Bangka, Pulau Rasa Surga Cuma Satu Jam Dari Jakarta

Reading Time: 6 minutes

Ada yang suka iseng cari-cari tempat baru buat dijadikan destinasi short getaway di akhir pekan? Kamu tinggal di Jakarta dan pengen menghabiskan waktu akhir pekan kamu di pantai, tapi udah khatam Kepulauan Seribu?

Pengen ke pantai, tapi cuma punya waktu Sabtu dan Minggu buat liburan dan gak mau terlalu banyak menghabiskan waktu di jalan?!

Rekomendasi dari saya? Pulau Bangka.

Penasaran deh, kira-kira apa sih yang kamu asosiasikan pertama kali kalau kamu denger soal Pulau Bangka? Martabak Bangka? Mie Bangka? Artika Sari Devi?

Ya kalau gak Artika Sari Devi, Sandra Dewi lah ya?! πŸ˜›

Oke, jadi sebagai orang Bandung yang jaman dulunya agak kuper, jujur saya gak terlalu tau banyak soal Pulau Bangka atau ada apa disana. Dulu, saya pikir boro-boro Pulau Bangka, saya aja belum tau kira-kira di Pulau Jawa ada apa lagi yang bisa saya eksplor selain Candi Borobudur dan Gunung Bromo. Hmm.Β 

Semuanya berubah ketika saya ketemu sama Diandra, perempuan asal Pangkalpinang yang jadi roommate saya selama di Jeddah. Gara-gara Diandra juga, akhirnya saya sempat memutuskan buat liburan bareng teman-temen saya ke Bangka dan Belitung.

Di postingan ini, saya mau lebih fokus ngomongin soal Bangka karena sepertinya belum banyak orang yang tau kalau Bangka adalah salah satu pulau yang layak buat dikunjungi. Seperti saya, seandainya saya gak pernah ketemu dan jadi roommate-nya Diandra di Jeddah.

Bangka, Destinasi Ideal Untuk Short Getaway

Dari sudut pandang saya pribadi, dimana saya banyak menghabiskan waktu di Jakarta, Bangka jadi destinasi ideal karena jarak dari Jakarta ke Bangka yang relatif dekat.

Untuk perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang, Jakarta-Pangkal Pinang ditempuh sekitar kurang lebih satu jam. Pilihan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang pun cukup banyak dengan harga yang relatif murah, dengan tiket pesawat kisaran IDR 300ribuan sekali jalan.

Pantai Tikus, Sungailiat, Bangka.

Karena berangkat dari Jakarta ke Belitung dulu, saya sendiri baru menikmati perjalanan dari Pangkal Pinang ke Jakarta aja.

Kebetulan, saya dan Tahrul dapat tiket pesawat Garuda Indonesia cuma sekitar IDR 350ribu lewat Skyscanner. Dan ketika ternyata kita harus ganti jadwal karena saya tetiba gak bisa cuti, saya cuma perlu nambah sekitar IDR 50ribuan untuk ganti tanggal. Lumayan banget. πŸ˜€

FYI, pesawat dari Jakarta ke Bangka ini adalah pesawat dengan rute direct flight ke Palembang, dengan pesawat yang digunakan adalah pesawat jenis ATR. Kenapa saya sebut direct flight? Karena, pesawat ini tujuan utamanya adalah Palembang, tapi transit sekitar 1 jam dulu di Bangka. Kok direct? Soalnya kalau gak pake transit, namanya non-stop flight. πŸ˜›Β 

Itu dari segi kemudahan akses dari Jakarta dan moda transportasi yang bisa digunakan. Dari segi spare waktu pun, kalau misalnya tujuan kamu ke Bangka cuma buat santai di pantai, sehari pun cukup buat kamu puas berenang di pantai. πŸ˜€

Saya sendiri cuma menghabiskan waktu 2 hari 1 malam di Bangka, dan puas gak cuma mengunjungi Pantai Rambak di Sungailiat, tapi juga ke Danau Kaolin Air Bara.

Mengunjungi Bangka: Simbiosis Mutualisme antara Kamu dan Lingkungan

Mungkin banyak dari kamu yang udah tau tentang popularitas Bangka sebagai pulau penghasil timah terbaik gak cuma di Indonesia, tapi juga di dunia.

Tapi, menjadi penghasil timah terbaik di dunia juga memberikan dampak negatif buat Pulau Bangka sendiri, apalagi dengan banyaknya penambangan ilegal yang dilakukan di sekitar kepulauan ini. Hasilnya? Lingkungan rusak gak terkendali yang akhirnya merugikan penduduk sekitar laut yang bermata pencaharian sebagai nelayan.Β 

Kenapa? Karena ikan-ikan disana mati dikarenakan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pengambilan pasir timah melalui kapal isap produksi yang gak jarang dilakukan dengan cara menghancurkan karang laut.

Akibatnya, pemerintah setempat pun akhirnya cari cara untuk gak cuma mengandalkan pemasukan daerah melalui industri pertambangan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan industri pariwisata Bangka yang juga sebetulnya gak kalah dari pulau lain di Indonesia.Β 

Bahkan, selama perjalanan di mobil waktu saya dan teman-teman menjelajah Bangka, kita beberapa kali sempat mendengarkan berita lokal dan mendengar istilah ‘pasca-timah’ beberapa kali disebut karena memang pemerintah setempat sedang mengusahakan untuk memberhentikan eksploitasi terhadap alam mereka sendiri.

Alasan ini jugalah kenapa saya memilih untuk mempromosikan Bangka sebagai salah satu destinasi yang patut kamu kunjungi di Indonesia. Gak cuma kamu bisa menikmati keindahan Bangka dengan mata kepala kamu sendiri, tapi juga supaya bisa membantu pemerintah setempat dengan cara mendukung industri pariwisata mereka.Β 

Dari segi infrastruktur, jangan terlalu banyak berharap buat menemukan transportasi umum dengan mudahnya… Tapi, kamu bisa kok sewa motor atau mobil kalau kesana rame-rame dengan keluarga.

Sebagai seseorang yang biasanya paling kesel kalau disuruh nyetir di Bandung, bisa saya pastikan lalu lintas di Bangka relatif lebih nyaman ketika kamu menjadi supir. Saya nyetir seharian di Bangka, yang ada saya malah nagih karena jalanannya lancar. πŸ˜€

Tempat Yang Bisa Kamu Kunjungi di Bangka

Dengan waktu 2 hari 1 malam, emang relatif gak banyak tempat yang saya kunjungi. Tapi saya cukup puas dengan keputusan saya untuk mengunjungi kota kelahirannya Diandra ini.

Saya gak cuma disuguhi oleh pemandangan yang indah dan juga lalu lintas yang lebih lancar daripada jodoh saya, tapi makanan khas seperti martabak atau tekwan pun disini enak-enak. πŸ˜€

Beberapa tempat yang saya datangi selama di Bangka diantaranya adalah Danau Kaolin Air Bara, Padepokan Puri Tri Agung yang berada gak jauh dari Pantai Tikus di Sungailiat, serta Pantai Rambak yang juga masih berada di kawasan Sungailiat.Β 

Danau Kaolin Air Bara

Danau Kaolin Air Bara, Bangka.

Membandingkan Bangka dengan Belitung seringkali gak bisa dihindari, karena memang Bangka terhitung kalah pamor dibandingkan Belitung kalau dari segi pariwisata. Itu juga yang dikeluhkan oleh Diandra sebagai wanita Bangka tulen.

Selain soal pariwisata, eksploitasi alam di Bangka pun lebih parah kalau dibandingkan Belitung. Salah satunya bisa dilihat dari danau kaolin yang ada di Belitung dengan Danau Kaolin Air Bara yang ada di Bangka.Β 

Kebetulan, karena saya mengunjungi keduanya, saya sangat melihat perbedaannya yang signifikan dimana Danau Kaolin Air Bara di Bangka terlihat 10 kali lebih indah daripada danau kaolin di Belitung yang ada di Tanjung Pandan.

Yang ironis adalah karena proses pembentukan danau tersebut yang juga berasal dari eksploitasi alam. Kaolin sendiri adalah hasil tambang yang digunakan untuk produksi keramik sampai kosmetik. Nah, danau kaolin ini sendiri terbentuk dari galian tambang yang ditinggalkan.

Salah satu alasan kenapa danau kaolin di Bangka lebih indah daripada di Belitung adalah karena eksploitasi alam akibat aktivitas pertambangan di Bangka lebih parah daripada di Belitung. πŸ™

Tapi, harus saya akui sih untuk Danau Kaolin Air Bara ini betul-betul indah. Rasa-rasanya, foto saya gak perlu pake diedit juga udah bagus banget. Warna biru cerah di airnya ini bukan photoshop karena emang warnanya biru cerah seperti itu, dengan refleksi langit kayak kaca. Bagus banget!

Saya sendiri kesana sengaja pagi-pagi, jam 6 dari Pangkal Pinang dan sampai sana sekitar jam 7 lebih. Danau Kaolin masih sepi dan gak ada orang sama sekali.

Padepokan Puri Tri Agung, Sungailiat

Saya dan Tahrul selama liburan: sedikit aksi, banyak gaya. πŸ˜€

Gak jauh dari Pantai Tikus yang berada di Sungailiat, kamu bisa mengunjungi Padepokan Puri Tri Agung yang merupakan salah satu wihara dengan interior cukup mewah di kawasan Sungailiat ini.Β 

Dari padepokan ini, terlihat jelas laut dan bibir Pantai Tikus yang merupakan pantai terpanjang di daerah Sungailiat ini. Selain itu, waktu saya kesana juga gak jauh dari padepokan ada beberapa jajanan seperti jasuke *jagung-susu-keju* jadi akhirnya saya khilaf jajan dulu. πŸ˜€

Gak lama kemudian, ada anjing-anjing jinak di sekitaran padepokan yang nyamperin minta makan. Karena saya suka gak tega kalau sama binatang, akhirnya saya beli jasuke lagi buat mereka. Luar biasa lho, cepet banget abisnya! Hahaha.

Pantai Rambak, Sungailiat

Pantai Rambak, Sungailiat.

Satu hal yang bikin saya ngerasa happy banget karena menyempatkan diri mampir ke Bangka adalah karena saya akhirnya jadi tau kalau pantai di Bangka gak kalah indahnya sama pantai di Belitung, tapi lebih dari itu juga jauh dari keramaian! πŸ˜€Β 

Waktu kita sampai di Pantai Rambak, rasa-rasanya gak ada pengunjung lain selain kita bertiga. Kita jadi berasa orang kaya yang punya pulau pribadi gitu, terus nyesel gak bawa buku buat dibaca sambil menikmati angin pantai. Saya pribadi suka banget sama suasana di Pantai Rambak yang jauh dari keramaian dan cuma hati aja yang sepi.

Disana, kita cuma nyewa gazebo buat santai-santai sebelum dan setelah cape main air di pantai dengan harga IDR 50ribu, dimana kita patungan bertiga jadi seorang gak nyampe IDR 20ribu.

Diandra sempat cerita, dia pernah punya temen yang pergi ke Bangka dan ujung-ujungnya ngeluh karena menurut mereka “mendingan ke Bali.”

Walaupun belum pernah ke Bali, rasa-rasanya saya langsung pengen komentar soal ini karena gak adil membandingkan satu tempat dengan tempat lainnya ketika mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Selain itu, selera pribadi yang juga berperan cukup penting disini.

Menurut saya, terlepas dari kenyataan kalau menurut saya semua pantai di Indonesia ini indah kalau dirawat dengan baik, apa yang ditawarkan oleh masing-masing daerah bisa berbeda satu sama lain. Misalnya, Bali mungkin cocok buat kamu yang doyan party atau nongkrong-nongkrong cantik di kafe. Tapi Bangka adalah surga buat kamu yang introvert seperti saya. Yang mau menikmati pantai indah, tapi jauh dari hingar bingar.Β 

Dan saya dapetin ini semua di Bangka, dan saya suka.

Ada Apa Lagi di Bangka?

Mungkin, buat kamu yang udah bosen sama suasana sibuk di Jakarta, bisa sedikit rileks dan menggunakan Bangka sebagai tempat buat kamu refleksi diri, baik secara fisik maupun mental. πŸ˜€

Seperti yang udah saya sebutkan sebelumnya, untuk transportasi umum di Bangka masih belum banyak sehingga sewa kendaraan seperti motor atau mobil bisa jadi pilihan utama untuk mobilitas kamu selama eksplor pulau ini.

Saya sendiri pengen banget balik lagi kesana untuk mengunjungi Muntok, tempat pengasingan beberapa pemimpin RI sejak tahun 1928. Hingga saat ini, ada beberapa nama yang mungkin sering kamu dengar di buku sejarah dari mulai Moch. Roem, Ali Sastroamidjojo bahkan sampai Soekarno-Hatta yang pernah diasingkan kesana.Β 

Jadi gimana? Tertarik buat ke Bangka?! πŸ˜‰


Disclaimer:Β Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

10 thoughts on “Bangka, Pulau Rasa Surga Cuma Satu Jam Dari Jakarta

  1. wihhh Bangka masuk di bucket list saya tapi sayang blm kesampean huhu. semoga bisa cepet kesana! makasih infonya sangat membantuuu 😘

    mardiaheyyy(dot)com

  2. Waaa ternyata bisa juga ya ke Bangka 2 hari 1 malam. Buat aku Danau Kaolin di Belitung udah bagus banget, apalagi yang di Bangka, ya. Jadi pingin ke Bangka banget abis baca tulisan ini.. Pantainya bagus banget lagi, cocok juga buat aku yang gal terlalu suka keramaian.. πŸ™‚

    1. bisa mbak, tapi tergantung juga kita mau rencanain kunjungannya kemana. aku 2 hari 1 malam cuma bisa ngejar danau kaolin sama sungailiat aja. tapi cukup puas sih mbak, soalnya puas nikmatinnya karna gak rame banyak orang dan gak banyak turis. nyetir pun lancar jaya lalu lintasnya. πŸ™‚ pengen kesana lagi, tapi ke muntok… kata temen aku muntok jauh soalnya, bisa 3 jam sendiri dari pangkal pinang. hmm.

    1. bukan lumayan lagi, mas.. aku pas kesana pantainya bener2 sepi, kesana bertiga sama temen-temen dan kayanya yang ada disitu cuma kita bertiga sama suami istri yang jaga warung. enak banget buat santai2 menyendiri baca buku. πŸ˜€

  3. Bener banget. Bangka emang layak dijadikan destinasi wisata. Siapa tau nanti penghasilan terbesar Bangka diperoleh dari wisatanya, ngalahin sektor pertambangan. Hehehehe. Salam kenal, kak.

    1. hallo, salam kenal juga yah! πŸ˜€
      iya nih, amin banget klo bisa begitu.. supaya daerahnya ga cuma maju secara ekonomi, tapi juga ga perlu ditambah merusak alam. bangka banyak kok potensinya. mudah2an bisa jadi kenyataan di masa depan. πŸ™‚

Leave a Reply