4 Opsi Supaya Tetap Bisa Internetan Selama Liburan Ke Luar Negeri

Kalau saya bisa kategoriin traveler yang pernah saya temui menjadi dua tipe, maka itu adalah sebagian adalah orang-orang yang betul-betul biasanya menikmati perjalanan tanpa koneksi internet dan tipe orang yang masih ga bisa lepas dari gadget dan harus tetap internetan bahkan saat berada di jalan sekalipun.

Jadi, ada di kategori manakah saya?

Sayangnya, sampai saat ini saya masih masuk ke dalam kategori yang terakhir karena technology detox buat saya masih cuma sekedar angan-angan. Rasa-rasanya hidup saya ga lengkap kalau ga ada internet, ga peduli apakah itu karena saya pengen update berita atau emang karena butuh teman ngobrol karena kesepian efek keseringan jalan-jalan sendirian. Hmmm.

Mungkin hal ini gampang sih kalau diomongin pas jalan-jalan di dalam negeri, karena ga pake harus liburan pun paket data udah biasa beli banyak karena sering internetan. Kalaupun misalnya kehabisan paket data, isi ulangnya gampang. Nah, terus gimana kalau di luar negeri?

Urusan ke luar negeri kalau misalnya kamu tipe-tipe orang yang pengen tetep eksis di dunia maya kayak saya emang susah-susah gampang. Dengan teknologi canggih jaman sekarang, banyak sih pilihan yang bisa diambil untuk tetap terkoneksi dengan internet selama di luar negeri, tapi opsi mana yang paling oke?

Nah, soal ini nih yang mau saya bagikan disini… Kira-kira opsinya apa aja dan apa aja kelebihan dan kekurangan yang mungkin terjadi kalau kamu memutuskan untuk memilih salah satu pilihan yang ada soal internetan di luar negeri ini. 😀

1. Aktifkan roaming internasional di nomor Indonesia kamu, sekaligus aktifkan paket data internet. 

Buat orang yang ogah ribet, rasa-rasanya opsi pertama ini jadi pilihan yang paling tepat.

Kenapa? Karena kamu ga perlu ribet gonta-ganti SIM card sesampai kamu di negara tujuan. Kamu cuma perlu cek ke layanan pelanggan provider yang kamu gunakan untuk mengetahui ketersediaan layanan roaming internasional ini di negara tujuan.

Ini penting, karena ada beberapa provider yang mengharuskan nomor yang digunakan untuk didaftarkan terlebih dahulu untuk roaming internasional supaya bisa digunakan di luar negeri.

Ga mau khan udah cape-cape beli pulsa berjuta-juta buat roaming, ternyata pas landing di luar negeri ga bisa digunakan karena nomor kamu ternyata belum terdaftar untuk roaming internasional? Anyep hati Neneng, Bang! 🙁

(+)

  • Pilihan roaming internasional ini kayanya merupakan opsi yang paling gampang, terutama buat kamu yang ogah ribet. Kamu cuma perlu registrasi roaming internasional baik untuk telepon atau paket data, semuanya otomatis aktif saat sudah berada di negara tujuan. 
  • Kamu ga perlu bongkar-pasang handphone buat SIM card. 
  • Terhindar dari resiko kehilangan SIM card lokal kamu di Indonesia. Maklum, jaman sekarang SIM card khan kecil-kecil yesss, kalau kalian tipe-tipenya ceroboh kaya saya, bisa-bisa karena keasyikan liburan, SIM card lokal kamu malah ga sengaja jatuh atau ketinggalan. Ini kejadian beneran beberapa bulan lalu pas saya ke Singapore. 🙁 

(-)

  • Layanan roaming internasional ini kadang sangat tergantung sama provider yang kamu gunakan. Kadang ada provider yang nge-claim punya layanan roaming, tapi pas digunakan di negara tujuan eh sinyalnya empot-empotan. 🙁 
  • Ga semua provider menyediakan layanan roaming di negara yang kamu tuju. Makanya, hukumnya hakiki buat cek ke layanan pelanggan provider kamu untuk tau apakah provider yang kamu gunakan bisa roaming di negara tujuan kamu nantinya. 
  • Ada beberapa provider yang harga layanan roaming per hari-nya lebih mahal dari opsi lain yang bisa kalian pilih. 

2. Beli SIM card lokal sesampainya di negara tujuan. 

Pilihan kedua ini sebetulnya cuma saya sarankan buat frequent traveler yang emang sering jalan-jalan ke negara yang bersangkutan. Misalnya aja, kamu setiap bulan ke Singapore karena buka jasa titip atau sering ke Kuala Lumpur untuk urusan pekerjaan.

Saya sendiri belum bisa dikategorikan sebagai frequent flyer sih, tapi kalau boleh sedikit ngaku dosa sih saya lebih sering milih buat beli SIM card lokal daripada opsi lainnya. 😛

Alasannya? Karena saya sering iseng-iseng register LINE pake nomor asing cuma supaya saya bisa dapet stiker gratisan dari negara masing-masing. Mungkin kalian pikir saya kurang kerjaan, tapi kalian ga punya khan stiker berbahasa Vietnam? Tam biet. HAHA.

(+)

  • Beli SIM card lokal juga cukup mudah, karena sesampainya kalian di negara tujuan langsung bisa langsung cari konter SIM card yang biasanya tersedia di bandara untuk langsung aktifin nomor lokal yang kalian beli.
  • Biasanya tersedia paket khusus traveler dengan jangka waktu dan jumlah data yang disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya aja, ada yang 1GB untuk seminggu, 7GB untuk sebulan dan seterusnya.
  • Kalau kamu jalan-jalan ke negara tetangga di sekitaran ASEAN, biasanya mereka juga suka kasih bonus promo nelepon murah ke Indonesia. Entahlah, buat saya ini penting ga penting karena dengan adanya teknologi Whatsapp call, tambahan bonus ini agak nirfaedah sebenernya.
  • Seperti saya sebutin sebelumnya, ini cocok banget buat frequent traveler yang emang sering bolak-balik ke negara yang bersangkutan. Karena nomornya bisa dipake dalam jangka panjang.

(-)

  • Kalau misalnya kalian beli SIM card di bandara, biasanya harganya beberapa kali lipat lebih mahal dibandingin kalian beli di konter pulsa pinggir jalan. Yang jadi masalah adalah, kadang ada beberapa negara yang kalau kamu beli SIM card di konter pulsa pinggir jalan, walaupun murah eh yang jagain toko ga bisa Bahasa Inggris. Ga mau khan niat beli 1GB tapi ujung-ujungnya malah beli pulsa nelepon buat 24 jam ke nomor lokal? Hmmm. 
  • Jumlah pulsa/data yang mengendap pas waktunya kalian pulang, apalagi kalau kamu bukan frequent traveler ke negara tersebut. Kadang suka sayang banget aja gitu udah mau pulang, tapi terus sadar masih ada 2GB lagi paket datanya. Hmm. 
  • Lagi-lagi saya ingatkan, bongkar-pasang handphone karena ganti SIM card bisa menyebabkan kecerobohan kayak saya yang malah kehilangan SIM card Indonesia saya di Singapore. 

3. Cari layanan sewa mobile wifi yang bisa digunakan saat bepergian ke luar negeri. 

Rental wifi ke luar negeri ini sangat saya rekomendasikan buat siapapun yang berencana untuk mengunjungi lebih dari satu negara. Karena bahkan sejak di Indonesia, kamu bisa set mobile wifi yang kamu sewa ini sesuai dengan rencana perjalanan kamu nantinya.

Pokoknya, selama rencana perjalanan kamu udah fixed, kamu tinggal pilih tanggal dan negara tujuan yang akan kamu kunjungi dan sewa modem wifi untuk perjalanan kamu and voila!

Apalagi kalau kamu ada rencana untuk mengunjungi lebih dari satu negara, sewa modem wifi ke luar negeri ini lebih menguntungkan dan memudahkan kamu nantinya karena kamu ga perlu repot gonta-ganti SIM card sesampai di negara yang berbeda. Selama modem wifi kamu ga kehabisan batre, kamu bisa bebas internetan. 😀

(+)

  • Harga sewa per hari relatif lebih murah dibandingkan dengan harga roaming per hari beberapa provider lokal di luar negeri. 
  • Praktis! Karena otomatis terkoneksi dengan internet selama modem nyala dan sesuai dengan pesanan dan negara tujuan. Jaringannya pun 4G pula!
  • Recommended buat tipe-tipe traveler yang ga bisa jauh-jauh dari gadget kaya saya, apalagi tipe-tipe yang suka ga bisa jauh dari laptop karena modem yang disewakan bisa menampung beberapa gadget sekaligus. 
  • Cocok buat yang merencanakan perjalanan ke beberapa negara sekaligus. Misalnya aja kalian ada rencana trip ke Singapore dan Malaysia dengan menggunakan bus. Ga usah ketakutan hilang sinyal sesampainya di JB CIQ cuma karena kamu ga punya internet, tinggal nyalain modem dan kamu bisa gampang internetan! 

(-)

  • Walaupun harga sewa per hari-nya relatif murah, karena sifatnya sewa, kamu perlu simpan deposit tambahan di muka dengan harga kisaran IDR 1.000.000 yang nantinya akan dikembalikan setelah modem kamu kembalikan. Entahlah, kadang saya suka perhitungan mikir IDR 1.000.000 bisa dibawa buat dipake shopping di negara tujuan, tapi terus inget lagi kalau nanti kembali bisa dialokasikan buat bayar kontrakan. Galau klasik ala milenial eym? 😛 
  • Karena sifatnya sewa, kamu harus hati-hati dalam penggunaannya. Jangan sampai rusak, apalagi hilang. Ga mau khan balik liburan deposit hilang dan terbuang gitu aja? 

4. Mengandalkan free wifi dimanapun berada. 

Opsi ini walaupun bukan yang paling praktis, tapi jelas yang paling murah. Kenapa? Karena itu artinya kita ga perlu mikirin budget tambahan untuk internetan.

Di era serba canggih saat ini, sebenernya sih gampang banget buat mengandalkan free wifi ketika traveling. Tinggal cari aja Starbucks terdekat, hampir dipastikan free wifi tersedia. 

Tapi ketika eksistensi di dunia maya sifatnya hakiki, kadang suka berasa ada yang kurang ketika kamu mau pamer foto kamu kayaking di Ha Long Bay tapi karena ga ada internet akhirnya baru bisa upload fotonya di Starbucks Hanoi. 🙁

(+)

  • Ketika kamu mengandalkan free wifi, kamu bisa sekalian digital detox dimana artinya kamu bisa sejenak rehat dulu dari keinginan untuk sedikit-sedikit ngecek Instagram atau update status di Facebook. 
  • Namanya juga ngandalin gratisan, artinya kamu ga perlu merogoh kocek lebih buat data plan di luar negeri. 

(-)

  • Namanya traveling, kadang suka ada kejadian yang ga diduga-duga dan kadang saat kejadian tersebut koneksi internet sangat urgent dibutuhkan. Misalnya aja, ketika kamu tiba-tiba diturunkan taksi di pinggir jalan padahal kamu baru landing dan yang kamu pengen cuma segera nyampe hotel dan kamu belum tau hotel kamu dimana. Kalau kamu ada internet khan bisa tinggal order Uber.
  • Kalau mau sedikit perhitungan sih, ambil contoh misalnya di Singapore kamu milih buat mengandalkan wifi gratisan aja tanpa internet. Dengan kamu masuk Starbucks dan beli Java Chip Frappuccino yang harganya SGD 6, harganya kurang lebih sama kaya kamu sewa modem seharian. 😛 

Nah, kira-kira itulah beberapa pilihan yang bisa kamu ambil kalau kamu berencana buat liburan ke luar negeri dan pengen tetep bisa internetan di negara tujuan. Kalau kamu disuruh milih salah satu, opsi mana yang kamu pilih?

Atau mungkin kamu frequent flyer yang udah punya kebiasaan tersendiri? Share donk biasanya kamu pilih layanan internet yang gimana di negara tujuan! 🙂

Oke, mungkin itu dulu postingan saya saat ini. Semoga membantu rencana perjalanan kamu, dan cheerio! 😉


Disclaimer: 
Postingan ini didukung oleh sponsor, dimana saya mendapatkan komisi untuk penulisan dan penayangan tulisan ini. Walaupun begitu, penulisan yang ada di dalam konten murni merupakan opini pribadi saya. 

7 thoughts on “4 Opsi Supaya Tetap Bisa Internetan Selama Liburan Ke Luar Negeri

  1. lebih suka sewa wifi kalo aku, apalagi kalo perginya sama temen atau ramean….lebih ekonomis hehehe, dan ga repot lepas pasang kartu yang berisiko hilang 😀 tapi kalo di negara yang ga ada sewa wifinya kayak Kamboja kemarin, yang beli simcard 1 org aja trus di-tethering biar hemat

    1. kamboja ga ada sewa wifi di bandaranya apa gimana mbak? aku cek di iziroam bisa sewa per harinya 75ribu. kebetulan soalnya aku ada rencana mau ke laos dan kamboja taun ini. jadi penasaran juga soal ga ada sewa wifi di kamboja. hmm. :/

      1. kalo di bandaranya ga ada, kalo mau yg sejenis wi2fly/iziroam gitu ada kok. Tapi itu sistemnya sewa dari Indonesia buat dibawa ke sana. Aku blm pernah coba sih 😀

    1. aku juga biasanya liat2 negaranya klo soal internetan mbak.. klo misalnya negaranya mahal kadang males juga cari opsi buat internetan, alhasil mending ngandelin wifi di hotel. di singapore pun biasanya aku males aktifin internet, kmaren akhirnya beli simcard pun karena wifi hotel ga bisa diandalkan. 🙁

Tinggalkan Balasan