujur saya ini gampang-gampang ribet.

Saya sebenernya males dandan, tapi kalau ketemu temen-temen yang potensial terlihat cantik, saya pasti dandan total. Soalnya selain saya anaknya kompetitif, saya cuma sering foto-foto ya kalau lagi jalan sama temen-temen. Hmm.

Nah, urusan hapus-menghapus make-up pilihan alternatif saya biasanya ada dua: make-up remover atau tissue pembersih wajah.

Cuma, kali ini saya ga mau bahas soal make-up apa yang saya pakai atau tissue pembersih wajah apa yang paling cocok digunakan buat hapus dempul di muka saya. Yang saya mau bahas adalah bencana muka saya yang tiba-tiba harus tercela karena saya dengan bodohnya pakai make-up kadaluarsa.

Continue reading “Balada Muka Tercela Karena Make-Up Kadaluarsa”

Hanna Anisa dan Susahnya Jadi Perempuan di Indonesia

Beberapa waktu yang lalu, saya baca berita soal ‘Hanna Anisa’ yang jadi keyword paling dicari di Google seharian karena bocornya video porno alumni universitas terbaik di Indonesia itu. Dan layaknya netizen basic macem kamu-kamu semua, saya pun ga mau ketinggalan dan langsung search nama tersebut pas baru baca berita terkait.

Sampai hari ini, berita soal Hanna Anisa ini masih rame dibicarakan orang-orang. Bahkan saya sampai liat meme foto Hanna sama cowo yang diduga ada di video itu diklaim sama salah satu akun meme punya negara tetangga. Saya liat postingan ini di salah satu grup lelucon se-Asia dan netizen langsung rame minta link dan nama tersangka for their research purpose only. -_-

Baru disitu saya sadar, ini kenapa jagat maya diramaikan sama Hanna Anisa sedangkan nama cowoknya siapa aja saya ga tau? Kenapa cuma Hanna yang dieksploitasi sampai almamater-nya dibawa-bawa? Siapa nama cowoknya? Apa kampusnya di Depok juga?

Continue reading “Hanna Anisa dan Susahnya Jadi Perempuan di Indonesia”

Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Karena Tak Selamanya Diam Itu Emas

Umur saya 22 tahun ketika saya baru menyelesaikan studi saya dan memutuskan untuk pindah sementara ke Jakarta untuk berpartisipasi dalam sebuah pagelaran olahraga regional disana.

Ketika banyak teman-teman saya yang langsung memilih bekerja di perusahaan setelah lulus kuliah, saya memutuskan untuk menunda mencari pekerjaan dan berpartisipasi dalam pagelaran olahraga tersebut untuk mempersiapkan mental dan menambah soft skill saya sebelum bekerja secara profesional.

Pertimbangan saya saat itu, pagelaran olahraga regional yang diadakan di Jakarta ini merupakan salah satu pagelaran olahraga terbesar di Asia Tenggara dengan ribuan tamu dari negara-negara tetangga. Kalau saya berpartisipasi di acara ini, maka setidaknya saya akan memiliki sedikit pengalaman ketika mencari pekerjaan sesungguhnya selain saya juga mencoba memanfaatkan acara ini sebagai ajang networking yang mungkin akan membuka peluang-peluang bekerja ke depannya.

Siapa yang sangka ternyata partisipasi saya dalam ajang kompetisi olahraga regional ini tidak saja membuka wawasan saya mengenai profesionalisme dan menambah teman, tetapi ajang olahraga ini juga membukakan mata saya terhadap suatu isu yang lebih besar: pelecehan terhadap perempuan.

Continue reading “Pelecehan dan Kekerasan Terhadap Perempuan: Karena Tak Selamanya Diam Itu Emas”

Produk Untuk Kulit Cerah Harga Murah: BDL Olive Moisturizing Body Scrub & Placenta Hand And Body Lotion

Karena dari kemarin-kemarin kebanyakan posting soal trip terakhir saya ke Malaysia dan Singapore, rasa-rasanya ga ada salahnya kalau saya bikin selingan untuk sedikit review tentang produk skin care yang rutin saya gunakan dua bulan ke belakang sejak saya pulang ke Bandung.

Harganya murah dan isinya banyak. Sengaja saya beli yang begini karena awalnya saya pikir ga bakalan lama di Bandung, dan produk-produk skin care yang banyak dan murah cukup membantu untuk stok persediaan kalau saya di rumah supaya ga usah bawa printilan dari Jakarta. 🙂

Tapi ternyata, nasib berkata lain karena ternyata sampai sekarang malah saya belum balik-balik ke Jakarta gara-gara terapi bell’s palsy saya yang lumayan memakan banyak waktu saya tiap hari. Hmm.

Oke, jadi produk yang mau saya bahas saat ini ada dua, yaitu BDL Olive Moisturizing Body Scrub dan Placenta Hand & Body Lotion. Untuk Placenta Hand & Body Lotion yang saya gunakan saat ini adalah varian dengan double moisturizing yang konon mengandung goat’s milk dan whitening.

Continue reading “Produk Untuk Kulit Cerah Harga Murah: BDL Olive Moisturizing Body Scrub & Placenta Hand And Body Lotion”