Akhir dari Balada Pilkada DKI Jakarta

Saya pro-Ahok.

Ibarat kata kalau saya KTP Jakarta, kertas pemilihan suara kayanya udah bolong sebolong-bolongnya di nomor dua. Mungkin rasa kecewa saya karena kekalahan Ahok-Djarot sedikit banyak nyaris seperti pendukung beliau yang memang KTP Jakarta. 

Tapi saya percaya, kalau Anies-Sandi memenangkan pemilu saat ini berarti merekalah yang memang saat ini terbaik untuk warga Jakarta. 

Namanya juga kita hidup di era demokrasi, mau ga mau kita harus nrimo istilah “vox populi, vox dei” karena suara rakyat bertindak seperti suara Tuhan di pemilu ini. Dan kebetulan juga, rakayat Jakarta ternyata lebih banyak yang memberikan amanah untuk Pak Anies berada di belakang layar bernama Jakarta 5 tahun ke depan. 

Sempat nonton video kekalahan Ahok beserta pendukung-pendukungnya, apa yang beliau bicarakan persis seperti apa yang saya pikirkan ketika melihat hasil quick count sementara kemarin. 

Source: @fensoong

Di tahun 2007, beliau kalah pemilihan gubernur di Kep. Bangka-Belitung, tapi beberapa tahun kemudian beliau malah diberikan amanah untuk akhirnya menjadi gubernur di provinsi nomor satu di Indonesia. Karena itu, saya percaya akan ada rencana yang lebih baik untuk beliau di masa mendatang. 

Untuk Pak Anies dan Pak Sandi serta seluruh warga Jakarta, saya ucapkan selamat karena telah memenangkan salah satu pesta demokrasi yang paling ditunggu di Indonesia. Perjalanan masih panjang, karena kalian masih punya 5 tahun ke depan sebagai ajang pembuktian mewujudkan apa yang sudah digadang-gadang selama kampanye. 

Akhir kata, long live and prosper for everyone dan terima kasih. 

Sengaja saya gunakan Vulcan salute bukan cuma melambangkan long live and prosper, tetapi juga sebagai simbol dari 2+3 bersatu untuk sama-sama membangun Jakarta. Karena kembali ke semboyan negara kita: Bhinneka Tunggal Ika.

Tinggalkan Balasan

loading...