Blogger Perempuan Amatiran: Pengalaman dan Tips Setelah (Sedikit) Serius Nge-Blog

Akhir-akhir ini saya cukup sibuk dibuat bolak-balik Jakarta-Bandung untuk urusan test event Asian Games yang akan diadakan di Jakarta dan Palembang pas ulang tahun saya bulan Februari nanti. Dan berhubung di Jakarta saya ga punya modem sebagus di rumah orang tua saya, jadinya saya males-malesan mikir mau bikin konten apa lagi buat blog saya ini.

Baru ketika saya dipertemukan dengan kids zaman now gegara ulah seseorang yang akhirnya membuat saya akrab sama anak-anak kuliahan masa kini. Alhasil, saya jadi punya banyak temen baru brondong.

Selain kenyataan bahwa saya ini awet muda dan anaknya asik, ternyata memang hal yang paling efektif supaya bikin kita cepat akrab sama orang lain adalah objek ketiga yang sama-sama kita ga suka. Apalagi kalau objek tersebut adalah seseorang dan kita doyan nyinyir sambil ghibah ngomongin orang yang bersangkutan. Astagfirullah.

Terus apa urusannya sama blogging?!

Karena salah satu geng julid Asian Games tiba-tiba nge-LINE saya dan bilang karena dia kuliah Ilmu Komputer, lagi ngolah-ngolah SEO dan tiba-tiba nemu blog saya dan dia pengen tau tipsnya. Hmm.

Antara geer sendiri pas baca, sama bingung juga sih jelasinnya.

Tapi akhirnya saya jadi kepikiran buat menuangkan hal-hal yang saya pelajari dari kegiatan saya blogging sejauh ini. Hmm.


Saya dan Blogging

Sebetulnya, walaupun blog saya yang ini dan The BeauTraveler baru aktif sejak awal tahun ini, blogging bukan sesuatu yang baru buat saya. Saya udah mulai nge-blog jauh sebelum saya pecah perawan kuliah.

Seinget saya, selain Blogger, dulu saya juga pakai platform Multiply untuk blog pertama yang saya punya. Isinya jangan ditanya, karena cuma melulu seputaran curhat picisan ala-ala anak remaja. Kalau diinget-inget, sedikit banyak saya bersyukur Multiply ditutup, karena kalau engga pasti saya bisa meringis sendiri baca curhatan saya jaman SMA.

Nah, walaupun saya udah nge-blog sejak lebih dari 10 tahun yang lalu, saya baru betul-betul serius belajar blogging dari segi teknis ya baru awal tahun ini. Itupun karena terinspirasi dari Awkarin kenyataan bahwa banyak orang yang bisa menghasilkan uang dari hasil blogging ini sendiri.

Alhasil, ketika saya mulai depresi sama kerjaan terakhir saya, saya cari pelampiasan untuk bikin saya sedikit happy dan salah satunya adalah dengan cari cara untuk dapat sedikit penghasilan dari hal yang saya sukai: blogging.

Photo by Corinne Kutz on Unsplash

Terlalu berlebihan kalau saya menyebut diri saya penulis, karena yang ada di bayangan saya kalau penulis itu harus bisa menyusun kata dengan baik sesuai dengan EYD. Sedangkan saya, saya lebih seneng nulis pakai gaya bahasa yang saya gunakan untuk ngobrol. Kalau ditanya kenapa saya suka blogging, mungkin alasan saya simpel: karena saya doyan curhat colongan.


Alasan Akhirnya Memutuskan Buat (Sedikit) Lebih Serius Nge-Blog

Seperti yang sebelumnya sudah saya sebutkan, alasan utama saya memutuskan untuk sedikit serius nge-blog adalah karena saya sempat depresi karena pekerjaan. Sebagai pelipur lara, akhirnya saya usaha sedikit gimana caranya bisa sedikit menghasilkan uang dari apa yang saya suka: akhirnya ya nge-blog ini karena saya ga punya bakat apa-apa. 🙁

Sampai tahun lalu, saya masih aktif di Tumblr saya dengan beberapa konten yang memang saya tulis sendiri diselingi dengan ribuan reblog gambar dan tulisan disana. Tapi memang saya sudah beberapa kali mempertimbangkan untuk sedikit lebih serius nge-blog dengan memilih niche yang saya suka.

Saya inget, niat soal lebih serius nge-blog ini terlontar pertama kali di Malaysia waktu saya ngobrol sama ade saya di awal tahun 2016.

Bahkan saat itu hingga akhirnya saya memutuskan untuk beli hosting dan domain sendiri, niat saya udah jelas: saya akan pilih niche beauty dan travel untuk blog saya karena walaupun saya seneng liburan hemat, tapi saya harus selalu tampil cantik saat liburan. Apapun yang terjadi.

Prinsip saya simpel, orang ga akan tau seberapa kere saya kalau saya bisa tampil secantik mungkin. *motto picisan ala Millennial 😛

Baru belakangan, saya akhirnya membuat konsep the beautraveler dengan tambahan beau karena saya sadar diri dengan kejombloan saya, suka ga suka sesekali saya pasti bakal sesekali curhat colongan soal cowo. 😛

Karena kurang riset, awal tahun ini saya langsung buat akun WordPress.com dan langsung upgrade ke Personal Plan karena dari awal saya udah pengen banget namain blog saya Ransel Ungu yang selanjutnya menjadi cikal bakal dari blog Bahasa Inggris saya The BeauTraveler.

Blog ini sendiri baru saya buat beberapa bulan kemudian setelah saya menyadari kalau blog saya di WordPress.com ga bisa menghasilkan uang kecuali saya upgrade ke Business/Premium Plan. Dan karena kendala budget, akhirnya saya cari tau lebih banyak… Baru deh saya ngeh soal bedanya WordPress.com dan WordPress.org.


Tips Blogging untuk Blogger Perempuan Amatiran ala Ransel Ungu

Sejauh ini, saya masih tergolong blogger amatir karena saya masih mengandalkan kepuasan diri sebagai tujuan saya nge-blog. Uang belum menjadi tujuan utama saya, walaupun saya baru mendapatkan sponsored post pertama di blog Bahasa Inggris saya untuk postingan ini.

Setelah beberapa bulan menjalankan dua blog, baik self-hosting maupun dengan platform WordPress.com, pertimbangan ini-itu dan sedikit pencerahan yang saya dapatkan melalui googling sana-sini soal ini, saya pikir apa salahnya buat saya share sendiri di blog ini siapa tau berguna buat nanti teman-teman yang berada di situasi yang sama kaya saya beberapa waktu lalu.

Akibat kurang riset: WordPress.com

Kesalahan pertama saya yang saya lakukan pada saat akhirnya memutuskan untuk sedikit lebih serius nge-blog adalah karena saya kurang riset.

Saya ini sama sekali ga punya background tech, boro-boro coding, udah tau cara ngotak-ngatir WordPress aja alhamdulillah. Makanya saya pikir kalau urusan nge-blog ya pilihannya yang bukan Tumblr kalau engga WordPress ya Blogger.

Karena saya males bikin-bikin akun gmail lagi dan sebelumnya sering dengar selentingan soal WordPress yang ‘enak’ dipake buat serius nge-blog, akhirnya saya pun langsung bikin akun WordPress.com tanpa saya ketahui kalau ternyata WordPress sendiri terbagi menjadi dua, yaitu WordPress.com dan WordPress.org.

Serupa tapi tak sama. Buat saya yang skill teknologinya kurang, ya skip lah yang begini. 🙁

Sumber: https://pixabay.com/en/wordpress-wordpress-logo-icon-word-973439/

Saya ini anaknya ga mau ribet, makanya karena saking dari awal udah pengen bikin brand sendiri untuk Ransel Ungu, saya langsung memutuskan untuk upgrade ke Personal Plan demi pakai domain sendiri: www.ransel-ungu.com.

Untuk ini, saya bayar total sekitar $35 dengan pembayaran melalui PayPal untuk satu tahun. Kebetulan, niat awal saya emang pengen bikin konten dalam Bahasa Inggris dulu karena awalnya saya pikir toh saya masih punya Tumblr untuk curhat colongan dalam Bahasa Indonesia. Tapi nasib berkata lain.

Karena beli template sembarangan, maka jadilah blog tambahan.

Sebagai seorang perempuan dengan skill teknologi hampir nol, setelah upgrade menjadi Personal Plan, saya dibikin gregetan sama template gratisan yang ga enak diliat. Sedangkan waktu saya liat-liat template berbayar, harganya mahal-mahal. 🙁

Jujur, saya bukan tipe yang terlalu banyak pertimbangan soal ngeluarin uang sebenernya. Tapi $50 kemahalan buat saya, makanya akhirnya saya memutuskan buat cari-cari template WordPress murah lewat website lain. Akhirnya saya beli satu template dengan harga $19, cuma buat akhirnya mengetahui perbedaan antara WordPress.com dan WordPress.org.

Intinya, template yang udah saya beli (dan ga bisa refund!) ini cuma bisa dipasang untuk WordPress yang self-hosted melalui WordPress.org. Artinya, akun WordPress.com saya ga bisa pake template yang udah saya beli.

Baru dari situ, saya cari-cari tau apa bedanya WordPress yang saya gunakan sama self-hosted ini. Dan akhirnya saya pun mulai ngerti: saya salah strategi karena pada dasarnya gaptek. Sedangkan uang yang saya udah keluarkan demi upgrade plan dan beli template udah lumayan.

Di satu sisi saya ga mau template saya mubazir sama sekali ga dipake. Di sisi lain, saya juga merasa menyesal dengan keputusan saya untuk buru-buru upgrade demi domain ransel-ungu.com.

Setelah melakukan riset lebih dalam buat tau apa bedanya WordPress.com dan WordPress.org, saya baru bisa menyimpulkan kalau WordPress.org lebih cocok buat saya karena niat saya adalah untuk iseng-iseng berhadiah biar bisa menghasilkan uang melalui blogging.

Sebetulnya, saya bisa aja tetap menggunakan WordPress.com supaya bisa pasang iklan, tapi saya harus upgrade lagi ke Business/Premium Plan yang harganya betul-betul mahal untuk kantong saya. Selain itu, kalau kasusnya saya malah upgrade, template yang saya udah beli ga bisa dipake sama sekali. 🙁

Alasan inilah yang menjadi cikal bakal blog saya ini: ransel-ungu.id.

Self-hosting pertama!

Saya akhirnya memutuskan untuk menjadikan blog saya ini menjadi blog dengan konten Bahasa Indonesia. Makanya, akhirnya saya pun memutuskan buat beli domain .id supaya membedakan mana blog Ransel Ungu yang Bahasa Inggris dan mana yang Bahasa Indonesia.

Konsep blognya sama persis, cuma beda bahasa yang saya gunakan untuk konten selain untuk yang ini menjadi blog yang menggunakan self-hosting pertama kalinya. 🙂

Untuk self-hosted blog pertama yang saya miliki ini, saya menggunakan IDwebhost dengan hosting medium. Total biaya yang saya keluarkan untuk hosting beserta domain ini sekitar IDR 500.000. Kedengeran mahal, tapi sebetulnya ngga juga. Karena saya langsung merasakan kelebihan-kelebihan blog self-hosted ini.

Sumber: https://pixabay.com/en/wordpress-blogging-writing-typing-923188/

Setelah ngotak-atik, saya baru sadar kalau WordPress.org inilah yang saya cari-cari. Dimulai dari pilihan template yang banyak banget, bahkan yang gratisan pun lumayan banyak yang bagus. Iya, pada akhirnya bahkan template yang saya beli akhirnya ga kepake sama sekali karena saya lebih cocok sama tema gratisan dari WordPress-nya.

Selain itu, baru sekitar 2 bulanan saya daftar Google Adsense dan langsung diterima. Dan alasan Google Adsense inilah yang bikin saya jadi galau untuk memindahkan blog Bahasa Inggris saya untuk self-hosted sepenuhnya.

Iklan dan Affiliate Marketing

Jadi, setelah daftar Google Adsense dan diterima, saya langsung semangat cari-cari tau cara gimana lagi buat bisa dapat pendapatan pasif melalui blog.

Ternyata, selain Google Adsense pun ada juga platform iklan lain yang bisa dicoba. Salah satunya Adnow yang saya tambahkan untuk tambilan mobile blog saya. Jadi ya maap-maap kalau misalnya kalian buka blog saya tiba-tiba liat animasi yang sedikit erotis. Harap dimaklumi, lagi cari uang. 😛

Selain iklan, ada juga affiliate marketing melalui link atau banner. Begitu banyak cara untuk menghasilkan uang melalui self-hosted blog ini, saya jadi betul-betul mempertimbangkan buat migrasi blog Bahasa Inggris saya walaupun pada awalnya saya sempet merasa sayang karena udah bayar Personal Plan untuk satu tahun.

Migrasi dari WordPress.com ke self-hosted tanpa ribet? Ini caranya!

Pertimbangan saya untuk migrasi dari WordPress.com dengan Personal Plan ke self-hosted sebetulnya banyak banget. Selain karena saya udah keburu bayar plan untuk satu tahun yang berlaku sampai bulan Februari tahun depan, saya juga kepikiran untuk ganti domain blog Bahasa Inggris saya.

Alasan saya untuk migrasi pun simpel: karena DA/PA blog Bahasa Inggris saya lebih tinggi daripada Bahasa Indonesia.

Lagi-lagi, karena gaptek dan ga mau ribet, kali ini sebelum memutuskan buat migrasi saya betul-betul cari dan tanya-tanya penyedia hosting yang kira-kira bisa memudahkan saya untuk migrasi, tapi juga bisa bantu saya untuk punya dua domain sekaligus untuk satu blog Bahasa Inggris saya.

Asalnya sih saya tetep pengen pake IDwebhost, cuma sayangnya dari mereka ga terima migrasi dari WordPress.com, makanya saya pun cari hosting lain. Dan setelah berbagai pertimbangan dari A sampai Z, saya akhirnya memutuskan buat menggunakan jasa Dewaweb untuk migrasi ke self-hosted ini.

Proses migrasi bisa melalui Dewaweb seluruhnya gratis tanpa ada tambahan biaya apapun. Kita cuma perlu bayar sewa hosting aja, dengan domain gratis selama kita menggunakan hosting dari Dewaweb ini juga. Lumayan sih, biaya yang saya keluarin kurang lebih sama. Sekitar IDR 500.000-an. Itupun bisa lebih murah kalau aja saya ga maksa pengen tetep keep domain lama saya dan dipindahkan juga dari WordPress.

Sekilas info tentang SEO

Pas saya di-LINE temen saya yang nanya soal SEO, saya sebetulnya bingung gimana jelasinnya. Hmm.

Saya ini gaptek banget, WordPress.com sama WordPress.org aja kayanya ga akan ngerti bedanya apa kalau bukan kepepet gara-gara saya keburu beli template. Saya sebetulnya baca soal pentingnya SEO kalau kita mau menghasilkan uang lewat blog kita, tapi saya sendiri baru pake Yoast SEO belakangan.

Kenapa? Karena sebelumnya saya awam banget soal SEO, saya cuma fokus sama konten yang saya tulis aja. Yang kira-kira lagi pengen saya tulis, ya saya tulis. Ada yang baca sukur, engga juga ya udah. 🙁

Sejauh ini sih, keliatannya blog saya paling banyak dapet visitor buat yang cari soal Brun Brun Paris atau Auraku Skin Solution. Bahkan buat yang terakhir, saya berasa jadi brand ambassador karena yang tanya-tanya ga cuma lewat comment di blog, tapi juga lewat e-mail.

Duit belakangan, yang penting kamu menikmati apa yang kamu lakukan!

Saya ga bilang duit ga penting lho yah… Karena saya baru sadar ternyata menjadi Awkarin ga bisa instan, tapi harus lewat proses yang entah berapa lama. 🙁

Buat saya, nulis atau dalam hal ini blogging menjadi terapi buat saya pas lagi suntuk. Walaupun dalam hati sedikit ngarep bisa narik banyak pengunjung dengan tulisan saya, tapi itu belum jadi tujuan saya. Sejauh ini, malah saya seneng banget pas tiba-tiba ada temen baru saya yang tetiba curhat ke saya masalah pribadinya setelah baca blog saya.

Menurut saya, itu aja udah jadi reward tersendiri buat saya karena dengan baca tulisan saya, bahkan temen yang baru kemarin sore nanya nama sekarang tiba-tiba ngobrolin soal pacarnya walaupun saya sendiri ga punya pacar. Ada efek positif yang saya rasakan dari saya menulis, dan itu cukup buat saya. 🙂

Sosialisasi

Jadi, satu-satunya alasan kenapa saya ga jadi selebgram adalah karena saya dari dulu pun ga suka sosialisasi. Saya ga suka kebanyakan grup di sosmed, dan saya cenderung takut tulisan saya dibaca sama orang lain. Sekarang, saya udah bodo amat. Kalau orang suka ya sukur, kalau engga ya up to the next one lah!

Akhirnya, saya ikutan banyak grup di sosmed yang malah bikin saya dapat semakin banyak ide untuk nulis. Grupnya pun macem-macem, dari mulai grup buat bloggers, sampai grup lucu-lucuan yang isinya meme.

Baru disitu akhirnya saya sadar, kalau ternyata emang kadang buat banyak duit itu butuh satu perjuangan. Dan buat introvert yang males basa-basi kaya saya, perjuangan itu berupa interaksi dengan orang lain. :/


Saya bukan ahlinya soal blog ini, karena saya pun masih dalam tahap banyak belajar. Sejauh ini, saya cukup puas dengan blog saya walaupun mudah-mudahan ke depannya saya bisa dapat inspirasi lebih banyak lagi untuk menulis lebih banyak tulisan yang berkualitas supaya semakin banyak pengunjung dan klik iklannya.

Cuma sejauh ini, kayanya itulah keuntungan jadi amatir dalam hal apapun. Kenapa? Karena apapun yang kita lakukan, masih murni dan kita ngelakuinnya dari hati.

Cheerio, dan salam SEO! 😉


Disclaimer: 
Konten dalam postingan ini berisi affiliate link, dimana saya akan menerima sedikit komisi apabila pembaca melakukan transaksi melalui link yang tersedia. Untuk keterangan lengkap, silakan baca disini. 

6 thoughts on “Blogger Perempuan Amatiran: Pengalaman dan Tips Setelah (Sedikit) Serius Nge-Blog

    1. iya, tapi enaknya adalah kalo ngeblog ga harus rajin2 gaul kaya extrovert yang nongkrong seharian gitu mbak. sesekali bisa sih, cuma bisa engage lewat group2 yang udah ada juga khan. 😛 *anakanya males keluar rumah klo ga perlu2 amat

    1. amatir disini dalam artian orientasinya masih kepuasan tersendiri mbak, belum money-oriented karena belum ngasilin uang. hihihi. sama2 lah kita, mudah2an hobi kita ngeblog jadi berkah selanjutnya. amin. 😀

  1. Aaaaaakkk pengen banget punya blog self-hosting di wordpress jugak huhuhu. Target berikutnya mau ngencengin konten di wordpress yang sudah lama terbengkalai muehehehe. Salam kenal Kak!

    1. tapi denger2 blogger katanya enak cari2 template gratisan yang simpel gitu, wordpress pilihannya banyak jadi kadang suka malah jadi galau kalo lagi mood ganti2 tampilan. hahaha. salam kenal juga yah hanifa, ditunggu di bandung kita jalan2 ke museum asia afrika! 😛

Tinggalkan Balasan

loading...