5 Negara Impian Yang Harus Saya Kunjungi Sebelum Mati (dan Kamu Juga)

Agak ngeri gak sih baca judulnya? HAHA.

Tapi yowes gak apa-apa, namanya juga clickbait. Usaha biar dibuka sama situ yang mau baca ya kan? 😀

Jadi gini lho geng, udah lama banget saya gak jalan-jalan jauh. Makanya postingan jalan-jalan saya akhir-akhir ini paling seputaran domisili saya aja, kalau gak Bandung ya Jakarta gitu.

Alasannya sih simpel sebenernya, UUD. Iya geng, ujung-ujungnya duit. Sejak keluar dari kerja kantoran, duit saya seret. Boro-boro mikirin dan mewujudkan liburan impian yah, mau keluar beli facial wash aja rada males mikirin kudu ngeluarin duit. *padahal emang dasarnya pelit 😛

Tapi alhamdulillah, walaupun pemasukan saya gak sebanyak dulu tapi akhir-akhir ini saya dapet proyekan mele, makanya udah mulai mencanangkan trip selanjutnya di akhir tahun. Doain ya geng, mudah-mudahan bisa diwujudkan.

Sementara itu, di postingan ini saya pengen berandai-andai mulu soal negara-negara impian yang ada di bucket list saya. Kebetulan, di blog Inggris saya pernah bahas soal destinasi wisata populer yang sampai saat ini saya gak belum tertarik untuk mengunjungi. Karena ya emang kebetulan kebanyakan negara-negara yang pengen saya kunjungi ini anti-mainstream. 🙂

Bukan bermaksud sok lain daripada yang lain, tapi emang ya sampai saat ini saya belum tertarik aja sama negara destinasi kebanyakan kayak Jepang atau Perancis. Jadi, negara-negara apa aja yang ada di daftar negara impian saya?


1. Kroasia

Kroasia
Sumber: Danielle Hagoort
Alasan saya pengen ke Kroasia:

Kroasia ada di daftar negara yang HARUS saya kunjungi sejak saya masih remaja.

Alasannya mungkin konyol buat sebagian orang, tapi hidup gak akan menyenangkan kalau kita gak melalui masa konyol. Haha. Alasan saya pengen ke Kroasia adalah karena sejak saya pertama kali suka bola, saya tergila-gila sama tim nasional Kroasia.

Yang jadi konyol adalah karena awal kesukaan saya adalah karena jersey-nya Kroasia yang kotak-kotak ini beda dari yang lain. Terus setelah diperhatiin kok orang-orangnya ganteng-ganteng (wanita, heyyyy!), eh dan ternyata mereka pun mainnya gak jelek-jelek banget.

Momen yang bikin saya ngerasa semakin yakin untuk dukung Vatreni (sebutan untuk timnas Kroasia) adalah waktu Ivica Olic ngegolin lawan Italy di Piala Dunia 2002, awal pertama saya suka bola. Saya inget banget waktu itu dia sampai dikasih kartu kuning tapi akhirnya Kroasia menang 2-1 lawan Italia.

Tapiii, kesukaan saya sama Kroasia gak berhenti sampai situ. Bahkan, kalau boleh dibilang sih obsesi saya akan cowok-cowok Kroasia ini menentukan banyak keputusan yang saya ambil dalam hidup saya. Sejak nonton bola, mimpi saya selalu pengen keliling dunia. Yang akhirnya membuat saya menjadikan Hubungan Internasional sebagai jurusan yang saya ambil waktu kuliah.

Gak cuma itu, karena kesukaan saya akan Kroasia pun akhirnya mengantarkan saya ke nilai A untuk skripsi dan kelulusan saya untuk gelar sarjana. Skripsi yang saya ambil pun tentang Kroasia, tepatnya dengan judul “The Cultural Diplomacy of Serbia and Croatia in the Post-Yugoslav Era (2006-2011)”.

Selama mengerjakan skripsi inipun saya sempat mendatangi kedutaan besar Kroasia di Jakarta dan langsung wawancara dengan duta besar Kroasia untuk Asia Tenggara saat itu, his Excellency Zeljko Cimbur. Itu hoki banget, karena awal kedatangan saya ke kedutaan adalah wawancara sama Ms. Martina Mihovilic, tapi ternyata malah diperbolehkan wawancara one-on-one sama duta besarnya langsung! 😀

Itu satu. Ditambah lagi, sejak saya mulai suka bola dan Kroasia, jaman dulu main MySpace saya jadi rajin cari-cari cowo kenalan orang Kroasia lewat platform tersebut. Yang akhirnya mempertemukan saya sama Dora, teman yang sampai saat ini belum pernah ketemu sama sekali tapi dia tau hampir sebagian hidup saya. Sejak MySpace tersebut, kita berteman dari mulai cerita soal first kiss, malam pertama, sampai sekarang dia udah jadi ibu dari dua anak.

Kalau kalian jadi saya, masa iya gak pengen ke Kroasia, ya khan? 😛

Kenapa kamu (mungkin) akan tertarik untuk mengunjungi Kroasia: 

Saya bukan penggemar Game of Thrones, tapi kayaknya akhir-akhir ini Kroasia jadi semakin banyak diminati oleh turis-turis internasional karena Dubrovnik jadi lokasi serial yang kayaknya semua orang udah pernah nonton kecuali saya. Asli, saya satu episode pun belum pernah nonton Game of Thrones. 😐

Tapiii, selain itu, ada banyak banget alasan kenapa kamu mungkin tertarik buat mengunjungi Kroasia selain mungkin kamu juga doyan bola dan punya beberapa pemain bola favorit asal Kroasia. Jaman sekarang, ada Luka Modric atau Mateo Kovacic yang mungkin cukup familiar di telinga para suporter bola.

Split, Kroasia
Sumber: Adam Wilson

Baru-baru ini, Serbia membebaskan visa buat paspor Indonesia. Dan itu jadi salah satu alasan kenapa kayaknya sayang banget lewatin Kroasia jadi daftar negara yang harus dikunjungi. Rasanya kalau misalnya cuma ke Serbia tanpa berkunjung ke negara-negara Balkan ex-Yugoslavia bakal ada yang kurang gitu.

Mungkin yang jadi kendala buat saya adalah kenyataan sekarang ke Kroasia harus pake visa Schengen. Maklum, Neneng gak punya duit bahkan buat apply visanya aja. Makanya sampai sekarang belum kesampaian kesana.

Padahal, buat orang-orang yang udah ke Eropa sih Kroasia ini jadi salah satu negara yang paling ‘murah’ di Benua Biru. Murah disini dalam artian lebih terjangkau dibandingin negara-negara Eropa Barat kayak Perancis, apalagi Swiss.

Tapi, buat yang udah pernah ke negara-negara ex-Yugoslavia lain sih pada banyak yang bilang kalau Kroasia ini terbilang ‘mahal’ dibandingin negara-negara tetangga kayak Macedonia atau Serbia.

2. Bhutan

Bhutan
Sumber: RKTKN
Alasan saya pengen ke Bhutan:

Bhutan adalah satu-satunya negara yang punya indeks kebahagiaan dalam pemerintahannya. Dan itu adalah satu-satunya alasan kenapa saya pengen banget kesini. Alasannya lebih ke emosional daripada teknis sih, tapi saya serius pengen ke Bhutan.

Saya gak tau banyak soal negara ini, karena emang negara-negara di Asia Selatan bukan expertise saya bahkan jaman kuliah dulu. Tapi pas baca berita soal indeks kebahagiaan yang diaplikasikan dalam pemerintahannya, bikin saya bener-bener penasaran ada apa dengan Bhutan.

Karena belum ada duit buat ke Bhutan, saya cuma sempet liat-liat gimana cara traveling ke Bhutan. Sempet juga ada thread dari salah satu orang Bhutan di grup The Solo Female Traveler Network yang punya private tour disana.

Dari situ, saya sedikit banyak ngerti kalau pemerintah Bhutan menganjurkan untuk booking private tour terlebih dahulu gak cuma karena urusan visa mereka yang cukup strict, tapi juga sebagai upaya pemerintah untuk mengembangkan usaha orang-orang lokal mereka.

Gak aneh juga sih, karena toh mereka juga berusaha buat menstabilkan indeks kebahagiaan untuk populasi negara mereka. Dan hari gini? No money, not happy lah. HAHA.

Kenapa kamu (mungkin) akan tertarik untuk mengunjungi Bhutan:

Siapa yang tukang mantengin Royal Wedding dan terobsesi sama keluarga kerajaan Inggris selain hati terpotek karena Prince Harry bentar lagi melepas masa lajang? Damn Meghan! 🙁

Saya disini bukan mau muji-muji Prince George atau Princess Charlotte dan bertanya-tanya kenapa Kate Middleton dan Prince William kok keliatannya hobi banget bikin anak. Kenapa? Menurut saya, sorry to say, tapi Prince George atau Princess Charlotte gak lucu-lucu amat. Gak selucu om-nya. *tetep lho ngarep hahaha 😛

Tapiiiii, hati saya (dan mungkin kamu juga) meleleh waktu saya baca berita soal pangeran cilik dari Bhutan, Jigme Namgyel Wangchuck. Ya allah, gemes amaaat!

Dragon Prince Jigme Namgyel Wangchuck
Dragon Prince Jigme Namgyel Wangchuck

Prince Jigme Namgyel ini nyuri perhatian saya waktu saya baca berita soal kunjungan dia ke India sama mama papanya, the King and the Queen of Bhutan. Saat ini, Prince Jigme jadi putra mahkota utama karena dia adalah anak satu-satunya.

Kalau mau sedikit berandai-andai sih, gimana juga gak hepi di Bhutan kalau liat foto pangerannya aja perasaan saya jadi bahagia? 😀

3. Selandia Baru

Mount Cook, Selandia Baru
Sumber: Hamish Clark
Alasan saya pengen ke Selandia Baru: 

Rasa-rasanya negara ini punya alasan paling basic kenapa saya pengen kesana: saya sirik liat foto-foto liburan orang-orang yang pernah kesana.

Selain itu, saya sempet punya fitur mingguan The Wander Lover Series di blog saya yang satunya lagi dimana saya bikin artikel soal temen-temen travel blogger yang lain, dan kenyataannya adalah hampir semua yang pernah liburan ke Selandia Baru selalu menjawab negara tersebut sebagai negara favorit mereka.

Alasannya? Nuansa alam disana yang katanya luar biasa indah. Dan emang nuansa alam ini jugalah yang selalu saya liat di foto-foto orang yang pernah kesana.

Kenapa kamu (mungkin) akan tertarik untuk mengunjungi Selandia Baru:

Selandia Baru itu sebenernya terbilang cukup ‘dekat’ kalau dari kita, kalau saya punya cukup banyak uang buat ke area down under, saya pribadi bakal lebih milih Selandia Baru daripada Australia sih kayaknya.

biri-biri di Selandia Baru
Sumber: 童 彤

Selain karena alamnya yang indah, juga tetangganya Australia suka bilang kalau disana lebih banyak orang daripada biri-biri. Saya gak pernah kesana buat membuktikan Australian joke yang satu ini, tapi saya pribadi gak keberatan lebih banyak ketemu biri-biri daripada orang karena biri-biri gak pernah menyakiti hati saya seperti saya disakiti orang-orang. *introvert mode: ON

Buat kamu pecinta The Lord of The Rings, Selandia Baru juga mungkin jadi impian kamu karena negara ini jadi tempat syuting film Frodo dkk. Saya pribadi sih gak doyan LOTR sih, jadi gak bisa komentar banyak soal ini.

Oh iya, selain itu di Australia dan Selandia Baru pun denger-denger kamu bisa sewa mobil dengan SIM Indonesia! Jadi gak perlu repot buat bikin SIM Internasional kalau mau jalan-jalan kesana. 😀

4. Tanzania

Serengeti, Tanzania
Sumber: Timon Studler
Alasan saya pengen ke Tanzania: 

Selain Selandia Baru, saya juga pengen banget ke Tanzania gara-garanya liat salah satu temen saya orang Filipina yang kesana dan ikut Safari Tour. Liat foto-fotonya di Instagram kayaknya seru banget.

Saya sendiri belum terlalu familiar sama praktis Eco Tourism, dan bukan juga tipe-tipe orang yang bakal marah-marah liat temen saya foto sama singa di kebun binatang. Tapi, liat Tanzania dengan safari yang membebaskan binatang-binatang ini di habitat asalnya bikin saya tertarik gimana rasanya kalau saya kesana dan liat mereka bebas.

Setelah mulai aktif di Pinterest, saya pun mulai sering liat-liat info soal Tanzania dan kayaknya emang bagus banget untuk wisata alamnya. Makanya saya jadi terobsesi banget pengen kesana! 😀

Kenapa kamu (mungkin) akan tertarik untuk mengunjungi Tanzania:

Mungkin seperti kamu ketahui, pemegang paspor hijau Indonesia yang rakyat jelata seperti kita ini gak terlalu banyak pilihan negara yang bisa didatengin tanpa kudu ribet soal birokrasi, karena hampir semua negara yang populer jadi destinasi liburan mengharuskan kita buat ngurusin visa terlebih dahulu.

Kilimanjaro, Tanzania
Sumber: Tom Cleary

Nah, Tanzania adalah satu diantara beberapa negara yang menyediakan visa on arrival buat pemegang paspor lemah rakyat jelata macam kita. Artinya, gak perlu ribet ngurusin visa waiver lah, atau ribet bikin rekening koran buat wawancara aplikasi visa cuma buat liburan kesana.

Selain safari, di Tanzania juga ada Gunung Kilimanjaro, gunung paling tinggi di Afrika barangkali ada diantara kamu yang terobsesi buat 7 Summits ya khan! 😀

5. Inggris

Big Ben, London, Inggris Raya
Sumber: Samuel Zeller
Alasan saya pengen ke Inggris:

Harus saya akui, ini adalah salah satu negara ter-mainstream yang pengen saya kunjungi. Gimana ya? Satu-satunya alasan saya pengen ke Inggris sebenernya simpel aja: saya Gooner, penggemar Arsenal.

Dan sebagai penggemar Arsenal, saya pengen seenggaknya sekaliiiii aja kesampean nonton Arsenal di Emirates Stadium. Ya kalaupun gak nonton, paling enggak nginjek stadionnya aja cukup buat saya. Selain itu, saya juga pengen datengin tempat-tempat yang berkaitan sama Harry Potter disana.

Selain itu, salah satu motivasi saya buat bisa Bahasa Inggris adalah supaya gak malu-maluin ketemu Michael Owen khan. Nah, setelah dia bales tweet saya beberapa tahun yang lalu, gak salah donk ya kalau saya mimpi ketemu dia beneran?

Kenapa kamu (mungkin) akan tertarik untuk mengunjungi Inggris: 

Kayaknya hampir semua orang Indonesia pada mimpi pengen ke Inggris deh. Ya gak ke Inggris Raya, seenggaknya pengen kali nginjek London sekali seumur hidup. Iya gak sih?

London, Britania Raya
Sumber: Jamie Davies

Alasannya bisa macem-macem, dari mulai ngefans sama Lady Di, atau seperti saya yang juga doyan Harry Potter.

Sebagai negara yang relatif kecil, rasa-rasanya Inggris merupakan satu negara yang paling sukses kalau urusan kolonialisme kecuali kasus Malvinas. Dulu jaman masih kecil, nenek saya suka bilang kalau mungkin Indonesia bakal lebih maju kalau misalnya lebih lama dijajah sama Inggris daripada Belanda.

Kalau dipikir-pikir lagi sih ya ada benernya, kalau liat negara tetangga seperti Singapore atau bahkan Malaysia. Makanya, khan jadi penasaran ya kalau negara jajahannya aja hasilnya bisa kayak gitu, terus gimana rasanya di Inggris?


Nah, itu daftar 5 negara yang paling saya pengen kunjungi sejauh ini. Mudah-mudahan saya punya umur yang panjang dan uang yang banyak supaya impian saya ini kesampean. A girl can dream gitu lho, ya khan?

Terus, gimana sama kamu? Punya negara impian yang pengeeeen banget kamu kunjungi suatu saat? Apa dan kenapa? Share di komentar ya, cheerio! 😀 

3 thoughts on “5 Negara Impian Yang Harus Saya Kunjungi Sebelum Mati (dan Kamu Juga)

  1. Wah, negara impian yang pengen kamu kunjungi memang antimainstream banget ya. Trus alasan mengunjungi negara itu juga sederhana banget. Bahkan kamu bukan penggemar GoT ya padahal. Hahahaha. Kalau wishlist-ku yang pasti Inggris (kayak kebanyakan orang), lalu Swedia, Austria, Selandia Baru (kita samaan alasannya), daaaan… Yunani. 😀

    1. kamu kenapa pengen ke swedia?! penulis favorit aku jonas jonasson juga orang swedia dan aku jadi penasaran juga sama sejarah swedia gara2 baca bukunya yang the girl who saved the king of sweden! 😀

Tinggalkan Balasan